Oleh : Najwa Shafira
Tanpa sadar saat ini hampir setiap aktivitas kita tidak lepas dari ponsel, saat bangun tidur yang pertama kali kita cari bukan air minum atau hal lainya melainkan layar hp yang menyala. Kita setiap hari membuka media sosial dan melihat berbagai konten lalu tanpa sadar mulai scroll lebih lama dan jauh dari satu unggahan ke unggahan lain, dari satu video ke video berikutnya yang membuat waktu terasa berjalan begitu cepat. Di tengah aktivitas sederhana itu, sering kali terselip promosi produk yang menarik perhatian, awalnya sih hanya melihat-lihat tetapi berakhir pada satu keputusan yaitu checkout. Pada zaman dahulu, proses membeli sesuatu membutuhkan usaha lebih. Kita harus pergi ke toko, memilih barang secara langsung, dan membawa pulang hasil belanjaan yang telah kita pilih tadi. Tetapi saat ini semuanya berubah menjadi lebih praktis, hanya dengan beberapa sentuhan jari maka barang yang kita inginkan akan dikirim ke rumah. Perubahan ini membuat kegiatan belanja terasa ringan dan menyenangkan karena tidak ada antre panjang, tidak perlu keluar rumah, dan pilihan produk jauh lebih banyak inilah dampak nyata bagaimana bisnis digital mempermudah kehidupan sehari-hari.
Kebiasaan scroll sebenarnya bukan hanya aktivitas hiburan, tetapi juga bagian dari strategi bisnis digital. Setiap konten yang muncul di beranda kita telah disesuaikan dengan minat dan kebiasaan sebelumnya, jika kita sering mencari tas maka iklan tas akan lebih sering muncul, jika kita tertarik pada skincare, maka produk kecantikan yang akan mendominasi layar. Semua ini terjadi karena sistem digital merekam dan mengolah data aktivitas pengguna. Akibatnya, kita selalu merasa seolah-olah aplikasi memahami kebutuhan dan apa yang kita rasakan. Media sosial juga memiliki pengaruh besar dalam perubahan gaya hidup ini. Banyak orang membeli produk karena melihat ulasan dari influencer atau teman di dunia maya. Rekomendasi dalam bentuk video singkat atau live sering kali lebih meyakinkan daripada iklan biasa. Tren yang sedang viral dapat membuat suatu produk langsung diminati banyak orang. Dalam hitungan jam, stok bisa habis karena tingginya minat pembeli. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan belanja kini tidak hanya didasarkan pada kebutuhan, tetapi juga pada pengaruh media dan tren sosial.
Selain mengubah cara kita berbelanja, bisnis digital juga mengubah cara orang bekerja dan berwirausaha. Saat ini siapa pun dapat membuka toko online tanpa harus menyewa tempat, berbagai kalangan seperti mahasiswa, ibu rumah tangga, bahkan pelajar pun dapat memulai usaha dari rumah. Platform marketplace dan media sosial menjadi sarana promosi yang efektif dan murah dengan menerapkan strategi yang tepat maka produk lokal pun bisa dikenal lebih luas. Perubahan ini membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, terdapat tantangan yang perlu diperhatikan. Kemudahan berbelanja bisa membuat seseorang menjadi lebih konsumtif, pengaruh diskon, promo, dan penawaran terbatas sering kali membuat kita tergoda membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Jika kita tidak bijak mengatur keuangan, kebiasaan ini bisa sangat berdampak negatif. Perjalanan dari scroll hingga checkout mencerminkan perubahan besar dalam gaya hidup kita, bisnis digital telah membuat segalanya menjadi lebih cepat, mudah, dan praktis. Kita dapat berbelanja kapan saja dan di mana saja tanpa batasan ruang dan waktu. Meski demikian, penting bagi kita untuk tetap bijak dalam memanfaatkan teknologi dengan sikap yang tepat maka bisnis digital dapat menjadi sarana yang membantu dan mendukung kehidupan bukan justru yang mengendalikan kebiasaan dan gaya hidup kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar