Dari Scroll ke Checkout: Strategi Pemasaran Digital di Tiktok dalam Mengubah Hiburan Menjadi Transaksi Digital
Pernahkah kamu berniat cuma ingin melihat video hiburan lucu di Tiktok selama beberapa
menit, tapi tanpa sadar akhirnya menekan tombol “Beli Sekarang”?. Fenomena ini bukan
kebetulan, tapi ini adalah strategi bisnis di era digital, dimana mengubah tontonan seru menjadi
transaksi.
Perkembangan teknologi membuat perubahan besar di zaman sekarang. Dimana di era
sekarang ini belanja tidak harus di toko, bisa saja melalui platfrom digital / e-commerce. Platfrom
digital yang berkembang pesat dan banyak digunakan oleh masyarakat adalah Tiktok. Tiktok bukan hanya sekedar media hiburan yang berisi orang-orang berjoget/ bahkan velocity saja, tetapi Tiktok dapat mengubah aktivitas “scrolling” pengguna menjadi peluang transaksi bisnis digital. Hal ini terjadi karena konten yang menarik mampu membuat penonton tertarik untuk membeli produk yang di tampilkan dalam konten.
Fenomena “dari scroll ke checkout” menjadi gambaran perilaku konsumen di era digital.
Pengguna yang awalnya hanya menonton video secara santai dapat tertarik pada produk yang
ditawarkan di FYP tiktok. Penonton zaman sekarang paling malas kalau disuguhi iklan yang kaku dan terlalu formal. Penonton lebih menyukai konten yang alami, singkat, menghibur dan tidak terlihat seperti promosi secara langsung. Oleh karena itu, sebagai penjual harus lebih kreatif dalam membuat kontem pemasaran dan mengikuti trend, seperti menggunakan lagu yang viral, atau membuat konsep video pendek yang relevan dengan topik yang sedang dibicarakan. Dunia digital
bergerak sangat cepat sehingga apa yang viral hari ini bisa saja tidak menarik lagi dalam waktu
yang singkat. Jadi, penjual harus “melek” terhadap trend dan mampu menarik perhatian penonton.
Dulu, ketika melihat iklan di media sosial, kita harus repot-repot membuka aplikasi lain/
membuka browser, cari nama tokonya, lalu baru bisa belanja. Namun, di era yang serba maju,
platform seperti Tiktok menghadirkan fitur Tiktokshop. Melalui fitur tersebut pengguna Tiktok langsung bisa melihat produk dan melakukan pembelian hanya dalam satu aplikasi. Dimana ketika suatu produk di promosikan dalam konten, biasanya akan muncul ikon belanja yang dikenal sebagai keranjang kuning. Ikon ini memudahkan pengguna menekan produk yang ditampilkan, melihat informasi lebih lanjut mengenai barang tersebut, hingga melakukan pembelian.
Selain itu, Fitur Tiktok juga menyediakan layanan live Streaming yang saat ini banyak
digunakan oleh para penjual. Dimana penjual bisa berinteraksi langsung dengan penonton dan bisa memperlihatkan produk secara detail. Cara ini memungkinkan calon pembeli dapat melihat produk secara nyata serta bisa tanya jawab sehingga penonton mendapatkan pejelasan secara langsung dari penjual. Dalam sesi live streaming, penjual biasanya menawarkan berbagai promosi yang hanya berlaku selama siaran berlangsung. Promo tersebut dapat berupa potongan harga khusus, vocher, maupun penawaran terbatas yang tidak tersedia di luar sesi live. Strategi ini membuat penonton merasa memiliki kesempatan untuk mendapatkan produk dengan harga murah, sehingga mendorong mereka untuk segera melakukan pembelian selama siaran berlangsung.
Promosi produk di Tiktok juga banyak melibatkan konten kreator dan affiliate. Dimana,
konten kreator dapat membantu memasarkan produk melalui video maupun sesi live streaming yang mereka buat. Kreator biasanya menampilkan cara penggunaan produk, keunggulan dari barang tersebut kepada penonton sehingga informasi mengenai produk dapat tersampaikan lebih menarik. Pengaruh konten creator dalam mempromosikan produk juga dapat memunculkan fenomena FOMO (Fear of Missing Out), yaitu perasaan tidak ingin ketinggalan tren yang sedang popular. Ketika creator memiliki banyak pengikut, para penonton sering kali ikut tertarik untuk membeli produk yang sama/ produk yang di promosikan. Hal ini terjadi karena pengikut merasa ingin mengikuti tren yang sedang ramai atau ingin menggunakan produk yang sama dengan kreator yang mereka idolakan.
Melalui program affiliate, kreator juga akan memperoleh komisi dari setiap produk yang
berhasil dijual melalui tautan atau keranjang kuning yang mereka bagikan. Dengan demikian, kerja sama antara penjual, konten kreator, dan sistem affiliate dapat membantu memperluas jangkauan promosi sekaligus meningkatkan peluang terjadinya transaksi dalam fitur TiktokShop di aplikasi Tiktok.
Dengan demikian, fenomena “dari scroll ke checkout” menunjukkan bahwa media sosial
tidak lagi sekadar menjadi tempat hiburan, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi
pemasaran digital. Melalui kombinasi konten kreatif, fitur TikTok Shop, live streaming, serta
peran konten kreator dan affiliate, proses promosi hingga transaksi dapat terjadi dalam satu platform yang sama. Hal ini membuktikan bahwa di era bisnis digital, kemampuan mengemas hiburan menjadi strategi pemasaran yang menarik merupakan kunci penting dalam menarik perhatian konsumen dan mendorong terjadinya transaksi digital.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar