Mengenal Lebih Dekat Materi-Materi dalam Studi Kelayakan Bisnis
Oleh: Athifah Nabilah Hafshah
235211083 MBS 4C
Sebelum memulai sebuah bisnis, ada satu hal penting yang tak boleh dilewatkan: studi kelayakan bisnis. Lewat proses ini, kita bisa menilai apakah ide bisnis yang kita miliki benar-benar layak diwujudkan atau justru berisiko tinggi. Tapi sebenarnya, apa saja sih yang dipelajari dalam studi kelayakan bisnis? Yuk, kita kupas satu per satu!
Pertama, ada aspek pasar dan pemasaran. Di sinilah kita belajar bagaimana memahami kebutuhan dan keinginan pasar. Materi ini mengajak kita untuk meneliti siapa calon konsumen kita, bagaimana karakteristiknya, dan seberapa besar permintaan terhadap produk atau layanan yang kita tawarkan. Kita juga akan menganalisis siapa saja pesaing di lapangan, serta menyusun strategi pemasaran yang efektif dengan pendekatan STP (Segmentasi, Targeting, dan Positioning) dan marketing mix (produk, harga, tempat, dan promosi). Tujuannya? Tentu saja agar produk kita bisa diterima dengan baik oleh pasar dan bersaing secara sehat.
Lanjut ke aspek teknis dan operasional, di mana kita akan membahas bagaimana bisnis akan berjalan secara praktis. Mulai dari pemilihan lokasi usaha, penggunaan teknologi dan peralatan, kapasitas produksi, hingga alur kerja yang efisien. Materi ini penting untuk memastikan operasional bisnis berjalan lancar, hemat biaya, dan mampu memenuhi permintaan pasar secara optimal.
Berikutnya, kita masuk ke aspek hukum dan kelembagaan. Setiap bisnis harus memiliki dasar hukum yang kuat. Dalam materi ini, kita akan mempelajari berbagai bentuk badan usaha seperti CV, PT, hingga koperasi, serta memahami dokumen legal yang dibutuhkan—seperti izin usaha, nomor induk berusaha (NIB), dan regulasi lainnya. Selain itu, aspek ini juga mencakup perlindungan hukum atas merek dagang, kontrak bisnis, dan hak kekayaan intelektual.
Tak kalah penting adalah aspek manajemen dan sumber daya manusia (SDM). Bisnis tak akan jalan tanpa tim yang solid dan pengelolaan organisasi yang baik. Oleh karena itu, mahasiswa akan belajar bagaimana menyusun struktur organisasi, membagi tugas dengan tepat, hingga menerapkan strategi manajemen yang efektif. Kemampuan kepemimpinan dan pengambilan keputusan juga diasah dalam materi ini.
Kemudian ada aspek sosial dan lingkungan, yang menekankan bahwa bisnis bukan hanya soal untung, tapi juga dampaknya terhadap masyarakat dan alam. Di sini, kita diajak untuk menganalisis apakah bisnis kita memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sosial sekitar dan apakah operasional usaha sudah ramah lingkungan. Konteks kearifan lokal dan nilai-nilai budaya juga diperhitungkan dalam analisis ini.
Nah, yang paling sering ditunggu-tunggu adalah aspek keuangan. Materi ini mengajarkan cara menyusun anggaran, membuat proyeksi laporan keuangan, menghitung break-even point (titik impas), hingga mengukur tingkat pengembalian investasi (ROI). Lewat aspek ini, kita bisa mengetahui apakah bisnis kita benar-benar menguntungkan dan layak secara finansial.
Setelah semua aspek dikaji, mahasiswa akan menyusun laporan studi kelayakan bisnis secara lengkap dan mendalam. Laporan ini nantinya menjadi dasar dalam menyusun business plan, yang berisi strategi dan arah pengembangan usaha. Bahkan, mahasiswa juga melakukan simulasi penerapan business plan agar bisa merasakan bagaimana menjalankan bisnis secara nyata, meskipun masih dalam bentuk proyek perkuliahan.
Dengan semua materi ini, studi kelayakan bisnis tidak hanya membekali mahasiswa dengan teori, tapi juga dengan kemampuan praktis yang bisa langsung diterapkan di dunia nyata. Ditambah lagi, pendekatan syariah, nilai-nilai etika Islam, dan prinsip keberlanjutan membuat pembelajaran ini semakin relevan dengan tantangan zaman. Jadi, siapkah kamu menyelami dunia bisnis yang bukan hanya untung, tapi juga berkah?