By: Khitotun Nahdiah (245211064)
Perkembangan teknologi informasi dari masa ke masa telah membawa perubahan besar dalam berbagai sektor kehidupan, dunia bisnis tentunya tidak lepas dari perubahaan ini. Digitalisasi memungkinkan proses pemasaran, transaksi, dan komunikasi antara pelaku usaha dan konsumen dilakukan secara lebih cepat dan efisien. Nah, dalam konteks seperti ini, platform digital menjadi salah satu sarana utama yang digunakan oleh pelaku usaha untuk dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Berbagai platform media sosial dan marketplace kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi ekosistem bisnis digital. Misalnya platform seperti TikTok dan Instagram, telah dimanfaatkan oleh banyak pelaku usaha sebagai media promosi sekaligus penjualan produk. Melalui platform tersebut, pelaku usaha dapat menjangkau konsumen secara lebih luas tanpa harus memiliki toko fisik.
Melalui platform digital, pelaku usaha dapat memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat dengan lebih mudah, cepat dan efisien. Selain itu, platform digital juga menyediakan berbagai fitur yang mendukung aktivitas bisnis, seperti promosi, komunikasi dengan konsumen, hingga sistem transaksi. Ini pasti memberi kesempatan lebih besar bagi para pengusaha untuk menjual produk mereka tanpa perlu menghabiskan biaya operasional yang besar, seperti bayar sewa toko dan berbagai biaya lainnya. Selain itu, kemudahan dalam membuat akun dan memasarkan produk melalui platform digital juga membuat semakin banyak orang tertarik untuk memulai usaha. Dengan memanfaatkan platform digital, pelaku usaha dapat menjangkau konsumen dari berbagai daerah dengan lebih cepat.
Namun kondisi ini juga membuat pelaku usaha berada dalam posisi yang cukup rentan di balik berbagai kemudahan tersebut. Munculnya fenomena baru, seperti adanya ketergantungan yang tinggi terhadap ekosistem digital dan infrastruktur teknologi. Fenomena ini juga dapat diamati dalam praktik bisnis digital saat ini, banyak pelaku usaha yang menjadikan platform digital sebagai satu-satunya sarana dalam menjalankan hampir seluruh aktivitas bisnisnya. Kita semua juga sudah tidak asing lagi atau bahkan sudah melekat dalam aktivitas sehari-hari dan dalam pemenuhan kebutuhan.
Dari sini kemudian menghasilkan pandangan baru mengenai dampak yang dihasilkan, salah satunya yaitu meningkatnya resiko bisnis ketika terjadi perubahan kebijakan atau sistem pada platform yang digunakan. Perubahan algoritma misalnya, dapat membuat konten promosi atau produk yang ditawarkan tidak lagi muncul dalam jangkauan banyak pengguna, dampak lain dari itu juga menimbulkan adanya persaingan yang lebih ketat. Lalu muncul pertanyaan baru, jika ketergantungan terhadap ekosistem digital ini tidak dipersiapkan adanya alternatif lain sebagai penangananya, lalu bagaimana pengaruh ketergantungan ekosistem digital terhadap keberlanjutan bisnis?
Selain faktor internal platform, muncul pula faktor eksternal yang bisa memengaruhi keberlanjutan bisnis. Kita pasti sudah banyak mendengar berita mengenai isu-isu permasalahan geopolitik yang sedang terjadi akhir-akhir ini, dinamika geopolitik global juga dapat memengaruhi keberlanjutan bisnis digital. Konflik internasional berpotensi berdampak pada stabilitas infrastruktur digital, kebijakan perusahaan teknologi, hingga sistem transaksi lintas negara. Kondisi seperti ini dapat menimbulkan keterbatasan dalam aktivitas bisnis yang sangat bergantung pada platform digital.
Bayangkan jika semua kemungkinan ini terjadi, mau tidak mau kita harus bisa mencari alternatif lain agar tetap dapat mempertahankan keberlanjutan bisnis yang dijalani, terlalu bergantung dan mengandalkan platform digital dalam menjalankan bisnis juga tidak selalu baik, adakalanya kita memikirkan kemungkinan-kemungkinan atau risiko lain yang akan dihadapi dimasa mendatang. Lalu pertanyaanya kemudian, bagaimana cara agar tetap bisa mempertahankan bisnis yang menggunakan platform digital dalam menjalankan bisnisnya ditengah banyaknya permasalahan dan tantangan yang ada? Apakah cukup jika dengan hanya memperkuat branding diluar platform? Ataukah ada alternatif lain?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar