Oleh Afita Putri Kurniawati
Kemajuan teknologi komunikasi digital telah mendorong munculnya fenomena live streaming sebagai media interaksi langsung secara real-time di berbagai platform media sosial. Budaya donasi atau gifting dalam live streaming seperti Tiktok ataupun Youtube Live berkembang menjadi tren global. Hadiah berupa stiker, emoji, atau koin yang dapat dikonversi menjadi uang sebagai bentuk apresiasi dari penonton kepada konten kreator. Selain itu, saweran virtual juga berperan sebagai salah satu sumber penghasilan bagi konten kreator. Hal tersebut merupakan bentuk keterlibatan penonton untuk berpartisipasi secara aktif dalam jalannya live streaming.
Dalam platform Youtube Live, streamer Reza Arap atau @yb pada channel youtubenya membuat program live streaming berjudul “Marapthon” yang berbeda daripada live streaming pada umumnya. Diselenggarakan bersama A4A Clan yang terdiri dari Yb Therison, Yuka Theo, Garry Ang, Tepe48, Niko Junius, Mister Aloy, Bravy Vconk, Ibot13. Marapthon merupakan program dengan durasi live streaming yang sangat panjang, bahkan bisa berlangsung berhari-hari hingga berminggu-minggu tanpa henti. Marapthon mengadopsi konsep Subathon (Subscriber Marathon), dimana durasi live streaming ditentukan berdasarkan masuknya donasi melalui saweria, membership, media share, ataupun sponsorship dari penonton yang akan terus menambah durasi. Misalnya Rp10.000 menambah 5 detik dan Rp100 juta menambah 5 hari durasi live streaming. Dalam hal ini, penonton memiliki peran sebagai “pemegang saham” kapan berakhirnya program ini.
Hingga saat ini, Marapthon telah berlangsung dalam 3 musim, dengan musim pertama berlangsung selama 34 hari, musim kedua berlangsung selama 69 hari, dan musim ketiga yang saat ini masih berjalan, dimulai pada 8 februari 2026 dengan judul The Last Tale. Berbagai konten dalam Marapthon menampilkan hiburan yang bersifat spontan dan tanpa skrip, seperti melakukan aktivitas sehari-hari berupa makan, tidur dan percakapan santai. Selain itu, juga berinteraksi langsung dengan penonton melalui kolom live chat maupun media share yang memutar video atau pesan di layar streamer. Sehingga, penonton merasakan suasana “tongkrongan” dan merasa menjadi bagian dari Marapthon.
Marapthon merupakan salah satu bentuk monetisasi berbasis komunitas yang menunjukkan bentuk perkembangan bisnis digital dalam industri kontent kreator. Namun, seiring berjalannya waktu, penonton juga mengalami kehilangan daya tarik atau merasa bosan ketika hanya menampilkan aktivitas sederhana seperti makan, tidur, atau berbincang santai dan hal tersebut berdampak pada fluktuasi grafik jumlah penonton maupun donasi menjadi tidak stabil. Untuk mengatasi hal tersebut, tim inti Marapthon mengembangkan berbagai ide konten, termasuk ide dari penonton, seperti menghadirkan bintang tamu/kreator dengan berbagai konsep. Beberapa konsep konten menampilkan tema edukatif misalnya Dokter Tirta, Jerome Polin, Habib Ja’far serta konsep hiburan dengan bintang tamu Jackson Wang, Rich Brian, Ria SW dan lain sebagainya.
Beredarnya berbagai cuplikan video oleh konten kreator lain di berbagai platform media sosial juga dapat meningkatkan minat penonton untuk mengikuti live streaming Marapthon. Potongan video tersebut berisi momen yang bersifat menghibur dan edukatif sehingga mampu menarik minat penonton baru dan secara tidak langsung sebagai bentuk promosi gratis yang dapat meningkatkan viralnya live streaming Marapthon. Konten creator yang mengunggah potongan video juga berpeluang mendapatkan komisi apabila konten tersebut memenuhi syarat monetisasi platform media sosial yang digunakan seperti Tiktok, Facebook dan Instagram.
Marapthon menunjukkan bagaimana live streaming di YouTube dapat dimanfaatkan sebagai model bisnis digital yang berbasis komunitas. Melalui sistem donasi, membership, dan interaksi langsung dengan penonton, live streaming tidak hanya menjadi sarana hiburan tetapi juga sumber pendapatan bagi kreator. Inovasi konten, kolaborasi dengan berbagai kreator, serta penyebaran cuplikan video di media sosial turut meningkatkan keterlibatan penonton dan memperluas jangkauan audiens. Dengan demikian, Marapthon mencerminkan transformasi bisnis digital di mana live streaming berkembang menjadi bentuk monetisasi yang memanfaatkan partisipasi komunitas dan viralnya konten.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar