Perkembangan Teknologi Informasi dan Dampaknya terhadap Bisnis Digital

 By: Salsabila Nur Ramadhani

      Perkembangan teknologi informasi pada era modern telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam bidang ekonomi dan bisnis. Kemajuan teknologi seperti internet, komputer, dan perangkat mobile telah mengubah cara manusia berkomunikasi, memperoleh informasi, serta melakukan aktivitas ekonomi. Teknologi informasi kini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi telah menjadi bagian penting dalam mendukung berbagai kegiatan bisnis agar lebih efektif dan efisien.


      Perubahan tersebut melahirkan konsep bisnis digital, yaitu kegiatan bisnis yang memanfaatkan teknologi informasi dan internet sebagai sarana utama dalam menjalankan operasional usaha. Melalui teknologi digital, perusahaan dapat melakukan pemasaran, transaksi, dan pelayanan kepada pelanggan secara online tanpa harus bertemu secara langsung. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk menjangkau pasar yang lebih luas serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen. Oleh karena itu, perkembangan teknologi informasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan bisnis digital di era globalisasi.


      Teknologi informasi terus mengalami perkembangan yang sangat pesat seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang cepat dan akurat. Kehadiran internet menjadi salah satu faktor utama yang mendorong perkembangan teknologi informasi. Internet memungkinkan pertukaran informasi secara global dalam waktu yang sangat singkat dan dapat diakses oleh berbagai kalangan masyarakat.


     Selain internet, berbagai inovasi teknologi juga turut mendukung perkembangan sistem informasi dalam dunia bisnis. Contohnya adalah penggunaan cloud computing, yang memungkinkan perusahaan menyimpan dan mengelola data secara online tanpa membutuhkan perangkat penyimpanan yang besar. Selain itu, teknologi big data memungkinkan perusahaan untuk menganalisis data dalam jumlah besar guna memahami perilaku konsumen dan menentukan strategi bisnis yang lebih tepat.


     Teknologi informasi memiliki peran strategis dalam meningkatkan daya saing perusahaan karena mampu mempercepat proses pengolahan informasi dan mendukung pengambilan keputusan secara lebih efektif. Dengan memanfaatkan teknologi informasi secara optimal, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional serta menciptakan berbagai inovasi dalam kegiatan bisnis.


     Perkembangan teknologi informasi telah mengubah model bisnis tradisional menjadi model bisnis berbasis digital. Pada masa sebelum teknologi berkembang, kegiatan jual beli dilakukan secara langsung melalui toko fisik. Namun saat ini, banyak perusahaan yang memanfaatkan platform digital untuk menjalankan aktivitas bisnis mereka.


     Salah satu contoh nyata dari perkembangan bisnis digital adalah munculnya e-commerce atau perdagangan elektronik. Melalui e-commerce, pelaku usaha dapat memasarkan produknya secara online kepada konsumen di berbagai wilayah tanpa harus membuka toko fisik. Platform marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan Lazada menjadi contoh bagaimana teknologi informasi mempermudah proses transaksi antara penjual dan pembeli.


     Perkembangan e-commerce memberikan peluang besar bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar serta meningkatkan efisiensi dalam proses transaksi. Selain itu, bisnis digital juga memberikan kesempatan bagi usaha kecil dan menengah untuk bersaing dengan perusahaan besar karena akses pasar menjadi lebih terbuka.


     Perkembangan teknologi informasi memberikan berbagai dampak positif terhadap dunia bisnis digital. Salah satu dampak yang paling terlihat adalah meningkatnya efisiensi dalam proses bisnis. Dengan adanya sistem digital, berbagai aktivitas seperti pengelolaan data, pemasaran produk, serta pelayanan pelanggan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terstruktur.


     Selain itu, teknologi informasi juga membantu perusahaan dalam memahami kebutuhan konsumen melalui analisis data. Informasi mengenai preferensi konsumen dapat digunakan untuk mengembangkan produk dan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar. Hal ini dapat meningkatkan kepuasan pelanggan serta memperkuat hubungan antara perusahaan dan konsumen . Namun demikian, perkembangan teknologi informasi juga membawa beberapa tantangan bagi dunia bisnis. Salah satu tantangan tersebut adalah meningkatnya persaingan antar perusahaan yang memanfaatkan teknologi digital. Selain itu, keamanan data juga menjadi isu penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan agar informasi konsumen tetap terlindungi.


     Perkembangan teknologi informasi telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan dalam dunia bisnis. Teknologi informasi tidak hanya mempermudah proses komunikasi dan pengolahan data, tetapi juga mendorong munculnya berbagai model bisnis digital yang lebih inovatif dan efisien. Dengan memanfaatkan teknologi informasi secara optimal, perusahaan dapat meningkatkan daya saing serta memperluas peluang bisnis di era digital. Oleh karena itu, kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi faktor penting bagi keberhasilan bisnis di masa depan.

Kesuksesan UMKM Indonesia dalam Memanfaatkan Bisnis Digital

 by : Ulfi Aminabilatul c

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam dunia usaha. Di Indonesia, banyak pelaku usaha kecil dan menengah atau UMKM mulai memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan bisnis mereka. Jika sebelumnya penjualan hanya dilakukan secara langsung di toko atau pasar, sekarang banyak UMKM yang menjual produk mereka melalui internet. Perubahan ini memberikan peluang baru bagi pelaku usaha untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Bisnis digital memberikan banyak kemudahan bagi UMKM dalam menjalankan usahanya. Dengan memanfaatkan media sosial dan marketplace, pelaku usaha dapat mempromosikan produk mereka kepada banyak orang tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar. Selain itu, proses transaksi juga menjadi lebih mudah karena dapat dilakukan secara online. Hal ini membuat UMKM memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berkembang dan bersaing dengan usaha lainnya.

Salah satu contoh keberhasilan UMKM dalam memanfaatkan bisnis digital dapat dilihat dari banyaknya pelaku usaha yang menjual produk melalui marketplace seperti Tokopedia dan Shopee. Banyak pengusaha kecil yang awalnya hanya menjual produk dalam jumlah sedikit, tetapi setelah memanfaatkan platform digital, penjualan mereka meningkat secara signifikan. Produk yang dijual juga dapat dikenal oleh konsumen dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain marketplace, media sosial juga menjadi sarana yang sangat penting bagi UMKM untuk mempromosikan produknya. Melalui foto, video, dan ulasan dari pelanggan, produk dapat lebih mudah dikenal oleh masyarakat. Banyak pelaku usaha yang memanfaatkan media sosial untuk berinteraksi langsung dengan konsumen, menjawab pertanyaan, serta memberikan informasi mengenai produk yang dijual. Cara ini membuat hubungan antara penjual dan pembeli menjadi lebih dekat dan membantu meningkatkan kepercayaan konsumen.

Selain itu, dukungan dari pemerintah dan berbagai pihak juga membantu perkembangan UMKM di Indonesia. Berbagai program pelatihan dan pendampingan sering diberikan kepada pelaku usaha agar mereka dapat memahami cara memanfaatkan teknologi digital. Melalui pelatihan tersebut, para pelaku UMKM dapat belajar mengenai pemasaran online, cara mengelola toko digital, serta strategi untuk meningkatkan penjualan produk mereka.

Namun, keberhasilan dalam bisnis digital tidak datang begitu saja. Pelaku UMKM tetap harus menghadapi berbagai tantangan, seperti persaingan yang semakin ketat dan perubahan tren pasar yang cepat. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Mereka juga perlu menjaga kualitas produk serta memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen agar usaha yang dijalankan dapat terus berkembang.

Secara keseluruhan, pemanfaatan teknologi digital telah memberikan banyak peluang bagi UMKM di Indonesia untuk berkembang. Dengan memanfaatkan internet, marketplace, dan media sosial, pelaku usaha dapat menjangkau pasar yang lebih luas serta meningkatkan penjualan produk mereka. Meskipun terdapat berbagai tantangan, bisnis digital tetap menjadi salah satu cara yang efektif bagi UMKM untuk berkembang dan bertahan di era teknologi modern.

Efektivitas Strategi Promosi Diskon pada E-Commerce Shopee

 By : Raja Falah Rabbani

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam aktivitas perdagangan. Jika sebelumnya masyarakat lebih sering berbelanja secara langsung di tempat, kini banyak konsumen beralih menggunakan platform e-commerce.  Salah satu platform e-commerce yang sangat populer di Indonesia adalah Shopee. Dalam menghadapi persaingan yang ketat di dunia perdagangan online, Shopee menggunakan berbagai strategi pemasaran untuk menarik dan banyak sekali event yang menarik perhatian konsumen. Salah satu strategi yang paling sering digunakan adalah promosi diskon.

Promosi diskon merupakan strategi pemasaran yang memberikan potongan harga pada produk tertentu untuk menarik minat pembeli dan kalau hoki bisa tembus setengah harga dari harga jual. Di platform Shopee, promosi diskon sering ditawarkan dalam berbagai bentuk seperti potongan harga langsung, voucher diskon, gratis ongkos kirim, hingga program flash sale pada waktu tertentu. Strategi ini bertujuan untuk memberikan kesan bahwa konsumen dapat memperoleh produk dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga normal. Hal tersebut sering kali mendorong konsumen untuk segera melakukan pembelian sebelum masa promo berakhir.

Salah satu alasan mengapa strategi promosi diskon cukup efektif adalah karena dapat meningkatkan minat beli konsumen. Ketika konsumen melihat adanya potongan harga yang cukup besar, mereka akan merasa mendapatkan keuntungan lebih dalam berbelanja. Selain itu, adanya batas waktu pada promo diskon juga dapat menciptakan rasa urgensi atau dorongan bagi konsumen untuk segera membeli produk tersebut. Kondisi ini sering membuat konsumen mengambil keputusan pembelian dengan lebih cepat.

Namun, efektivitas promosi diskon tidak hanya bergantung pada besar kecilnya potongan harga yang diberikan. Faktor lain seperti kualitas produk, reputasi penjual, serta ulasan dari konsumen lain juga sangat memengaruhi keputusan pembelian. Banyak konsumen yang membaca review atau melihat rating produk sebelum memutuskan untuk membeli. Jika suatu produk memiliki ulasan positif serta harga yang sudah didiskon, maka konsumen cenderung lebih yakin untuk melakukan pembelian.

Di sisi lain, promosi diskon juga dapat memberikan manfaat bagi penjual. Dengan adanya program diskon, penjual dapat meningkatkan jumlah penjualan dalam waktu yang relatif singkat. Produk yang sebelumnya kurang diminati dapat menjadi lebih menarik bagi konsumen karena harganya lebih terjangkau. Selain itu, promosi diskon juga dapat membantu penjual untuk memperkenalkan produk mereka kepada lebih banyak calon pembeli.

Meskipun demikian, penggunaan strategi promosi diskon juga perlu dilakukan secara bijak. Jika diskon diberikan terlalu sering, konsumen dapat menjadi terbiasa dengan harga promo dan enggan membeli produk dengan harga normal. Oleh karena itu, penjual maupun platform e-commerce perlu mengatur strategi diskon secara tepat agar tetap menarik bagi konsumen tanpa menurunkan nilai produk.

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi promosi diskon pada e-commerce Shopee cukup efektif dalam meningkatkan minat dan keputusan pembelian konsumen. Berbagai program diskon yang menarik, tampilan promosi yang jelas, serta dukungan fitur aplikasi membuat konsumen lebih tertarik untuk berbelanja. Namun, efektivitas strategi ini juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti kualitas produk, kepercayaan terhadap penjual, serta ulasan dari konsumen lain. Oleh karena itu, promosi diskon perlu dikombinasikan dengan strategi pemasaran lain agar dapat memberikan hasil yang optimal bagi penjual maupun platform e-commerce.

Daftar Pusaka

•  Jonathan, J. (2025). Strategi pemasaran flash sale dalam meningkatkan efektivitas digital marketing. MOSAIC: Multidisciplinary Observations, Studies and Integrated Contexts, 1(2), 1-22 . https://journal.dinamikapublika.id/index.php/mosaic 

•  Luthfia, I. M., Wibowo, B. Y., Setyawan, N. A., Wiedayanti, D. F., & Pratiwi, M. I. (2025). Analisis peran diskon barang dalam meningkatkan efektivitas pemasaran dan kemajuan usaha di era e-commerce. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(1), 3498-3503 . https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.2135 

•  Sari, M. D., Chaniago, H., & Indira, H. (2025). Efektivitas diskon dan promosi digital dalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen wanita di e-commerce Indonesia. Journal of Management and Digital Business, 5(2), 603-623 . https://doi.org/10.53088/jmdb.v5i2.1833

STRATEGI PEMASARAN DIGITAL SEBAGAI SARANA MENINGKATKAN HUBUNGAN PERUSAHAAN DENGAN KONSUMEN

Oleh : Nisriina Afiifah Az Zahro

         Pendekatan konvensional menjadi berbasis internet dan media sosial. Digital marketing didefinisikan sebagai upaya mencapai tujuan pemasaran melalui teknologi dan media digital, yang memungkinkan perusahaan lebih dekat dengan pelanggan, memahami kebutuhan mereka lebih baik, serta menambah nilai produk. Tujuan essay ini adalah menganalisis strategi pemasaran digital sebagai sarana utama meningkatkan hubungan perusahaan-konsumen, berdasarkan kajian dokumen terkait. Pendekatan ini tidak hanya memperluas jangkauan pasar tetapi juga membangun loyalitas melalui interaksi personal.

        Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mengkaji fenomena strategi pemasaran digital sebagai sarana peningkatan hubungan perusahaan-konsumen. Pendekatan kualitatif dipilih karena memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap dinamika interaksi digital tanpa mengandalkan hipotesis kuantitatif, sehingga sesuai untuk menganalisis transformasi pemasaran di era digital berdasarkan dokumen ilmiah utama. Sumber data bersifat sekunder, meliputi jurnal ilmiah berjudul "Strategi Manajemen Pemasaran Dalam Era Digital" oleh Alexander Hartanto dan A. Faisal (2023), serta literatur pendukung seperti karya Kotler et al. (2017), Laudon dan Trave (2021), serta Porter (2001). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka secara sistematis, dengan ekstraksi informasi relevan dari abstrak, pendahuluan, kajian literatur, hasil, dan kesimpulan dokumen primer. Teknik analisis data mengadopsi model content analysis tematik, di mana data dikategorikan berdasarkan tema utama seperti strategi digital, manfaat hubungan konsumen, tantangan, dan metrik pengukuran, diikuti interpretasi naratif untuk mengintegrasikan temuan dengan konteks nasional Indonesia. Batasan penelitian terletak pada ketergantungan pada data sekunder tunggal, sehingga tidak mencakup data primer empiris seperti wawancara atau survei, dan fokus terbatas pada konteks UMKM Indonesia tanpa perbandingan internasional mendalam.

         Hasil utama penelitian menunjukkan bahwa pemasaran digital berfungsi sebagai inti e-business yang mendekatkan perusahaan dengan konsumen melalui platform seperti media sosial, website, dan iklan online, dengan keunggulan biaya rendah, akses internet mudah, serta jangkauan pasar luas. Di Indonesia, pertumbuhan digital marketing mencapai 26% tertinggi global, didukung 265,4 juta pengguna internet, yang memfasilitasi penetrasi pasar global bagi UMKM melalui SEO, email marketing, dan konten personalisasi. Strategi pendukung mencakup pemasaran konten (blog, video), kolaborasi influencer, serta analisis data untuk metrik seperti tingkat konversi, like, dan klik iklan, yang terbukti meningkatkan loyalitas konsumen secara signifikan. Pembahasan lebih lanjut mengonfirmasi bahwa personalisasi pengalaman pelanggan melalui rekomendasi berbasis data membangun hubungan dua arah, di mana konsumen bertransformasi dari penerima pasif menjadi advokasi aktif, sebagaimana ditegaskan Kotler et al. (2017) bahwa digital marketing mendorong tindakan dan advokasi. Internet merevolusi komunikasi pemasaran dengan saluran distribusi langsung dan umpan balik real-time, meskipun tantangan seperti keterbatasan pengetahuan digital pada UMKM berusia lanjut menghambat adopsi penuh. Hasil pendukung dari tabel metrik kegiatan digital (seperti 1000 tampilan blog/bulan dan 20% konversi email) menegaskan efektivitas pengukuran kinerja untuk adaptasi strategi, yang selaras dengan Porter (2001) bahwa internet esensial untuk daya saing modern

          Integrasi strategi seperti SEO, iklan Google AdWords, dan posting media sosial menciptakan ekosistem digital holistik yang meningkatkan keterlibatan konsumen. Personalisasi tidak hanya relevan tetapi juga meningkatkan repeat purchase, dengan analisis data memungkinkan penyesuaian real-time terhadap perilaku konsumen,

          Tantangan utama bagi UMKM Indonesia adalah akses internet tidak merata dan kurangnya literasi digital, menyebabkan ketertinggalan pendapatan dibandingkan pelaku yang telah digitalisasi. Solusi adaptif meliputi pelatihan teknologi, konten berkualitas, dan integrasi online-offline untuk membangun kepercayaan berkelanjutan.

         Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa strategi pemasaran digital efektif sebagai sarana utama meningkatkan hubungan perusahaan-konsumen melalui personalisasi, konten relevan, dan analisis data, sesuai tujuan untuk menganalisis transformasi manajemen pemasaran era digital berdasarkan dokumen primer. Temuan membuktikan bahwa pendekatan ini memberikan keunggulan kompetitif bagi UMKM Indonesia di tengah pertumbuhan pengguna internet masif.

Saran berdasarkan temuan mencakup: pertama, perusahaan dianjurkan memahami perilaku konsumen secara mendalam melalui analisis data rutin; kedua, memaksimalkan platform digital seperti media sosial dengan konten bernilai tinggi; ketiga, melaksanakan pelatihan literasi digital bagi UMKM; keempat, mengintegrasikan saluran pemasaran untuk pengalaman konsisten; dan kelima, menjaga fleksibilitas inovasi menghadapi evolusi teknologi.

 

Dampak Kontroversi Brand Ambassador terhadap Citra Merek dalam Pemasaran Digital

 By : Mutiya Alifah

Perkembangan internet dan media sosial dalam dua dekade terakhir telah mengubah secara signifikan cara perusahaan membangun serta mengomunikasikan merek mereka kepada publik. Jika sebelumnya strategi pemasaran lebih banyak bergantung pada iklan konvensional melalui media massa, maka dalam ekosistem digital perusahaan kini cenderung memanfaatkan figur publik, influencer, atau brand ambassador sebagai perantara utama dalam membentuk citra dan identitas merek. Pendekatan ini bukan tanpa alasan. Kehadiran figur yang memiliki pengaruh sosial memungkinkan sebuah merek memperoleh visibilitas yang lebih luas, sekaligus menciptakan kedekatan emosional dengan konsumen melalui ruang digital yang bersifat lebih interaktif. Namun di balik efektivitas strategi tersebut, terdapat risiko reputasi yang tidak dapat diabaikan. Ketika seorang brand ambassador terlibat dalam kontroversi atau tindakan yang memicu reaksi publik, dampaknya tidak berhenti pada individu yang bersangkutan, melainkan dapat merembet pada merek yang selama ini diasosiasikan dengannya. Dalam konteks inilah hubungan antara figur publik dan citra merek menjadi semakin kompleks, sehingga kontroversi yang melibatkan brand ambassador kerap memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana strategi pemasaran digital mampu mengelola sekaligus mengantisipasi risiko reputasi yang muncul dari ketergantungan pada figur publik tersebut.

Dalam praktik pemasaran digital, penggunaan brand ambassador menjadi salah satu strategi yang cukup lazim digunakan perusahaan untuk memperkuat komunikasi merek. Figur publik, baik selebriti maupun influencer, sering dimanfaatkan karena mereka telah memiliki basis audiens serta tingkat perhatian publik yang relatif tinggi, terutama di media sosial. Kehadiran figur tersebut memungkinkan pesan pemasaran menjangkau konsumen dengan cara yang lebih cepat dan lebih personal dibandingkan pendekatan promosi yang bersifat impersonal. Pada titik ini, citra yang melekat pada seorang figur publik secara perlahan dapat berpindah dan membentuk persepsi terhadap merek yang mereka wakili. Inilah alasan mengapa banyak perusahaan menempatkan figur tertentu sebagai wajah dari kampanye pemasaran mereka, karena reputasi dan karakter figur tersebut dianggap mampu memperkuat identitas merek di mata konsumen. Namun hubungan semacam ini juga menciptakan ketergantungan yang tidak selalu disadari sejak awal. Ketika identitas merek terlalu erat dikaitkan dengan sosok tertentu, reputasi pribadi figur tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi cara publik menilai merek yang diasosiasikan dengannya.

Konsekuensi dari kedekatan antara figur publik dan merek menjadi semakin jelas ketika kontroversi muncul di ruang digital. Dalam ekosistem media sosial, informasi tidak lagi bergerak secara perlahan seperti pada era media konvensional. Sebaliknya, satu pernyataan, unggahan, atau potongan wawancara dapat menyebar dalam hitungan jam dan memicu reaksi publik yang luas. Situasi ini membuat kontroversi yang melibatkan brand ambassador sering berkembang menjadi perbincangan yang melampaui individu yang bersangkutan. Publik tidak hanya menilai tindakan figur tersebut, tetapi juga mulai mempertanyakan posisi dan tanggung jawab merek yang bekerja sama dengannya. Kritik di media sosial, tekanan dari komunitas digital, hingga seruan boikot dapat muncul sebagai bentuk respons kolektif terhadap kontroversi tersebut. Fenomena ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang bertumpu pada figur publik memang mampu menghasilkan perhatian yang besar, tetapi pada saat yang sama juga membuka ruang bagi risiko reputasi yang tidak kecil. Ketika citra personal seorang brand ambassador mengalami penurunan akibat kontroversi, persepsi publik terhadap merek yang selama ini diasosiasikan dengannya pun dapat ikut terpengaruh.

Situasi tersebut dapat dilihat dengan jelas pada kolaborasi antara Kanye West dan Adidas melalui lini produk Yeezy. Kerja sama yang dimulai pada 2013 ini berkembang menjadi salah satu kolaborasi paling menonjol dalam industri fashion dan sneaker global. Melalui strategi pemasaran yang banyak bertumpu pada eksposur media sosial, peluncuran produk terbatas, serta pengaruh personal Kanye West dalam budaya populer, Yeezy berhasil membangun basis konsumen yang kuat sekaligus meningkatkan posisi Adidas di segmen gaya hidup. Dalam konteks ini, figur Kanye West tidak hanya berfungsi sebagai endorser, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas merek yang dipasarkan. Namun dinamika tersebut berubah pada 2022 ketika Kanye West memicu kontroversi setelah membuat sejumlah pernyataan antisemit melalui media sosial dan berbagai wawancara publik. Pernyataan tersebut memicu kritik luas dari masyarakat serta tekanan terhadap Adidas untuk mengambil sikap yang tegas. Di tengah situasi tersebut, perusahaan akhirnya memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Kanye West sebagai langkah untuk menjaga reputasi merek. Keputusan ini menunjukkan bahwa dalam beberapa kondisi, perusahaan dapat memilih melindungi citra merek dan hubungan dengan publik meskipun harus menghadapi konsekuensi finansial yang tidak kecil akibat berakhirnya kolaborasi tersebut.

Keputusan yang diambil Adidas dalam kasus tersebut juga dapat dipahami melalui kerangka Customer Relationship Management (CRM), terutama dalam konteks bisnis digital yang menempatkan hubungan jangka panjang dengan konsumen sebagai salah satu aset utama perusahaan. Dalam lingkungan digital, interaksi antara merek dan pelanggan berlangsung secara lebih terbuka melalui media sosial, forum daring, serta berbagai kanal komunikasi digital lainnya. Situasi ini membuat persepsi publik terhadap suatu merek dapat berubah dengan cepat ketika muncul kontroversi yang melibatkan figur yang diasosiasikan dengan merek tersebut. Oleh karena itu, ketika kontroversi yang melibatkan Kanye West memicu tekanan publik terhadap Adidas, keputusan untuk mengakhiri kolaborasi melalui lini Yeezy dapat dipahami sebagai bagian dari upaya perusahaan menjaga hubungan dengan pelanggan. Dalam perspektif CRM, langkah semacam ini tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan reputasi jangka pendek, tetapi juga dengan upaya mempertahankan kepercayaan serta loyalitas konsumen yang selama ini menjadi basis pasar merek tersebut. Dengan kata lain, strategi yang diambil perusahaan tidak semata berorientasi pada pengendalian krisis, melainkan juga pada perlindungan hubungan jangka panjang antara merek dan konsumennya dalam ekosistem bisnis digital.

Pada akhirnya, penggunaan brand ambassador tetap menjadi salah satu instrumen yang cukup efektif dalam strategi pemasaran digital karena mampu meningkatkan visibilitas merek sekaligus memperkuat asosiasi emosional antara produk dan konsumen. Melalui figur publik yang memiliki pengaruh sosial, sebuah merek dapat memperoleh perhatian pasar dengan lebih cepat dibandingkan pendekatan promosi yang bersifat konvensional. Namun, efektivitas strategi ini juga membawa konsekuensi yang tidak bisa diabaikan. Ketika identitas merek terlalu erat dikaitkan dengan sosok tertentu, reputasi personal figur tersebut dapat secara langsung memengaruhi cara publik memandang merek yang diwakilinya. Kasus yang melibatkan Kanye West dan Adidas melalui kolaborasi Yeezy memperlihatkan bagaimana kontroversi seorang figur publik dapat berkembang menjadi persoalan reputasi bagi perusahaan yang bekerja sama dengannya. Dalam konteks bisnis digital yang sangat dipengaruhi oleh dinamika opini publik di media sosial, perusahaan pada akhirnya perlu mempertimbangkan dimensi risiko tersebut sejak awal perancangan strategi pemasaran. Pada saat yang sama, pendekatan Customer Relationship Management menjadi semakin penting karena keberlanjutan hubungan dengan konsumen tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan kampanye pemasaran, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan menjaga kepercayaan publik ketika menghadapi situasi krisis reputasi.

Pengaruh Kenyamanan Layanan Online terhadap Kepuasan Konsumen Mobile Commerce

 By: Khoirotul Maghfiroh

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini telah memberikan banyak perubahan dalam kehidupan manusia, terutama dalam bidang perdagangan. Salah satu perkembanngan yang cukup pesat adalah munculnya mobile commerce (m-commerce). Mobil commerce merupakan aktivitas jual beli yang dilakukan melalui perangkat mobile seperti smartphone atau tablet. Dengan adanya teknologi ini, konsumen dapat melakukan transaksi kapan saja dan dimana saja tanpa harus datang langsung ke toko fisik. Hal ini membuat proses belanja lebih praktis dan efisien bagi masyarakat.

Di Indonesia, pertumbuhan penggunaan internet yang semakin pesat juga mendorong perkembangan e-commerce dan mobile commerce. Banyak pelaku bisnis mulai memanfaatkan internet sebagai media untuk menjual produk dan jasa mereka. Selain itu, meningkatnya penggunaan smartphone membuat masyarakat lebih mudah mengakses berbagai aplikasi belanja online. Kondisi ini menyebabkan perubahan gaya hidup masyarakat yang kini semakin terbiasa melakukan aktivitas belanja melalui internet. Belanja online dianggap lebih mudah karena dapat menghemat waktu, tenaga, serta memberikan banyak pilihan produk bagi konsumen.

Dalam dunia bisnis online, kenyamanan layanan menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi kepuasan konsumen. Kenyamanan layanan atau service convenience berkaitan dengan kemudahan yang dirasakan konsumen ketika menggunakan suatu layanan. Jika suatu layanan dapat memberikan kemudahan dan tidak membutuhkan banyak usaha dari konsumen, maka layanan tersebut dianggap memiliki tingkat kenyamanan yang tinggi. Sebaliknya jika konsumen merasa kesulitan dalam menggunakan layanan tersebut, maka tingkat kepuasan mereka akan menurun.

Dalam konteks belanja online, terdapat beberapa dimensi yang dapat digunakan mengukur kanyamanan layanan. Salah satunya adalah kenyamanan akses ke platform. Kenyamanan ini berkaitan dengan seberapa mudah konsumen dapat mengakses aplikasi atau situs belanja online. Misalnya, aplikasi yang dapat digunakan kapan saja memiliki tampilan yang mudah dupahami, serta memudahkan konsumen untuk menghubungi penjual. Jika akses terhadap platform tersebut mudah, maka konsumen akan lebih tertarik untuk menggunakan layanan tersebut.

Selain itu, terdapat juga kenyamanan pencarian produk. Konsumen biasanya ingin menemukan produk yang mereka cari dengan cepat dan mudah. Oleh karena itu, fitur pencarian yang baik serta pengelompokan produk yang jelas sangat membantu konsumen dalam menemukan barang yang diinginkan. Dengan adanya sistem pencarian yang efektif, konsumen dapat menghemat waktu dalam proses belanja.

Aspek berikutnya adalah kenyamanan dalam pengambilan keputusan. Dalam proses belanja online, konsumen memerlukan informasi yang jelas mengenai produk seperti harga, deskripsi produk, serta ulasan dari pembeli lain. Informasi tersebut dapat membantu konsumen dalam menentukan pilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan adanya informasi yang lengkap, konsumen dapat mengambil keputusan pembelian dengan lebih mudah.

Selanjutnya adalah kenyamanan traksaksi. Proses pembayaran yang mudah, cepat, dan aman menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi kepuasan konsumen. Dalam belanja online, konsumen tidak perlu mengantri seperti di toko fisik karena proses pembayaran dapat dilakukan secara digital. Hal ini memberikan kemudahan bagi konsumen dalam menyelesaikan transaksi dengan lebih efisien.

Selain proses sebelum dan saat pembelian, layanan setelah pembelian juga sangat penting. Hal ini dikenal sebagai kenyamanan pasca pembelian. Konsumen biasanya membutuhkan layanan tambahan setelah melakukan transaksi, seperti pengembalian barang, penanganan keluhan, atau bantuan layanan pelanggan. Jika perusahaan mampu memberikan pelayanan yang baik setelah pembelian, maka tingkat kepuasaan konsumen akan meningkat dan kepercayaan terhadap layanan tersebut juga akan semakin tinggi.

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kenyamanan layanan online memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kepuasan konsumen pada mobile commerce. Semakin mudah praktis layanan yang diberikan, maka semakin besar kemungkinana konsumen merasa puas dan terus menggunakan layanan tersebut. Oleh karena itu, pelaku bisnis online perlu terus meningkatkan kualitas layanan mereka agar dapat memberikan pengalaman belanja yang lebih baik bagi konsumen.

Daftar Pustaka

Aridinta, F. A., & Widijoko, G. (2019). Analisis Pengaruh Kenyamanan Layanan Online terhadap Kepuasan Konsumen Mobile Commerce di Indonesia. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya.

Andriani, D. (2018). Lebih dari 90% Masyarakat Belanja Online dari Perangkat Mobile. Diakses dari ekonomi.bisnis.com.

PERAN GAME ONLINE DALAM HIBURAN DAN SOSIALISASI REMAJA

 by : muhammad fathir ramadan


Di era digital saat ini, teknologi berkembang dengan sangat pesat dan memengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk cara remaja menghabiskan ketika luang mereka. salah satu bentuk hiburan yang sangat populer di kalangan remaja adalah game online. Game online tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memiliki peran penting dalam proses sosialisasi remaja. Melalui permainan yang dimainkan secara daring, para remaja dapat berinteraksi menggunakan teman-teman mereka, bekerja sama dalam tim, serta membangun hubungan sosial yang baru.Game online seperti Mobile Legends: Bang Bang, PUBG Mobile, dan Free Fire menjadi sangat populer karena menawarkan pengalaman bermain yang seru dan kompetitif. Remaja dapat bermain bersama teman-teman mereka secara daring, meskipun berada di tempat yang berbeda. Hal ini membuat game online menjadi salah satu sarana hiburan yang menarik dan mudah diakses hanya melalui smartphone dan koneksi internet.Selain menjadi hiburan, game online juga berperan dalam meningkatkan kemampuan kerja sama dan komunikasi. banyak permainan online yang mengharuskan pemainnya bekerja dalam tim untuk mencapai kemenangan. dalam permainan seperti Mobile Legends: Bang Bang, misalnya, setiap pemain memiliki peran tertentu yang harus dijalankan dengan baik. Pemain harus saling berkomunikasi, menyusun strategi, dan membantu satu sama lain agar tim dapat memenangkan pertandingan. dari proses tersebut, remaja dapat belajar tentang pentingnya kerja sama, tanggung jawab, dan kemampuan mengambil keputusan secara cepat.Game online juga dapat menjadi sarana untuk memperluas pertemanan. Melalui fitur komunikasi dalam game, pemain dapat berinteraksi dengan orang lain dari berbagai daerah bahkan negara. Hal ini memungkinkan remaja untuk mengenal budaya, bahasa, dan kebiasaan yang berbeda. dengan demikian, game online dapat membantu meningkatkan kemampuan bersosialisasi serta memperluas jaringan pertemanan mereka.namun demikian, penggunaan game online juga perlu dilakukan secara bijak. Jika dimainkan secara berlebihan, game online dapat Mengganggu aktivitas lain seperti belajar, berolahraga, dan berinteraksi secara langsung dengan keluarga atau teman. oleh karena itu, penting bagi remaja untuk mampu mengatur waktu dengan baik agar game online tetap menjadi hiburan yang positif dan tidak menimbulkan dampak negatif.Kesimpulannya, game online memiliki peran yang cukup besar dalam kehidupan remaja, terutama sebagai sarana hiburan dan sosialisasi. Melalui game online, remaja dapat menghilangkan rasa bosan, membangun kerja sama tim, serta memperluas hubungan pertemanan. namun, agar manfaat tersebut dapat dirasakan secara maksimal, penggunaan game online harus dilakukan secara seimbang dan bertanggung jawab. dengan demikian, game online dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi perkembangan sosial remaja.

Daftar pustaka

 Ratnasari, D. (2025). *DAMPAK GAME ONLINE TERHADAP SIKAP SISWA KEPADA GURU, ORANG TUA DAN TEMAN-TEMAN KELAS (STUDI KASUS DI SD NEGERI 22 TAMALATEA KAB.JENOPONTO)*. Diploma thesis, IAIN Manado.

Amalina, F. A. (2025). Pengaruh Game Online Terhadap Interaksi Sosial Remaja di Desa Sumbergede Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung.


Ketika AI Menjadi Wajah Baru Promosi Produk di Dunia Bisnis Digital

 By: Abriza Madya 

Perkembangan teknologi digital tidak bisa dipungkiri telah membawa perubahan sangat pesat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia bisnis dan juga pemasaran. Jika pada jaman dulu promosi produk dilakukan banyak melewati televisi, radio, dan koran, tapi saat ini strategi pemasaran sudah beralih ke platform digital yang pastinya lebih aktif dan interaktif. Salah satu inovasi terbaru yang kini mulai banyak digunakan dalam strategi pemasaran digital yaitu kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai model dalam video promosi produk. Munculnya AI dalam dunia pemasaran tidak hanya menjadi perkembangan teknologi tetapi juga menjadi strategi baru yang efektif untuk menarik perhatian konsumen di era bisnis digital ini. Dalam dunia bisnis digital yang semakin bersaing perusahaan perlu terus berinovasi untuk menarik konsumen. Banyak variasi produk yang tersedia di pasar membuat perusahaan perlu merancang strategi pemasaran yang unik dibandingkan kompetitornya. Salah satu strategi yang kini sering diterapkan ialah pemasaran berbentuk video. Promosi melalui video dianggap lebih efisien, karena bisa menyampaikan informasi tentang produk secara menarik dan mudah dipahami oleh penonton. Dengan menggunakan video, perusahaan dapat memperlihatkan kelebihan produk, cara penggunaanya serta manfaat yang ditawarkan dengan jelas dibandingkan hanya dengan foto.

Dengan kemajuan teknologi, pembuatan video promosi sekarang tidak lagi hanya melibatkan manusia sebagai model atau pemeran utama. Teknologi AI memudahkan perusahaan dalam menciptakan karakter digital layaknya manusia bisa berbicara, bergerak dan berinteraksi. Karakter digital ini sering disebut sebagai Influencer virtual atau model AI. Model AI ini bisa dibuat dengan berbagai desain menarik, mulai dari karakter animasi dan tokoh yang tampak nyata. Ini menjadikan video promosi berbeda dari iklan biasa konvensional. Pemakaian model AI dalam video promosi memiliki beberapa keuntungan yang membuatnya semakin banyak diminati oleh perusahaan. Salah satu keuntungannya berupa efisiensi dalam proses produksi iklan produk. Dalam pembuatan iklan tradisional, perusahaan biasanya perlu mempersiapkan berbagai hal seperti lokasi, tim produksi, biaya sewa untuk model, dan kamera. Proses produksi sangat memakan banyak waktu dan biaya. Namun, dengan adanya AI sebagian besar proses pembuatan video dapat dilakukan secara digital dengan menggunakan berbagai perangkat lunak. Ini membuat proses pembuatan konten promosi menjadi lebih cepat dan fleksibel. Selain itu, AI menawarkan kemudahan dalam menyesuaikan konten promosi untuk berbagai jenis pasar. Contohnya sebuah video promosi bisa dengan cepat diubah eskpresi wajah, nada suara, dan cara komunikasi melalui AI dapat diatur agar lebih pas dengan karakter audiens yang ditargetkan. Sehingga fitur ini membantu perusahaan agar memiliki pasar yang luas.

Fenomena penggunaan AI dalam mempromosikan produk kini semakin terlihat di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Youtube. Banyak merek yang memanfaatkan karakter digital atau influencer virtual untuk memperkenalkan produk mereka. Strategi ini terbukti efektif dalam menarik perhatian pengguna media sosial, terutama generasi muda yang sudah terbiasa dengan teknologi digital. Kehadiran AI sering menimbulkan rasa ingin tahu yang mendorong audiens untuk menonton video promosi hingga selesai. Selain itu, teknologi AI dapat membantu perusahaan memahami perilaku konsumen. Dengan informasi itu, perusahaan dapat merancang strategi pemasaran yang lebih akurat sehingga kemungkinan keberhasilan promosi menjadi lebih tinggi. Walaupun pemanfaatan AI memberikan banyak manfaat, peran manusia dalam pemasaran tetap sangat penting. Kreativitas, gagasan, dan pemahaman emosi konsumen tetap menjadi faktor kunci dalam membuat pesan promosi yang menarik. AI seharusnya berfungsi sebagai alat yang memperkuat strategi pemasaran bukan sepenuhnya menggantikan manusia. Kerja sama antara kreativitas manusia dan teknologi yang canggih akan menghasilkan konten promosi yang lebih inovatif dan efektif. Dengan cepatnya kemajuan teknologi, penggunaan AI dalam pemasaran diprediksi akan terus tumbuh di masa depan. Perusahaan yang dapat menggunakan teknologi ini dengan bijak akan memiliki peluang lebih besar untuk unggul dalam persaingan di pasar digital. Oleh karena itu, kehadiran AI sebagai wajah baru promosi produk bukanlah sekedar tren sementara, melainkan bagian dari transformasi besar dalam strategi pemasaran di dunia bisnis digital yang akan terus berkembang.

Persaingan Tidak Sehat di Dunia Digital : Praktik Plagiarisme Video Promosi Antar Pedagang

 by : Dyana Ramadani K

Optimalisasi Media Sosial Sebagai Strategi Pemasaran Dalam Bisnis Digital

By: Salma Nabila

Dahulu, media sosial hanyalah ruang digital untuk berbagi foto makanan atau sekadar menyapa kawan lama. Namun, hari ini lanskap tersebut telah berubah total. Bagi dunia bisnis, media sosial telah bertransformasi menjadi medan tempur utama dalam strategi pemasaran digital. Mengelola media sosial bukan lagi soal seberapa sering kita mengunggah konten, melainkan bagaimana kita melakukan optimalisasi yang presisi agar setiap jempol yang berhenti memutar layar (scrolling) bisa berubah menjadi transaksi atau setidaknya loyalitas terhadap merek. Inti dari optimalisasi media sosial sebenarnya terletak pada kemampuan sebuah bisnis untuk menjadi manusia di ruang digital. Secara akademik, ini sering disebut sebagai pembangunan brand personality. Berbeda dengan baliho di pinggir jalan yang kaku dan searah, media sosial menawarkan dialog dua arah yang intim. Strategi pemasaran yang efektif saat ini tidak lagi sekadar berteriak menjajakan produk, tetapi lebih kepada membangun narasi atau storytelling.

Media sosial berfungsi sebagai top of funnel yaitu pintu masuk utama yang menggiring audiens masuk ke dalam ekosistem bisnis kita. Di sinilah kesan pertama dibentuk. Jika sebuah merek mampu menampilkan sisi humanisnya seperti menceritakan proses di balik layar atau nilai-nilai yang mereka perjuangkan maka konsumen tidak lagi merasa sedang dijual, melainkan sedang diajak berteman. Salah satu kunci sukses optimalisasi ini adalah penggunaan data secara cerdas, atau data-driven marketing. Kita tidak bisa lagi menebak-nebak apa yang disukai audiens hanya berdasarkan intuisi. Dengan fitur analitik yang semakin canggih, kita bisa membedah psikografis konsumen dengan sangat detail seperti jam berapa mereka paling aktif, isu sosial apa yang mereka pedulikan, hingga palet warna visual seperti apa yang mampu memicu hormon dopamin mereka.

Sinergi antara konten kreatif dan pemahaman algoritma platform inilah yang menciptakan visibilitas organik. Menariknya, interaksi yang tinggi di media sosial seperti likes, comments, dan shares ternyata memiliki efek domino terhadap otoritas merek di mesin pencari (SEO). Secara tidak langsung, keriuhan di Instagram atau TikTok sedang membantu memperkuat posisi situs web resmi kita di halaman pertama Google. Tren digital bergerak secepat kilat. Fenomena short-form video dan live shopping telah mengubah perilaku belanja masyarakat secara radikal, dari yang sifatnya terencana menjadi impulsif. Fitur-fitur interaktif ini berhasil memangkas jarak antara rasa penasaran dan keputusan membeli secara real-time. Di sinilah konsep Social Commerce menjadi sangat relevan, proses transaksi terjadi langsung di dalam aplikasi tanpa harus berpindah platform. Bagi pelaku UMKM, ini adalah peluang emas. Tanpa anggaran iklan raksasa seperti korporasi besar, sebuah merek lokal tetap bisa bersaing dan menjadi viral asalkan mampu mengemas pesan yang autentik dan relevan dengan tren yang sedang hangat. Kecepatan merespons tren (trendjacking) menjadi kompetensi baru yang wajib dimiliki oleh pemasar digital masa kini.

Di sisi lain, optimalisasi media sosial juga membawa tanggung jawab besar dalam manajemen reputasi. Di ruang publik digital, setiap komentar atau keluhan pelanggan adalah panggung terbuka yang bisa dilihat oleh ribuan orang lainnya. Strategi pemasaran yang canggih sekalipun akan runtuh jika tidak dibarengi dengan layanan pelanggan yang responsif dan empatik. Media sosial kini menjadi garda terdepan layanan konsumen (customer service). Kepercayaan publik dibangun melalui konsistensi respons dan transparansi. Bisnis yang menutup diri dari kritik di media sosial justru akan dianggap tidak kredibel. Sebaliknya, penanganan komplain yang baik di kolom komentar justru seringkali menjadi materi pemasaran gratis yang membuktikan kualitas pelayanan sebuah merek.

Ke depan, optimalisasi akan semakin mengarah pada personalisasi yang sangat tajam. Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) untuk membuat konten yang disesuaikan dengan preferensi tiap individu akan menjadi standar baru. Namun, di tengah banjirnya konten buatan mesin, keaslian akan tetap menjadi mata uang yang paling berharga. Secara keseluruhan, mengoptimalkan media sosial bukan sekadar soal mengikuti tren teknologi, melainkan tentang bagaimana menyelaraskan visi bisnis dengan denyut nadi audiens. Ini adalah perpaduan antara seni bercerita, ketajaman analisis data, dan ketangkasan beradaptasi. Di masa depan yang semakin terdigitalisasi, bisnis yang akan keluar sebagai pemenang bukanlah mereka yang paling keras berteriak, melainkan mereka yang paling mampu mendengarkan dan hadir secara tulus di genggaman ponsel konsumennya.

DAFTAR PUSTAKA

Ansori, A., Jannah, M., Pratiwi, H., Hany, F. M., Nurunnajmi, & Khofifah, L. (2025). Optimalisasi pemasaran melalui media sosial pada UMKM Bakso Cilok Desa Cikeusal. Sawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(2), 200–208.

Librianty, N., Aryadi, Farhas, R. J., Firmananda, F. I., & Rozaini. (2025). Digital marketing management: Optimizing social media and online advertising for business. Digital Marketing Management on Business, 2511.

Prabowo, H., Sutrisno, Gultom, H. C., & Lestari, P. (2025). Pemanfaatan media sosial dalam pemasaran digital. Ekspresi: Publikasi Kegiatan Pengabdian Indonesia, 2(1), 21–26.

Putri, A. N. (2024). Optimalisasi pemasaran digital untuk e-commerce: Dari SEO hingga social media marketing. Media Penerbit Indonesia.


Bisnis Plan

Perkembangan Teknologi Informasi dan Dampaknya terhadap Bisnis Digital

 By: Salsabila Nur Ramadhani       Perkembangan teknologi informasi pada era modern telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehid...