Belanja Sekali Klik : Realitas Gen Z di Era Marketplace Oleh : Desta Herawati

 Oleh : Desta Herawati

Teknologi digital telah mengubah kehidupan masyarakat secara signifikan, terutama dalam hal berbelanja. Sekarang dapat dilakukan hanya dengan ponsel dan koneksi internet daripada harus datang langsung ke toko. Generasi Z mengetahui situasi ini. Mereka berkembang di tengah kemajuan teknologi, sehingga kehadiran pasar sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Pasar maya seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada telah menjadi platform yang sangat disukai oleh Gen Z karena kemudahan akses, tampilan aplikasi yang menarik, dan berbagai promosi yang ditawarkan membuat belanja online menjadi menyenangkan dan praktis. Gen Z dapat mencari produk, membandingkan harga, membaca ulasan, dan membayar dengan beberapa sentuhan layar. Istilah "belanja sekali klik" berasal dari proses yang cepat ini.

Namun, kemudahan tersebut juga membawa dampak yang cukup nyata. Salah satu realitas yang sering dialami Gen Z adalah meningkatnya perilaku konsumtif. Banyak pembelian dilakukan bukan karena kebutuhan, melainkan karena tergoda diskon, gratis ongkir, atau tren yang sedang ramai di media sosial. Flash sale dan promo tanggal kembar sering kali membuat Gen Z merasa harus segera membeli barang sebelum kesempatan hilang. Tanpa disadari, kebiasaan ini dapat memengaruhi kondisi keuangan pribadi. Selain itu, penggunaan fitur paylater menjadi fenomena yang cukup menonjol di kalangan Gen Z. Fitur ini memberikan kemudahan untuk membeli barang sekarang dan membayarnya di kemudian hari. Bagi sebagian Gen Z, paylater dianggap solusi praktis ketika dana terbatas.

Namun, kurangnya pemahaman tentang pengelolaan keuangan membuat sebagian dari mereka mengalami kesulitan membayar tagihan. Beberapa kasus yang diberitakan menunjukkan mahasiswa dan pekerja muda harus menghadapi beban utang kecil yang terus menumpuk akibat penggunaan paylater yang tidak terkontrol. Di sisi lain, marketplace juga membuka peluang positif bagi Gen Z. Banyak anak muda yang memanfaatkan platform ini untuk memulai usaha sendiri. Dengan modal yang relatif kecil, Gen Z dapat menjual produk seperti pakaian, makanan, aksesoris, atau barang buatan tangan. Kreativitas dan kemampuan memanfaatkan media digital menjadi modal utama. Tidak sedikit kisah sukses Gen Z yang berhasil membangun bisnis online dan memperoleh penghasilan mandiri melalui marketplace.

Selain itu, pasar menawarkan banyak pekerjaan baru yang diminati Gen Z, seperti pengelola toko online, affiliate marketer, pembuat konten produk, dan kurir logistik. Dinilai bahwa pekerjaan ini lebih fleksibel dan sesuai dengan gaya hidup anak muda. Namun demikian, realitas di lapangan menunjukkan bahwa pekerjaan di sektor ini tidak selalu mudah. Tekanan target, jam kerja yang panjang, dan persaingan yang ketat menjadi tantangan yang harus dihadapi. Masalah keamanan juga menjadi bagian dari realitas Gen Z di era marketplace. Kasus penipuan online, barang yang tidak sesuai dengan deskripsi, atau toko yang tidak bertanggung jawab masih sering terjadi. Gen Z yang terbiasa dengan kecepatan terkadang kurang teliti dalam membaca ulasan atau mengecek reputasi penjual. Pengalaman-pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa kehati-hatian tetap diperlukan meskipun transaksi dilakukan secara digital.

Selain sebagai tempat transaksi, marketplace juga memengaruhi gaya hidup Gen Z. Keputusan membeli barang sering kali dipengaruhi oleh ulasan pengguna lain, rekomendasi influencer, dan tren yang viral. Marketplace menjadi ruang di mana selera, opini, dan kebiasaan konsumsi terbentuk. Hal ini menunjukkan bahwa peran marketplace tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga sosial. Secara keseluruhan, belanja sekali klik menunjukkan kehidupan Gen Z di era marketplace yang penuh dengan kemudahan tetapi juga penuh dengan tantangan. Pasar menawarkan kemudahan akses, efisiensi, dan peluang ekonomi, tetapi juga membawa risiko konsumtif, masalah keuangan, dan keamanan digital. Gen Z harus sadar dan bijak saat menggunakan pasar.

Dengan literasi digital dan keuangan yang baik, Gen Z dapat menjadikan marketplace sebagai sarana yang bermanfaat, bukan sekadar tempat berbelanja impulsif. Belanja sekali klik seharusnya menjadi simbol kemajuan, bukan sumber masalah, dalam kehidupan Gen Z di era digital.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bisnis Plan

Scroll, Klik, Untung: Peran Teknologi Informasi dalam Bisnis Modern

 Oleh : Hafidz Ahzar Saputra 245211084 Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia...