CINDY PRATAMA PUTRI
(245211229)
Di Indonesia, perkembangan
teknologi digital telah memberi perubahan dalam kehidupan sehari-hari termasuk
cara berbelanja. Jika pada masa lalu masyarakat berbelanja harus datang
langsung ke toko untuk membeli kebutuhan, saat ini cukup membuka ponsel semua
kebutuhan ada dan dapat dipenuhi hanya dalam beberapa menit saja. Fenomena ini
sering dikenal dengan kebiasaan scroll, klik, beli yang mencerminkan perilaku
belanja impulsif yang semakin umum di kalangan masyarakat.
Perubahan kebiasaan
ini terjadi karena hadirnya berbagai platform bisnis digital seperti
e-commerce, marketplace, dan media sosial. Melalui layar ponsel, konsumen dapat
dengan mudah menemukan berbagai produk lengkap dengan informasi harga dan
ulasan. Aktivitas sederhana seperti melihat produk ini dapat memengaruhi
keputusan pembelian. Hal ini membuktikan bahwa bisnis digital tidak hanya mempermudah
transaksi, tetapi juga mengubah perilaku konsumen dalam berbelanja.
Kemudahan
akses menjadi faktor utama yang mendorong perubahan tersebut. Dengan adanya
internet, konsumen tidak lagi dibatasi oleh waktu dan tempat, bahkan tetap bisa
berbelanja di tengah malam. Selain itu,
fitur seperti pencarian, rekomendasi produk, dan ulasan pengguna membantu
mereka dalam mengambil keputusan. Kemudahan penggunaan teknologi, fitur yang
jelas, serta sistem keamanan terpercaya, membuat konsumen semakin nyaman
bertransaksi. Navigasi yang sederhana, akses cepat, dan sistem pembayaran yang
andal turut membentuk persepsi positif (Gede et al., 2024).
Selain
kemudahan akses, strategi pemasaran digital juga memiliki pengaruh besar
terhadap kebiasaan scroll, klik, beli. Berbagai promo seperti diskon, gratis
ongkir, dan flash sale sering membuat orang langsung tertarik membeli tanpa
berpikir panjang. Akibatnya, banyak konsumen membeli barang secara spontan
tanpa ada rencana sebelumnya. Penelitian juga menunjukkan bahwa promosi dan
tampilan produk yang menarik bisa membuat orang lain membeli secara tiba-tiba (Mustika, 2023).
Kebiasaan ini
diperkuat karena adanya pengguna media sosial. Banyak pelaku usaha memanfaatkan
platform seperti Instagram dan Tiktok untuk mempromosikan produk. Konten yang
menarik mampu memengaruhi pandangan konsumen terhadap suatu produk. Selain itu,
rekomendasi dari influencer sering kali menjadi salah satu faktor utama dalam
pengambilan keputusan pembelian. Hal ini menunjukkan bahwa pemasaran digital menjadi
lebih interaktif dan dekat dengan konsumen.
Di balik
berbagai kemudahan tersebut, terdapat dampak yang perlu diperhatikan, salah
satunya adalah meningkatnya perilaku konsumtif. Banyak konsumen membeli barang
yang tidak terlalu dibutuhkan karena terpengaruh oleh promo atau tren yang
sedang ramai. Hal ini menunjukkan penggunaan marketplace berkaitan dengan
meningkatnya perilaku konsumtif, terutama pada generasi muda. Konsumen jadi
lebih mudah melakukan pembelian secara impulsif tanpa perencanaan terlebih
dahulu (Susanto & Savira, 2021).
Di sisi lain, perkembangan
bisnis digital juga membawa dampak positif, khususnya bagi pelaku usaha mikro,
kecil, dan menengah (UMKM). Melalui platform digital, pelaku usaha dapat menjangkau
pasar yang lebih luas tanpa harus memiliki toko fisik. Selain itu, biaya
operasional yang lebih rendah membuka peluang bagi masyarakat untuk memulai
usaha dengan modal yang relatif kecil. Dengan menggunakan strategi yang tepat,
pelaku usaha dapat memanfaatkan kebiasaan konsumen ini untuk meningkatkan
penjualan.
Secara
keseluruhan, kebiasaan scroll, klik, beli mencerminkan perubahan perilaku
konsumen di era digital. Kemudahan teknologi, strategi pemasaran yang menarik, serta
pengaruh media sosial menjadi faktor utama dalam perubahan tersebut. Oleh
karena itu, konsumen perlu lebih bijak dalam berbelanja agar tidak terjebak
dalam perilaku konsumtif yang berlebihan. Penting bagi konsumen untuk
membedakan antara kebutuhan dan keinginan agar pengeluaran tetap
terkendali dan tidak menyebabkan
perasaan bersalah di kemudian hari.
Sebagai kesimpulan,
bisnis digital telah mengubah cara masyarakat dalam berbelanja menjadi lebih
mudah, cepat dan praktis. Namun, perubahan ini juga membawa tantangan, terutama
dalam mengatur keuangan dan pengendalian diri dalam berbelanja. Dengan pemahaman
yang baik, masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital dengan cara yang
positif dan bertanggung jawab. Lebih lanjut, penting juga untuk membiasakan
diri berbelanja sesuai kebutuhan agar tidak boros dan tetap bisa mengelola
keuangan dengan baik. Di sisi lain, pelaku usaha juga perlu memanfaatkan
peluang ini agar usahanya dapat berkembang dan bersaing di era digital.
REFERENSI
Gede, I. D., Adi, S.,
& Patoni, K. S. (2024). Pengaruh Kinerja Penjual Dan Persepsi Teknologi
Terhadap Keputusan Pembelian ( Studi Kasus Pada Marketplace Tokopedia ). 3(3),
56–62.
Mustika, W. (2023). Pengaruh
Motivasi Belanja Hedonis Terhadap Perilaku Pembelian Impulsif Kategori Produk
Fashion Online Pada Marketplace. 1, 1–11.
Susanto, P. A., &
Savira, S. I. (2021). Hubungan Antara Konformitas Dengan Perilaku Konsumtif
Pengguna E-Commerce Marketplace HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DENGAN PERILAKU
KONSUMTIF PENGGUNA E-COMMERCE MARKETPLACE Pega Astria Susanto Siti Ina Savira
Abstrak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar