Rasa Mengalahkan AI

Rasa Mengalahkan AI

Oleh: Tria Putri Wulandari


Rasa khas dari kue lebaran memang tidak bisa dinikmati setiap hari. Hanya di momen

Ramadan dan Hari Raya orang-orang akan antusias membuat kue kering untuk suguhan kala lebaran. Banyak juga yang memanfaatkan momen ini sebagai ladang untuk mencari cuan.

Bisnis kuliner memang paling menjanjikan mengingat semakin maraknya teknologi Artificial Intelligence (AI), namun tidak bisa dipungkiri belum ada data menyebutkan AI menandingi kekuatan manusia dalam mengolah rasa.


Meski AI terus bertransformasi, bisnis kuliner bisa tetap eksis. Hal ini dipengaruhi oleh

kebutuhan pokok manusia yang harus tercukupi. Kecanggihan AI acap kali dimanfaatkan

sebagai media untuk membuat foto produk atau mempercantik konten. Foto yang biasa saja

bisa jadi menarik dan eye catching dengan bantuan AI. Jika sebelumnya terdapat jasa foto

produk yang berbayar, hanya dengan berbasis AI semua orang bisa menghasilkan foto produk

sendiri yang tidak kalah menarik. Bahkan beberapa jasa foto dan desain produk juga

menggunakan teknologi AI.


AI juga bisa menjadi alat untuk membuat caption yang menarik dan persuasif dengan

intruksi atau prompt dari pengguna AI. Hal ini sangat memudahkan para pemilik bisnis kuliner

dan usaha lainnya dalam memasarkan produknya. Mengingat pemasaran merupakan jantung sebuah bisnis dalam menjaga kelangsungan hidup sebuah perusahaan atau usaha. Jika pemasaran yang dilakukan berhasil menyaring banyak konsumen maka bisnis tersebut bisa terus hidup layaknya tubuh yang terus memompa darah dari jantung ke paru-paru dan seluruh tubuh.


Meski banyak yang telah melakukan pemasaran baik offline maupun online. Kebanyakan

pemasaran online hanya terjebak oleh tren yang sedang viral semata. Alhasil konten yang

dihasilkan tidak memiliki keunikan dan kebaruan atau novelty. Namun, di era sekarang konten apa pun tidak menjadi sebuah masalah besar sepanjang bisa menjaring banyak konsumen. Karena inti dari pemasaran yang berhasil itu adalah bagaimana pesan tersampaikan dengan tepat dan bisa membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen atau target pasar.


Hubungan dengan pelanggan atau customer relationship juga perlu dijaga agar

perusahaan atau bisnis tidak kehilangan pelanggan tetap. Seorang bisnis yang bisa menjual mungkin sudah banyak, namun memiliki konsumen yang selalu melakukan pembelian ulang merupakan harta karun yang tiada gantinya. Oleh karena itu, menjaga kualitas merupakan bagian dari menjaga kepercayaan konsumen. Hal ini yang belum bisa dilakukan oleh AI.


Ketika berbicara tentang bisnis kuliner atau Food & Beverage (F&B) kualitas ditentukan

oleh bahan-bahan yang digunakan dan rasa makanan. Tentunya, hal ini disesuaikan dengan

keahlian masing-masing pemilik bisnis kuliner. Tangan satu orang akan memiliki rasa dan

teknik yang berbeda. Hal ini yang membuat bisnis memiliki keunikan dan keaslian (genuine).

Seorang konsumen akan lebih tertarik dengan produk yang tidak biasa. Berapa persen orang

lebih suka produk yang berbeda dan unik dari produk yang beredar di pasaran. 


Pengalaman pelanggan atau Customer Experience (CX) menjadi tonggak utama dalam

menjaga keunggulan di dunia bisnis yang kompetitif. Di pasar yang cenderung monoton,

konsumen cenderung akan membayar lebih untuk pengalaman yang lebih baik dan disesuaikan atau dipersonalisasi. Pengalaman yang menarik juga akan menghasilkan pemasaran dari mulut ke mulut (word-of-mouth). Dari sini diketahui bahwa pemasaran juga berkaitan dengan loyalitas pelanggan terhadap produk. Pelanggan dengan pengalaman yang buruk terhadap suatu produk akan merasa kecewa setelah membeli. Alhasil mereka tidak akan mau lagi membeli produk yang sama kedua kalinya. Mereka pasti juga akan bercerita sebagai testimoni kepada calon pelanggan lain, akibatnya sebagus apa pun pemasaran tetap bergantung pada rasa dan kualitas yang pelanggan rasakan.


Terlebih sekarang sudah banyak teknologi berbentuk omnichannel yang memudahkan

calon pelanggan untuk membuat keputusan pembelian. Verhoef et al. (2015) dalam artikel yang ditulis oleh Lehrer & Trenz (2022), mendefinisikan omnichannel dalam bisnis sebagai “the synergetic management of the numerous available channels in such a way that the customer experience across channels and the performance over channels is optimized” (p. 176). Intinya omnichannel merupakan pengelolaan sinergis dari berbagai saluran yang tersedia sedemikian rupa sehingga pengalaman pelanggan di berbagai saluran dan kinerja di berbagai saluran dioptimalkan.


Dalam bisnis kuliner hal ini sangat selaras dengan eksistensi dari Google Maps yang

merupakan salah satu representasi dari omnichannel. Google Maps menjadi salah satu media pemasaran Elektronic Word-Of-Mouth (EWOM). Di dalamnya pelanggan bisa melihat dan mencari tahu lokasi, rating, price list, dan testimoni dari pelanggan sebelumnya. Sehingga

calon pelanggan bisa lebih teliti dalam memilih makanan. Eksistensi Google Maps juga

menjadi salah satu media promosi yang memudahkan pelanggan dalam menemukan lokasi yang strategis untuk dikunjungi. Hal ini dibuktikan dengan penilitian tentang tempat usaha kuliner di Surabaya yang dilakukan oleh Rizqiawan et al., (2025). Hasil penelitian

menunjukkan bahwa Google Maps berpotensi menjadi fungsi atau sarana promosi yang ampuh

dan media EWOM yang efektif dalam memengaruhi keputusan pelanggan untuk mencoba atau kembali mengunjungi tempat usaha kuliner di Surabaya, terutama bagi mereka yang baru pertama kali ingin mencoba atau sudah lama tidak berkunjung.


DAFTAR PUSTAKA


Lehrer, C., & Trenz, M. (2022). Omnichannel Business. 687–699.

https://doi.org/10.1007/s12525-021-00511-1


Rizqiawan, H., Novianto, I., Permana, G. A., & Wahyudi, A. C. (2025). Analisis Pemanfaatan

Google Maps sebagai Fungsi Promosi dan Media EWOM pada Tempat Usaha Kuliner.

5(4), 366–372. https://doi.org/10.47065/jtear.v5i4.2054

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bisnis Plan

Analisis Kepuasan Pelanggan terhadap Layanan Shopee Food

  Nama; Rossi Ilham ALfarizi NIM; 245211237 Kelas; 4F Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan ...