User Experience dan Dampaknya terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Digital

 Oleh: Maretta Sofiy Saputri

Perkembangan pemasaran digital di era sekarang sangat bergantung pada peran content creator dalam mempromosikan produk melalui platform media sosial, seperti Tiktok, Instagram, dan Shopee. Dengan menggunakan video, foto, atau penjelasan singkat, content creator bisa membuat pengikutnya tertarik dan percaya terhadap produk tersebut. Biasanya, produk yang sedang dipromosikan ditampilkan berupa tautan yang ditempatkan di bio atau fitur kumpulan link, sehingga pengguna dapat mengakses halaman pembelian dengan mudah. Namun, dalam kenyataannya sering kali terdapat berbagai masalah user experience (UX) yang justru menghalangi proses pembelian. Ini menunjukkan bahwa suksesnya strategi pemasaran digital tidak hanya tergantung pada menariknya sebuah konten, tetapi juga pada bagaimana user experience (UX) setelah mereka mengklik tautan tersebut.

Masalah yang sering terjadi adalah tautan promosi tidak tersusun secara rapi. Banyak pembuat konten menampilkan berbagai produk di satu halaman yang panjang tanpa membagi produk tersebut ke dalam kategori yang jelas. Produk seperti pakaian, skincare, dan aksesoris dicantumkan dalam satu daftar tanpa ada tanda atau keterangan khusus. Akibatnya, pengguna perlu menggulir cukup jauh untuk menemukan produk yang mereka cari. Dalam perilaku konsumen digital yang sering menginginkan cepat dan praktis, proses yang terlalu lama dan tidak teratur bisa membuat orang kehilangan minat beli.

Masalah berikutnya adalah adanya hambatan teknis di tautan tersebut. Banyak pengguna menghadapi masalah seperti loading yang lambat, halaman tidak berespons, atau bahkan hanya menampilkan layar kosong atau blank page. Padahal, ketika pengguna mengklik link, mereka biasanya sudah tertarik dengan produk yang sedang dipromosikan. Hambatan teknis yang begitu kecil sekalipun bisa menghentikan proses pengambilan keputusan pembelian konsumen yang menggunakan marketplace cenderung memiliki banyak pilihan dan biasanya tidak akan sabar jika prosesnya terasa sulit atau memakan waktu terlalu lama.

Selain masalah teknis dan struktur tautan, ada juga kasus di mana produk yang terlihat dalam konten tidak sesuai dengan produk yang tersedia di tautan pembelian. Di beberapa kasus, content creator mempromosikan barang dengan merek tertentu, tetapi ketika pengguna mengklik tautan yang diberikan, produk yang muncul justru berasal dari merek lain atau merupakan barang yang mirip tetapi memiliki kualitas yang berbeda. Meskipun penampilan barang terlihat sama, perbedaan merek atau status sebagai produk tiruan bisa memengaruhi cara konsumen memandang kualitas dan keaslian barang tersebut.

Ketidaksesuaian ini menyebabkan pengalaman yang membingungkan dan bisa mengurangi kepercayaan konsumen. Apa yang terlihat dalam konten harusnya sesuai dengan apa yang terdapat di halaman pembelian. Jika ada perbedaan, pelanggan bisa merasa bingung dan meragukan tingkat transparansi promosi itu. Dalam jangka panjang, kondisi ini tidak hanya memengaruhi keputusan beli saat itu, tetapi juga berdampak pada kualitas content creator serta brand yang dipromosikan.

Dari segi strategi pemasaran digital, seluruh proses mulai dari tahap promosi sampai pada proses pembelian harus berjalan secara terstruktur. Konten yang menarik memang bisa membuat orang tertarik dan memperhatikan, tetapi tahap setelah klik juga sangat penting dalam menentukan apakah seseorang benar-benar melakukan tindakan yang diharapkan. Jika user experience (UX) di akhir proses tidak baik, maka kesempatan untuk menjual produk bisa hilang. Bahkan, pengalaman buruk bisa menyebar lewat ulasan atau komentar dari orang lain, sehingga memengaruhi cara orang umum memandang sesuatu secara lebih luas.

Maka dari itu, meningkatkan user experience (UX) dalam promosi digital sangat penting sekali. Tautan promosi harus dibuat dengan rapi, diuji secara teknis sebelum dibagikan, dan memastikan bahwa produk yang dipromosikan sesuai dengan produk yang tersedia di halaman pembelian. Tanpa dukungan dari pengalaman pengguna yang baik, strategi pemasaran yang kreatif dan menarik pun bisa berisiko menghilangkan peluang untuk mengubah pengunjung menjadi pelanggan serta menurunkan tingkat kepercayaan konsumen.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa user experience (UX) memainkan peran penting dalam menentukan keberhasilan strategi pemasaran digital. Kasus link promosi dari content creator yang tidak efektif menunjukkan bahwa masalah teknis, struktur yang tidak jelas, dan ketidaksesuaian produk bisa menghambat proses pembelian yang sedang hampir selesai. Oleh karena itu, dalam persaingan bisnis digital yang semakin sengit, user experience (UX) harus menjadi hal utama yang diperhatikan agar strategi pemasaran bisa menghasilkan hasil yang baik dan terus berkelanjutan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bisnis Plan

Customer Relationship Management sebagai Penentu Loyalitas Pelanggan Digital

 Oleh : Hafifah Sitaturohmah / 245211087 Pernahkah kita merasa bahwa terdapat sebuah aplikasi belanja yang bisa memahami apa yang kita butuh...