ANALISIS PERUSAHAAN PT GOTO (PERSERO) TBK DENGAN SEGALA ASPEK UNTUK TUGAS STUDI KELAYAKAN BISNIS

Nama:Haniifah Nabiila Aabidah

NIM:235211030

Kelas:MBS/4A

ANALISIS PERUSAHAAN PT GOTO (PERSERO) TBK DENGAN SEGALA ASPEK UNTUK TUGAS STUDI KELAYAKAN BISNIS

PT Gojek Indonesia, yang sekarang lebih dikenal sebagai PT Goto Gojek Tokopedia Tbk, didirikan pada tahun 2010 oleh Nadiem Makarim, bersama dengan beberapa co-founder lainnya. Perusahaan ini bermula dari ide sederhana untuk memanfaatkan layanan ojek, yang merupakan transportasi umum populer di Indonesia, tetapi sering kali tidak terorganisir. Dengan menggunakan aplikasi mobile, Gojek memungkinkan pengguna untuk memesan ojek dengan mudah dan cepat, memberikan solusi praktis untuk tantangan transportasi di perkotaan.

Perkembangan awal Gojek ditandai dengan keberhasilan meluncurkan layanan ojek yang terintegrasi dengan teknologi. Dalam waktu singkat, popularitasnya melonjak, dan Gojek tidak hanya berhenti pada layanan transportasi. Pada tahun 2015, Gojek mulai memperluas layanannya dengan memperkenalkan GoFood, layanan pemesanan makanan yang memanfaatkan jaringan pengemudi untuk mengirimkan makanan dari berbagai restoran. Penyempurnaan layanan ini menjadikan Gojek sebagai platform serba ada yang menghubungkan pengguna dengan berbagai layanan yang mereka butuhkan.

Seiring berjalannya waktu, Gojek terus berinovasi dengan menambah fitur baru seperti GoSend untuk pengiriman barang dan GoPay untuk layanan keuangan. Ini membantu Gojek untuk menciptakan ekosistem yang lebih luas, mengintegrasikan transportasi, kuliner, dan pembayaran dalam satu platform. Pertumbuhan pesatnya menarik perhatian investor besar, yang memungkinkan perusahaan untuk memperoleh dana yang cukup besar untuk ekspansi dan pengembangan lebih lanjut.

Pada tahun 2021, titik penting dalam sejarah Gojek terjadi ketika ia bergabung dengan Tokopedia, salah satu platform e-commerce terbesar di Indonesia, untuk membentuk Goto. Penggabungan ini tidak hanya membawa kekuatan baru bagi kedua perusahaan tetapi juga menciptakan salah satu entitas teknologi terbesar di Asia Tenggara, memperlebar jangkauan dan menawarkan lebih banyak layanan kepada pengguna. Dengan adanya Goto, konsumen dapat mengakses berbagai layanan, mulai dari transportasi hingga belanja online, dalam satu aplikasi, yang semakin memudahkan kehidupan sehari-hari mereka.

Transformasi Gojek dari sebuah startup lokal menjadi raksasa teknologi yang memimpin pasar di Indonesia dan Asia Tenggara adalah contoh nyata dari adaptasi dan inovasi di era digital. Dengan strategi bisnis yang terus berkembang dan pemanfaatan teknologi canggih, Goto berkomitmen untuk terus mendominasi pasar dan meningkatkan layanan bagi pengguna, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia dan perkembangan industri teknologi di kawasan.


1. ASPEK HUKUM

PT Gojek Tokopedia, yang dikenal dengan nama GOTO, adalah salah satu perusahaan teknologi terbesar di Indonesia yang beroperasi di berbagai sektor, termasuk layanan transportasi, pengantaran makanan, dan e-commerce. Dalam konteks hukum, terdapat berbagai aspek penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan ini untuk memastikan operasionalnya sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Sebagai sebuah perseroan terbatas (PT), GOTO terikat oleh ketentuan yang diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, yang mencakup berbagai hal seperti pendirian, tata kelola, pemenuhan modal dasar, dan pengelolaan hubungan antara pemegang saham.

Dorongan untuk investasi, baik dari lokal maupun asing, menjadikan struktur kepemilikan saham GOTO semakin kompleks. Oleh karena itu, perusahaan harus mematuhi regulasi mengenai kepemilikan asing di sektor-sektor tertentu, yang diatur oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan peraturan terkait lainnya. Aspek ini penting untuk menjaga keberlanjutan investasi dan risiko yang mungkin timbul akibat perubahan kebijakan pemerintah.

Selain itu, dengan semakin meningkatnya kepedulian terhadap privasi dan perlindungan data pribadi, GOTO harus mematuhi UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Perusahaan harus memiliki kebijakan yang jelas terkait pengumpulan, penggunaan, dan penyimpanan data pengguna, serta memastikan bahwa data tersebut tidak disalahgunakan. Diperlukan juga sistem keamanan yang memadai untuk melindungi data pengguna dari kebocoran atau pencurian

Dalam menjalankan operasionalnya, GOTO juga berkewajiban untuk memenuhi berbagai izin yang diperlukan untuk berbagai jenis layanan yang ditawarkannya, termasuk kategori transportasi dan pengantaran barang. Izin ini biasanya dikeluarkan oleh pemerintah daerah atau lembaga terkait, dan pelanggaran terhadap regulasi ini dapat berakibat pada sanksi atau penghentian layanan. Selain itu, GOTO harus menjaga praktik bisnis yang sehat dan transparan, sesuai dengan UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, yang mengatur tentang perlindungan persaingan usaha yang adil di pasar.

Di sektor ketenagakerjaan, GOTO juga memiliki tanggung jawab terhadap hubungan dengan karyawan dan mitra kerjanya. Penerapan perjanjian kerja yang adil, serta perlindungan hak-hak tenaga kerja, harus dipatuhi untuk mencegah potensi sengketa hukum di masa mendatang. Sikap yang menghargai hak-hak karyawan dan kemitraan yang saling menguntungkan akan berkontribusi pada reputasi perusahaan dan kepuasan kerja di dalam organisasi.

Tata kelola perusahaan yang baik menjadi salah satu kunci kesuksesan dan keberlanjutan GOTO. Melalui penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan etika bisnis yang tinggi, GOTO dapat mengurangi risiko hukum dan menciptakan kepercayaan di mata pemangku kepentingan, termasuk konsumen, mitra bisnis, dan regulator. Selain itu, perusahaan harus terus memantau dan beradaptasi dengan perkembangan regulasi dan dinamika pasar yang cepat, agar tetap relevan dan kompetitif.

Dengan memperhatikan semua aspek hukum ini, PT Gojek Tokopedia (GOTO) tidak hanya dapat menjaga kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, tetapi juga berinovasi dalam layanan yang ditawarkan, mengingat pentingnya adaptasi dalam industri yang sangat kompetitif dan berkembang pesat. Berkat perhatian yang cermat terhadap aspek hukum, GOTO dapat meraih keberhasilan jangka panjang dan berkontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia.2. ASPEK SOSIAL


2. ASPEK EKONOMI

Model bisnis terintegrasi PT Goto menciptakan ekosistem yang saling mendukung, di mana pengguna dapat mengakses berbagai layanan seperti transportasi, pengiriman makanan, dan e-commerce dalam satu aplikasi. Dengan pendekatan ini, Goto tidak hanya meningkatkan pengalaman pengguna, tetapi juga memperkuat keterlibatan dan loyalitas pelanggan. Setiap transaksi di satu lini layanan memiliki potensi untuk mendorong penggunaan layanan lainnya, yang dapat menyebabkan peningkatan volume transaksi secara keseluruhan. Misalnya, pengguna yang memesan makanan melalui aplikasi Gojek mungkin juga tertarik untuk berbelanja di Tokopedia, dan sebaliknya. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk memperoleh data berharga tentang perilaku pengguna yang bisa digunakan untuk mengoptimalkan strategi pemasaran dan penawaran produk. Selain itu, dengan meningkatnya interaksi antar layanan, Goto menjadi lebih efisien dalam hal biaya operasional dan dapat memaksimalkan profitabilitas seiring dengan pertumbuhan basis pengguna dan volume transaksi yang terus meningkat. Model ini juga memberikan fleksibilitas bagi Goto untuk beradaptasi dengan perubahan tren pasar dan kebutuhan pelanggan, menjaga relevansi dan daya saing di industri yang sangat dinamis ini.


3. ASPEK LINGKUNGAN

​PT Goto, sebagai salah satu perusahaan teknologi dan layanan digital terkemuka di Indonesia, berkomitmen untuk menerapkan praktik berkelanjutan dan memperhatikan aspek lingkungan dalam operasionalnya. Perusahaan ini berusaha mengurangi jejak karbon melalui berbagai inisiatif, seperti penggunaan kendaraan listrik untuk layanan pengantaran dan promosi transportasi ramah lingkungan. Selain itu, Goto menerapkan praktik pengelolaan limbah yang baik dengan fokus pada pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang, serta mendorong pengemudi dan mitra untuk melakukan hal yang sama. Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, Goto terlibat dalam program edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Perusahaan juga memanfaatkan teknologi yang efisien dan ramah lingkungan, termasuk penggunaan energi terbarukan di kantor-kantor dan pusat data mereka. Goto bekerja sama dengan pemerintah dan organisasi non-pemerintah untuk mendukung proyek-proyek pelestarian lingkungan, serta mendorong penggunaan produk ramah lingkungan di platform mereka dengan memberikan insentif kepada konsumen yang memilih opsi berkelanjutan. Inisiatif-inisiatif ini mencerminkan komitmen PT Goto terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan.


4.ASPEK PASAR

   PT Goto Gojek Tokopedia Tbk, atau lebih dikenal dengan Goto, adalah salah satu pemain utama di industri teknologi Indonesia, menawarkan berbagai layanan mulai dari transportasi online hingga e-commerce dan layanan keuangan. Dalam lingkungan yang sangat kompetitif, Goto menghadapi tantangan dari pesaing seperti Grab dan Shopee, yang membuatnya perlu terus berinovasi dan merumuskan strategi yang efektif. Perubahan perilaku konsumen, termasuk peningkatan penggunaan aplikasi mobile dan preferensi untuk belanja online, memberikan peluang sekaligus tantangan bagi Goto dalam memahami dan memenuhi kebutuhan pasar. Regulasi pemerintah yang terkait dengan industri transportasi dan e-commerce juga dapat memengaruhi operasional dan strategi perusahaan, menjadikannya penting untuk selalu memantau kebijakan yang berlaku. Selain itu, investasi dalam teknologi dan inovasi menjadi kunci untuk meningkatkan pengalaman pengguna serta memperkenalkan fitur-fitur baru. Goto juga memiliki fokus pada sektor layanan keuangan melalui GoPay, yang dapat memberikan peluang pertumbuhan tambahan dan memperluas ekosistem bisnisnya. Secara keseluruhan, analisis mendalam tentang pasar, termasuk kinerja keuangan dan potensi ekspansi, akan sangat berguna bagi Goto untuk tetap kompetitif dan tumbuh dalam industri yang dinamis ini

5.ASPEK SDM DAN MANAJEMEN

PT Goto, sebagai salah satu perusahaan teknologi dan platform digital terkemuka di Indonesia, memiliki pendekatan yang komprehensif terhadap aspek sumber daya manusia (SDM) dan manajemen. Dalam hal rekrutmen, Goto berusaha untuk menarik talenta terbaik melalui proses seleksi yang ketat, memastikan bahwa kandidat tidak hanya memiliki keterampilan teknis yang diperlukan, tetapi juga cocok dengan budaya perusahaan yang berfokus pada inovasi dan kolaborasi.

Pentingnya pengembangan karyawan di Goto juga tercermin melalui investasi dalam program pelatihan yang beragam. Perusahaan ini berkomitmen untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan karyawan, baik di bidang teknis maupun manajerial, untuk membantu mereka berkembang dalam karirnya. Dengan menciptakan budaya kerja yang inklusif dan mendukung, Goto mendorong karyawan untuk terlibat aktif dalam proses inovasi dan berbagi ide.

Dalam manajemen kinerja, Goto menerapkan sistem yang memungkinkan karyawan untuk memahami ekspektasi dan tujuan yang harus dicapai. Umpan balik yang berkala dan evaluasi kinerja menjadi bagian penting dari proses ini, guna memfasilitasi pertumbuhan individu dan tim. Di samping itu, kesejahteraan karyawan juga menjadi aspek yang diutamakan, dengan berbagai program dan manfaat yang dirancang untuk mendukung kesehatan fisik dan mental mereka.

Komitmen Goto terhadap keberagaman dan inklusi terlihat dalam upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang mengakomodasi latar belakang yang berbeda, memberikan kesempatan yang sama bagi setiap individu. Dalam pengelolaan SDM, perusahaan memanfaatkan teknologi, seperti sistem informasi sumber daya manusia (HRIS), untuk manajemen data karyawan dan penggajian, yang mempermudah proses administratif.

Secara keseluruhan, strategi manajemen di Goto sangat berfokus pada pencapaian tujuan jangka panjang yang berorientasi pada pertumbuhan dan inovasi. Manajemen yang efektif bertujuan untuk menyelaraskan cita-cita individu dengan visi dan misi perusahaan, sehingga menciptakan tim yang kompeten dan bersemangat untuk berkontribusi terhadap kesuksesan perusahaan secara keseluruhan.


6.ASPEK TEKNIS PRODUKSI DAN OPERASI

Aspek teknis produksi dan operasi PT Goto berperan penting dalam kelancaran dan kesuksesan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan layanan digital ini. Salah satu fokus utama adalah pada infrastruktur teknologi yang canggih, yang mendukung berbagai layanan seperti transportasi, pengantaran makanan, dan layanan keuangan. Infrastruktur ini mencakup server, jaringan, serta perangkat keras dan perangkat lunak yang esensial untuk menjalankan platform secara efisien.

Dalam aspek pengembangan produk, PT Goto memiliki tim khusus yang bertugas untuk merancang, mengembangkan, dan memperbarui aplikasi serta layanan yang ditawarkan. Proses ini biasanya dilakukan dengan metodologi Agile, yang memungkinkan perusahaan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan kebutuhan pengguna dan pasar. Selain itu, pengawasan dan pemeliharaan sistem menjadi hal penting untuk memastikan kelancaran operasional. Dengan adanya sistem pemantauan yang proaktif, tim teknis dapat dengan cepat mengatasi masalah yang mungkin muncul, sehingga pengalaman pengguna tidak terganggu.

Penggunaan analisis data juga menjadi salah satu bagian integral dari strategi operasional Goto. Melalui pengolahan dan analisis data, perusahaan dapat memahami perilaku pengguna secara mendalam, yang kemudian membantu dalam merumuskan strategi pengembangan produk serta meningkatkan layanan. Dalam hal ini, keamanan dan privasi pengguna juga menjadi perhatian serius, dengan berbagai kebijakan dan teknologi yang diterapkan untuk melindungi data serta menjaga sistem dari ancaman siber.

Manajemen rantai pasokan merupakan aspek penting lainnya, terutama untuk layanan pengantaran makanan, di mana koordinasi antara restoran, pengemudi, dan pelanggan sangat krusial. Goto berupaya memastikan bahwa setiap elemen dalam rantai pasokan berfungsi secara efisien dan terintegrasi dengan baik. Selain itu, kemampuan untuk berskala juga menjadi pertimbangan utama dalam desain sistem, sehingga saat permintaan meningkat, kapasitas operasional dapat ditambah dengan mudah.

Terakhir, pengalaman pengguna adalah hal yang sangat diperhatikan dalam setiap aspek produksi dan operasional. Desain antarmuka pengguna (UI) yang menarik dan pengalaman pengguna (UX) yang intuitif menjadi salah satu prioritas, sehingga pelanggan merasa nyaman dan tertarik untuk menggunakan layanan Goto. Dengan menggabungkan semua aspek ini, PT Goto berusaha untuk terus meningkatkan efisiensi operasional serta kualitas produk yang ditawarkan, sambil tetap beradaptasi dengan dinamika pasar yang selalu berkembang.


7. ASPEK KEUANGAN

Aspek keuangan PT Goto sangat penting dalam menentukan kesehatan dan pertumbuhan bisnis perusahaan. Pendapatan Goto berasal dari berbagai sumber, seperti komisi dari layanan transportasi, pengantaran makanan, dan produk layanan keuangan. Dalam menjalankan operasional, Goto mengandalkan peningkatan jumlah transaksi dan akuisisi pengguna untuk meningkatkan pendapatan.

Sebagai perusahaan teknologi, Goto sering kali melakukan penggalangan dana untuk mendukung ekspansi bisnis dan pengembangan produk. Ini mencakup investasi dari investor ventura atau kemungkinan melakukan penawaran umum perdana (IPO) saat perusahaan siap melantai di bursa. Selain itu, biaya operasional menjadi komponen penting yang mencakup pengeluaran untuk pengembangan teknologi, pemasaran, gaji karyawan, dan biaya dukungan pelanggan.

Ketika berbicara mengenai profitabilitas, perusahaan teknologi seperti Goto mungkin mengalami kerugian di tahap awal untuk akuisisi pengguna. Namun, ada harapan bahwa investasi dalam teknologi dan inovasi akan membuahkan hasil di kemudian hari. Untuk menjaga keadaan keuangan tetap stabil, manajemen risiko sangat diperlukan untuk mengatasi fluktuasi pasar, perubahan regulasi, dan persaingan yang ketat.

Likuiditas juga menjadi perhatian utama agar perusahaan memiliki cash flow yang cukup untuk memenuhi kewajiban jangka pendek. Manajemen arus kas yang baik memungkinkan Goto untuk menjalankan operasional sehari-hari tanpa mengalami kesulitan keuangan. Analisis kinerja keuangan dilakukan secara berkala untuk mengevaluasi seberapa baik perusahaan mencapai sasaran keuangan mereka. Laporan laba rugi, neraca, serta arus kas sangat penting untuk menilai kesehatan finansial secara menyeluruh.

Selain itu, strategi pertumbuhan jangka panjang juga akan dipengaruhi oleh aspek keuangan. Goto perlu merancang rencana ekspansi ke pasar baru, mengembangkan produk baru, dan mempertimbangkan akuisisi atau kemitraan sebagai cara untuk meningkatkan portofolio layanan mereka. Dengan memperhatikan seluruh elemen ini, PT Goto berusaha untuk mengelola aspek keuangan secara efektif guna mencapai pertumbuhan berkelanjutan dan meningkatkan nilai bagi para pemangku kepentingan. Keberhasilan di bidang ini akan menjadi kunci dalam strategi bisnis jangka panjang perusahaan.


KESIMPULAN 

PT Gojek Indonesia, saat ini lebih dikenal sebagai PT Goto Gojek Tokopedia Tbk, telah mengalami transformasi menarik sejak didirikan pada tahun 2010 oleh Nadiem Makarim bersama beberapa co-founder lainnya. Dari ide sederhana untuk memperbaiki sistem pemesanan ojek yang sebelumnya tidak terorganisir, Goto kini telah berkembang menjadi salah satu raksasa teknologi di Asia Tenggara. Keberhasilan awal Gojek yang didorong oleh penerapan teknologi dalam layanan transportasi mengantarkan perusahaan ini untuk mengembangkan berbagai layanan tambahan. Hal ini mencakup peluncuran GoFood pada tahun 2015, yang memanfaatkan jaringan pengemudi untuk pengiriman makanan, serta beragam layanan keuangan melalui GoPay. 

Inovasi yang terus dilakukan oleh Goto menunjukkan komitmen perusahaan dalam menciptakan ekosistem yang lebih terintegrasi, di mana semua layanan saling mendukung dan memperkuat satu sama lain. Pembelian Tokopedia pada tahun 2021 merupakan langkah strategis yang tidak hanya memperluas jangkauan pasar Goto, tetapi juga menciptakan sinergi yang menguntungkan antara layanan transportasi dan e-commerce.

Dari sudut pandang hukum, Goto harus mematuhi beberapa regulasi yang mengatur operasional perusahaan, mulai dari UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang mengatur tata kelola, hingga UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi yang semakin penting di era digital saat ini. Dalam hal ini, Goto harus memiliki kebijakan yang jelas dan sistem keamanan yang memadai untuk melindungi data pengguna. Kepatuhan terhadap regulasi ini tidak hanya membantu menjaga reputasi perusahaan, tetapi juga menciptakan kepercayaan di mata konsumen.

Aspek sosial juga menjadi perhatian penting bagi Goto, yang berkomitmen terhadap tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Perusahaan harus dapat menjaga hubungan baik dengan karyawan dan mitra kerja, serta memenuhi hak-hak tenaga kerja, agar dapat membangun iklim kerja yang positif dan menarik. Penerapan perjanjian kerja yang adil serta lingkungan kerja yang inklusif menjadi salah satu prioritas dalam menciptakan kepuasan kerja dan mencegah potensi sengketa di masa depan.

Dari sisi ekonomi, model bisnis terintegrasi yang diadopsi oleh Goto menciptakan sinergi yang menguntungkan. Setiap transaksi di salah satu layanan dapat memicu pengguna untuk mencoba layanan lainnya, yang pada gilirannya meningkatkan volume transaksi secara keseluruhan. Misalnya, pengguna yang menggunakan GoFood mungkin juga cenderung untuk berbelanja di Tokopedia, menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan. Dengan memanfaatkan data analitik yang dihasilkan dari interaksi pengguna, Goto juga dapat menyesuaikan strategi pemasaran dan inovasi produk untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

Dalam hal lingkungan, Goto menunjukkan komitmen yang kuat terhadap keberlanjutan. Perusahaan ini telah memperkenalkan inisiatif untuk meminimalkan jejak karbon, seperti penerapan kendaraan listrik dalam layanan pengantaran dan program edukasi yang meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Dengan kolaborasi bersama pemerintah dan organisasi non-pemerintah, Goto juga berpartisipasi aktif dalam proyek pelestarian lingkungan dan mempromosikan penggunaan produk ramah lingkungan di platform mereka.

Aspek pasar yang menjadi perhatian Goto mencakup tantangan dari kompetitor seperti Grab dan Shopee. Untuk tetap relevan, perusahaan harus terus melakukan inovasi dan menyesuaikan strategi bisnisnya dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin memilih pengalaman berbelanja online dan penggunaan aplikasi mobile. Regulasi yang terus berubah, terutama dalam sektor transportasi dan e-commerce, juga menjadi faktor penting yang mempengaruhi operasional dan strategi jangka panjang Goto.

Dalam konteks sumber daya manusia dan manajemen, Goto sangat menekankan pentingnya karyawan sebagai aset utama perusahaan. Strategi rekrutmen dan pengembangan SDM yang baik membantu menciptakan tim yang kompeten dan inovatif. Pelatihan yang berkelanjutan dan sistem manajemen kinerja yang transparan memastikan karyawan dapat berkembang sesuai dengan visi perusahaan. Komitmen terhadap keragaman dan inklusi juga tercermin dalam kebijakan Goto, yang berupaya menciptakan lingkungan kerja yang mendukung bagi semua individu tanpa memandang latar belakang.

Aspek teknis produksi dan operasi Goto sangat penting dalam menjalankan kelancaran operasional perusahaan. Infrastruktur teknologi yang canggih, menggunakan metodologi Agile untuk pengembangan produk, memungkinkan Goto beradaptasi dengan cepat terhadap kebutuhan pengguna. Penggunaan analisis data yang mendalam membantu perusahaan tidak hanya untuk memahami perilaku pengguna, tetapi juga untuk meningkatkan keamanan dan privasi dalam aplikasi mereka.

Di sisi keuangan, Goto perlu mengelola arus kas dengan baik untuk memastikan likuiditas yang sehat. Pendapatan dari berbagai sumber, termasuk layanan transportasi dan e-commerce, membutuhkan strategi yang solid untuk meningkatkan profitabilitas. Keputusan mengenai penggalangan dana untuk investasi dalam pengembangan teknologi dan ekspansi pasar harus dipertimbangkan dengan hati-hati agar tidak mengganggu stabilitas keuangan perusahaan.

Secara keseluruhan, PT Goto Gojek Tokopedia Tbk telah membuktikan dirinya sebagai pemimpin dalam industri teknologi dan layanan digital di Indonesia. Dengan mengintegrasikan berbagai aspek hukum, sosial, ekonomi, lingkungan, pasar, manajemen SDM, dan operasi dalam strategi bisnisnya, Goto tidak hanya berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada pengguna, tetapi juga untuk berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional dan perkembangan industri teknologi di kawasan.


DAFTAR PUSTAKA

Karsidi, S. (2019). “Visi dan Inovasi Gojek: Transformasi Transportasi di Indonesia.” Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi, Vol. 3(1), hlm. 15-29.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Rani, D. (2021). “Mendorong Keberlanjutan: Inisiatif Goto untuk Lingkungan.” Majalah Lingkungan Hidup, hlm. 52-57.

PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (2022). Laporan Tahunan 2022: Perkembangan dan Rencana Strategi Masa Depan.

Setiawan, A. (2022). “Persaingan di Dunia Digital: Tantangan dan Peluang untuk Goto.” Koran Bisnis Indonesia, 15 September 2022.

Hasan, M. (2023). “Strategi Manajemen SDM di Goto.” Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Vol. 6(2), hlm. 75-81.

Prasetyo, B. (2020). “Inovasi Teknologi dan Keamanan Data di Goto.” Jurnal Sistem Informasi, Vol. 18(1), hlm. 100-110.



Analisis Perusahaan Rifan Berjangka

 Analisis Perusahaan Rifan Berjangka 

PT Rifan Financinindo Berkangka adalah perusahaan pialang terbesar dengan lebih dari 20 tahun pengalaman dalam industri perdagangan berjangka komoditas dan memiliki posisi teratas dari 10 perusahaan pialang berjangka dengan transaksi paling aktif di PT Bursa Berjangkan Jakarta. Selain menjadi anggota pasar saham, Pt Rifan Financinindo Berjangkangi juga merupakan anggota Pt Kleiring Berjangka Indonesia (Persero) dan secara resmi terdaftar dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). PT Rifan Financinindo telah tumbuh sejak tahun 2000 dengan sejumlah perusahaan di kota -kota besar Indonesia. Jakarta (Menara Axa) Markas Besar (Menara Bank DBS), Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya (Ciputra World), Medan, dan Pekanbaru.

 

1. Aspek Hukum dan Kelembagaan


1) Akta Perubahan Anggaran Dasar PT Rifan Financindo Komoditas No. 32 pada tanggal 7 Maret 2000 oleh Notaris Linda Ibrahim SH.

2) Pengesahan Departemen Hukum dan Perundang Undangan Republik Indonesia No : C-21254 HT.01.04.TH.2000.

3) Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB) di Bursa Berjangka Jakarta No : SPAB-024/BBJ/09/00

Izin Usaha

4) Pialang Berjangka : Keputusan Kepala BAPPEBTI No : 08/BAPPEBTI/SI/XII/2000

5) Anggota PT Kliring Berjangka Indonesia No : 03/AK-KJBK/XII/2000

6) Perjanjian Kerjasama dengan Pedagang Penyelenggara SPA, PT Royal Assetindo No : 017/KOM/RFB-RA/III/2006

7) Pemberian persetujuan sebagai peserta SPA dari BAPPEBTI No : 1162/BAPPEBTI/SP/5/2007

8) Penetapan sebagai Pialang Berjangka yang melakukan kegiatan penerimaan calon nasabah secara Elektronik On-Line di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi kepada PT Rifan Financindo Berjangka No : 28/BAPPEBTI/KEP-PBK/09/2014

Bentuk perusahaan: Perusahaan terbatas (PT)

Status Badan usaha: Swasta

Kepatuhan Hukum: 

1) Memastikan setiap kegiatan perusahaan sesuai aturan BAPPEBTI dan bursa

2) Mengedukasi dan memberi pelatihan internal kepada karyawan agar paham aturan terbaru

3) Menjaga transparansi dengan nasabah, termasuk menyediakan dokumen resmi dan kontrak berjangka yang sah

4) Melakukan audit internal dan pelaporan rutin kepada otoritas.


2. Aspek sosial dan ekonomi


Dampak sosial : 


1. Menciptakan lapangan kerja baru: membuka peluang kerja bagi masyarakat local dibidang keuangan, marketing, dan operasional. Hal ini membantu mengurangi tingkat pengangguran dan membantu meningkatkan kualitas SDM local.

2. Mengedukasi keuangan masyarakat: Rutin mengadakan seminar, workshop dan pelatihan public mengenai pasar berjangka dan pengelolaan resiko investasi. Edukasi ini membantu masyarakat memahami cara kerja pasar keuangan dan menghindari investasi bodong

3. Membangun citra positif: dengan pendekatan edukatif dan transparan, perusahaan turut membantu membangun kembali kepercayaan masyarakat. 

Program CSR

PT Rifan menjalankan beberapa kegiatan tanggung jawab sosial, terutama di bidang edukasi. Mereka sering mengadakan seminar literasi keuangan gratis untuk masyarakat umum, pelajar, dan mahasiswa. Selain itu, perusahaan juga terlibat dalam kegiatan sosial seperti donor darah, pembagian sembako, dan bantuan saat bencana. Meski tidak terlalu masif, CSR ini menunjukkan upaya perusahaan dalam membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar. 

3. Aspek lingkungan

Sebagai perusahaan pialang, Rifan berjangka tidak memiliki dampak besar terhadap lingkungan, seperti pencemaran udara, air, atau limbah padat. Namun tetap ada dampak secara tidak langsung melalui konsumsi energi listrik, penggunaan kertas dalam sistem operasional dan juga mobilitas karyawan yang bisa berkontribusi pada emisi karbon.

Praktik ramah lingkungan yang digunakan : 

1) digitalisasi layanan

2) pemgurangan penggunaan kertas

3) pengggunaan teknologi cloud dan virtual meeting

Kebijakan ESG belum dikomunikasikan secara eksplisit, terutama dalam aspek lingkungan. Namun, dalam aspek sosial dan tata kelola, perusahaan sudah menunjukkan kepatuhan pada regulasi pemerintah serta memberikan edukasi publik. Governance atau tata kelola dilakukan secara transparan dengan pengawasan dari otoritas seperti BAPPEBTI dan KBI. Perusahaan tampaknya masih perlu meningkatkan aspek “Environmental” dalam ESG mereka.


4. Aspek Pasar


Target pasar : 

• individu

• korporasi

Persaingan : 

• bersaing cukup ketat, dengan lebih dari 60 perusahaan yang terdaftar di BAPPEBTI

Strategi mempertahankan klien:

• pendidikan dan literasi

• platform yang mhdah diakses

• layanan nasabah profesional

• testimoni

Pengaruh tren terhadap operasional

• digitalisasi (efisiensi dan memperluas jangkauan pasar) 

• regulasi ketat (BAPPEBTI dan otoritas lain memperketat pengawasan untuk perlindungan konsumen. RFB harus terus menyesuaikan operasional dan transparansi agar tetap kompetitif)

5. Aspek SDM dan Manajemen


• Struktur organisasi

PT Rifan Financindo Berjangka memiliki struktur organisasi yang terpusat dan profesional, dipimpin oleh jajaran direksi yang mengatur operasional strategis perusahaan. Di bawah direksi, terdapat beberapa divisi utama seperti Divisi Legal dan Kepatuhan, Divisi Keuangan, Divisi Pemasaran, Divisi Manajemen Risiko, Divisi Teknologi Informasi, serta Divisi Sumber Daya Manusia. Kantor pusatnya berada di Jakarta, sementara kantor cabangnya tersebar di berbagai kota besar seperti Bandung, Medan, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, dan lainnya. Masing-masing cabang juga memiliki struktur mini yang mengadaptasi struktur pusat.


• Strategi perekrutan dan pengembangan karyawan

Rifan membuka banyak lowongan melalui media online seperti Jobstreet, Indeed, dan walk-in interview. Sistem rekrutmen cukup terbuka, namun cenderung menitikberatkan pada posisi marketing yang memiliki target penjualan tinggi. Banyak pelamar yang masuk tanpa latar belakang keuangan karena perusahaan memberikan pelatihan awal. Meskipun begitu, ada beberapa kritik tentang transparansi sistem komisi dan benefit yang perlu ditingkatkan.


• Sistem pelatihan dan peningkatan kapasitas SDM 

Perusahaan memberikan pelatihan intensif kepada karyawan baru, terutama di bidang marketing dan pengenalan produk investasi. Pelatihan tersebut mencakup teknik presentasi, strategi closing klien, hingga edukasi dasar-dasar perdagangan berjangka. Selain itu, terdapat sesi pelatihan berkelanjutan dan coaching untuk meningkatkan performa karyawan secara berkala, terutama untuk mencapai target perusahaan.


6. Aspek Teknis Produksi dan Operasional

Produksi


• Produk atau jasa yang akan dijual 

i. Kontrak berjangka emas (GOL)

ii. Kontrak berjangka emas 250 gram (GOL250)

iii. Kontrak berjangka olein (OLE)

iv. Produk derivatif perak Loco London XAG10 (Rupiah) dan XAGF (USD)

v. Produk derivatif emas Loco London XUL10 (Rupiah) dan XULF (USD)

vi. Indeks Komoditas Tembaga

vii. Hang Seng Index Futures

viii. Nikkei 225 Index Futures

ix. Indeks Mata Uang Australia

x. Indeks Mata Uang Eropa


• Proses produksi dan pengoperasian bisnis

i. Penyediaan Produk Perdagangan Berjangka

RFB menawarkan berbagai produk perdagangan berjangka komoditi, termasuk kontrak berjangka, kontrak derivatif syariah, dan Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) yang memungkinkan transaksi bilateral di luar bursa resmi. Produk unggulan adalah Spot Gold (emas) yang banyak diminati untuk investasi dan hedging.

ii. Edukasi dan Penjelasan kepada Nasabah

Sebelum melakukan transaksi, calon nasabah bertemu dengan Wakil Pialang Berjangka untuk mendapatkan penjelasan lengkap mengenai manfaat, risiko, peraturan perdagangan, dan mekanisme transaksi. Nasabah juga diwajibkan membaca dan menandatangani Buku Perjanjian yang berisi dokumen penting seperti aplikasi pembukaan rekening, pemberitahuan risiko, dan perjanjian pemberian amanat.

iii. Pembukaan Rekening dan Penempatan Dana

Nasabah melakukan transfer dana ke rekening terpisah (segregated account) yang disetujui oleh BAPPEBTI dan digunakan sebagai margin untuk transaksi. Dana nasabah dipisahkan dari aset perusahaan untuk menjamin keamanan.

iv. Pelaksanaan Transaksi

Transaksi dilakukan secara elektronik online melalui platform trading yang disediakan RFB, dengan pengawasan Bursa Berjangka Jakarta dan Lembaga Kliring Berjangka Indonesia. Nasabah dapat melakukan transaksi kapan saja selama margin mencukupi

v. Pelaporan dan Monitoring

Nasabah menerima laporan transaksi harian yang dapat diakses melalui email, fax, pos, atau platform online trading. Hal ini memberikan transparansi dan kontrol atas investasi yang dilakukan


Operasional 

• Melakukan edukasi dan konsultasi kepada calon nasabah mengenai produk dan risiko perdagangan berjangka

• Melaksanakan proses pembukaan rekening dan verifikasi dokumen Administrasi

• Menjalankan transaksi perdagangan berjangka secara online dengan pengawasan ketat

• laporan transaksi harian dan monitoring posisi nasabah secara real-time

• Melakukan riset pasar dan analisis untuk mendukung keputusan investasi nasabah

• Menjaga kepatuhan terhadap regulasi dan menangani pengaduan nasabah melalui departemen kepatuhan

• Mengelola operasional kantor cabang dan pengembangan jaringan pemasaran di berbagai wilayah


7. Aspek Keuangan 

   Sebagai perusahaan swasta, laporan keuangan PT Rifan tidak dibuka untuk umum. Namun, berdasarkan data dari Bursa Berjangka Jakarta, Rifan seringkali berada di posisi pialang teraktif dalam volume transaksi, yang menunjukkan arus kas dan kondisi keuangan mereka cenderung positif. Keberadaan cabang-cabang yang terus berkembang juga menunjukkan adanya pertumbuhan modal dan ekspansi yang cukup baik.

Sumber pendapatan utama PT Rifan Financindo Berjangka berasal dari komisi transaksi perdagangan berjangka yang dilakukan oleh para nasabahnya. Perusahaan menyediakan berbagai produk perdagangan berjangka seperti kontrak berjangka komoditi, kontrak derivatif, dan produk unggulan seperti Spot Gold (emas) yang sangat diminati untuk investasi dan hedging. Dengan sistem margin trading, nasabah dapat melakukan transaksi dengan modal relatif kecil namun nilai transaksi besar, sehingga volume transaksi yang tinggi menghasilkan pendapatan komisi yang signifikan bagi perusahaan. 

Perusahaan mengelola risiko keuangan melalui penerapan manajemen risiko yang sesuai regulasi dari BAPPEBTI dan Bursa Berjangka Jakarta. Pengelolaan risiko dilakukan dengan menggunakan sistem margin trading, batasan risiko transaksi, serta manajemen portofolio klien yang ketat. Divisi manajemen risiko berperan aktif dalam memantau posisi terbuka nasabah dan memberikan rekomendasi untuk menjaga posisi tetap aman. Selain itu, sistem kliring dari Kliring Berjangka Indonesia (KBI) juga berperan penting dalam menghindari risiko gagal bayar.

Tidak ada indikasi bahwa PT Rifan Financindo Berjangka secara terbuka menawarkan saham atau instrumen investasi lain kepada publik untuk pendanaan eksternal. Perusahaan lebih berorientasi pada pengembangan bisnis melalui peningkatan volume transaksi dan ekspansi jaringan kantor operasional di berbagai kota besar di Indonesia. Dengan demikian, PT Rifan Financindo Berjangka cenderung mengelola pendanaan internal dan operasionalnya tanpa membuka peluang investasi atau pendanaan eksternal secara publik seperti perusahaan terbuka pada umumnya.


8. General Insight

Tantangan terbesar yang dihadapi

• Edukasi kepada masyarakat : banyak masyarakat Indonesia belum memahami instrument derivatif, RFB harus harus melawan stigma negatif terhadap pialang.

• Persaingan ketat antar industri : persaingan antar pialangsangat ketat baik dari sisi fee, teknologi, maupun layanan edukasi. Perusahaan juga harus berinvasi untuk menjaga loyalitas klien. 

Rifan menggunakan strategi edukasi sebagai ujung tombak pemasaran, dengan menyasar klien dari berbagai kalangan yang ingin belajar tentang investasi dan perdagangan berjangka. Seminar gratis, sesi konsultasi, dan pelatihan langsung menjadi nilai tambah yang menarik. Selain itu, mereka menyediakan analisis pasar harian dan akses ke berbagai produk investasi, sehingga klien merasa didukung. Sistem pelayanan pelanggan yang aktif dan follow-up rutin juga menjadi bagian dari strategi mempertahankan klien.

 Rifan unggul dari sisi jangkauan nasional dan legalitas. Tidak semua pialang memiliki kantor cabang sebanyak Rifan dan sertifikasi resmi dari BAPPEBTI. Perusahaan ini juga dikenal karena aktif mengedukasi pasar dibanding hanya fokus pada penjualan produk. Mereka memposisikan diri bukan hanya sebagai pialang, tapi juga sebagai konsultan investasi. Reputasi sebagai “pialang teraktif” turut meningkatkan kepercayaan publik.


Penulis : 

1. Adifatus Tsalisa (235211050)

2. Muhammad Rocky Ultrano (235211060)

3. Nanda Sabrina Azahra (235211066)

4. Muhammad Bintang Pamungkas (235211069)

5. Andifa Nurasyam Zuhdi (235211080)


 

Bisnis Plan

Manajemen Investasi Teknologi Informasi

MANAGEMENT INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI            Oleh: AlFattah Candra S.R - Prodi MAZAWA   1. Management Investasi IT A. Konsep Manageme...