Oleh: Dwi Cahya Akhada
Pernahkah kita bertanya-tanya mengapa suatu aplikasi atau laman web terasa sangat
nyaman dilihat dan membuat kita betah berlama-lama melihat desain yang ada didalamnya?
Jawaban utamanya mungkin bukan berasal dari gambar produk atau tata letak tombol,
melainkan pada elemen lain yang sering luput dari perhatian kita, yakni tipografi. Sebelum
membaca dan menelusuri lebih dalam kalimat yang ada didalamnya, tipografi menjadi elemen
awal yang membentuk first impression seorang pengguna.
Perbedaan bentuk dan karakter dalam tipografi membuat setiap jenis huruf memiliki
kesan yang unik. Kesan tersebut berperan dalam membentuk persepsi pengguna terhadap
sebuah brand. Dalam konteks ini, pemilihan typeface menjadi elemen penting dalam
menyampaikan kepribadian suatu brand. Secara umum, typeface dibagi menjadi empat jenis
utama, yaitu serif, sans-serif, script, dan display.
1. Serif
Karakteristik utama dari serif adalah adanya goresan kecil tambahan di ujung
setiap huruf. Serif memberikan kesan formal, klasik, elegan, dan tradisional, serta
memungkinkan untuk teks panjang pada media cetak seperti buku dan koran karena
tingkat keterbacaannya (readability). Contoh populer dari jenis typeface serif adalah
seperti, Times New Roman, Garamond, dan Georgia.
2. Sans-Serif
Kebalikan dari serif, sans-serif bermakna “tanpa kait” atau tanpa goresan. Jenis
huruf ini memberikan kesan modern, bersih, minimalis, dan sangat mudah dibaca pada
layar digital. Contoh populernya adalah Arial, Helvetica, dan Poppins.
3. Script
Jenis huruf ini dirancang menyerupai tulisan tangan (handwriting) dan kaligrafi,
yang memiliki ciri bentuk mengalir dan saling terhubung (cursive), namun selain itu
jenis font ini juga membawa kesan elegan dan ekspresif. Contoh dari beberapa font
script adalah Edwardian Script ITC, Brush Script, dan Lobster.
4. DisplayDisplay dirancang khusus untuk menarik perhatian, dan biasanya digunakan
dalam ukuran besar seperti judul, poster, atau logo. Font ini ekspresif, dekoratif, dan
unik namun tidak cocok untuk teks panjang karena tingkat keterbacaannya (readability)
yang rendah. Contoh dari beberapa font display adalah Castellar, Anton, dan Stencil.
Kita pastinya menyadari mengapa sebuah brand tak pernah asal dalam memilih suatu
jenis font untuk menjadi identitas utama, hal itu disebabkan karena setiap jenis tipografi
memiliki karakter visual yang berbeda-beda. Setiap jenis huruf mewakili citra yang ingin
sebuah brand bangun, yang nantinya akan menjadi identitas penting yang akan diingat banyak orang.
Hal ini terlihat jelas melalui penerapan tipografi pada berbagai laman web brand
ternama dengan karakter yang berbeda-beda. Brand seperti Dior dan Tiffany & Co.
menggunakan jenis huruf serif yang memberikan kesan elegan, mewah, dan berkelas, selaras
dengan citra eksklusif yang mereka bangun. Sementara Apple sebagai perusahaan teknologi,
memilih menggunakan sans-serif yang bersih dan minimalis, sehingga mencerminkan kesan
modern dan inovatif. Selain itu, brand streetwear Stüssy menggunakan script typeface yang
ekspresif dan personal, menciptakan kesan yang kasual dan artistik. Di sisi lain, brand seperti
Oreo menggunakan tipografi display yang mudah menarik perhatian, sehingga membuatnya menjadi brand yang terasa playful dan ceria.
Perbedaan penggunaan tipografi pada berbagai brand diatas menunjukkan bahwa setiap
jenis huruf tidak hanya berfungsi sebagai salah satu pemanis visual, tetapi juga sebagai sarana
komunikasi yang menyampaikan karakter dan nilai yang ingin ditonjolkan. Pilihan typeface
yang tepat mampu membangun kesan tertentu, sekaligus memperkuat identitas brand.
Kesimpulannya, tipografi dalam UI/UX bukan hanya berfungsi sebagai elemen visual
atau penyampai informasi semata, namun juga bisa dimaknai sebagai representasi dari tone of
voice sebuah brand. Melalui pemilihan typeface yang tepat, brand dapat menyampaikan
karakter, membangun persepsi, serta menciptakan pengalaman yang konsisten bagi pengguna.
Perbedaan penggunaan serif, sans-serif, script, hingga display menunjukkan bahwa setiap
huruf memiliki peran strategis dalam membentuk identitas sebuah brand. Oleh karena itu, tipografi menjadi aspek penting yang tak bisa dipandang sebelah mata karena dalam
perancangan user interface, kenyamanan dan pengalaman pengguna menjadi hal yang krusial
agar penjelajahan laman web menjadi lebih efektif dan bermakna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar