Seni Merayu Tanpa Terlihat Jualan di Media Sosial

 Oleh: Lista Mardani / 245211095

Universitas Raden Mas Said Surakarta

Setiap kali membuka media sosial, kita selalu dihadapkan pada dua jenis unggahan. Pertama, unggahan yang langsung terasa seperti hard sell, dengan ajakan membeli yang terang-terangan dan bahasa promosi yang kaku. Biasanya jenis ini mudah kita lewati tanpa berpikir dua kali. Kedua, unggahan yang terasa berbeda. Ia mengalir seperti cerita, tidak memaksa, tapi entah bagaimana membuat kita penasaran dan akhirnya mencari tahu lebih lanjut tentang produk atau orang di baliknya. Perbedaan ini bukan soal keberuntungan atau jumlah pengikut, melainkan soal pendekatan. Di sinilah letak seni yang paling dicari tapi jarang dikuasai, bagaimana merayu tanpa terlihat seperti sedang menjual. Media sosial sejatinya adalah ruang sosial, bukan etalase toko. Orang datang ke sana untuk terhubung, mencari hiburan, atau belajar sesuatu yang baru. Mereka sama sekali tidak datang dengan niat untuk dibujuk belanja. Maka pendekatan yang paling masuk akal sebenarnya sederhana, kita harus hadir sebagai manusia yang menarik, bukan sebagai brand yang hanya ingin meraup untung.

Langkah pertama yang paling mendasar adalah bicara seperti sedang mengobrol dengan teman. Coba perhatikan lingkungan sekitar kita, bagaimana cara teman-teman bercerita atau berkeluh kesah di media sosial? Mereka tidak menggunakan bahasa formal apalagi istilah teknis yang rumit. Mereka bicara dari hati, dengan diksi yang sederhana dan mengalir. Mereka juga tidak takut menunjukkan sisi manusiawinya, termasuk ketika sedang bingung, gagal, atau justru bahagia berlebihan. Di sinilah pelajaran pentingnya, orang lebih mudah terhubung dengan kejujuran daripada kesempurnaan. Jika kita bisa menulis dengan nada yang sama, seolah sedang bercerita kepada satu orang yang kita anggap dekat, maka dinding pemisah antara penjual dan pembaca akan mulai runtuh. Bahasa yang hangat dan personal ini akan membuat pembaca merasa sedang berinteraksi dengan manusia, bukan dengan mesin penjual otomatis.

Selain gaya bicara yang dekat, kebiasaan memberi tanpa syarat juga menjadi kunci yang tidak kalah penting. Sebelum menawarkan produk, berikan sesuatu yang bernilai lebih dulu. Nilai ini tidak harus berupa barang atau diskon, bisa berupa perspektif baru tentang masalah yang sedang banyak dirasakan orang. Bisa juga berupa cerita yang menginspirasi, atau bahkan sekadar pengakuan jujur tentang perjalanan kita menjalani usaha. Ketika orang sudah mendapat manfaat dari tulisan kita, secara alami mereka akan penasaran dan bertanya lebih lanjut tentang apa yang kita tawarkan. Dalam konteks ini, empati memegang peranan besar. Cobalah pahami apa yang sedang dirisaukan atau diharapkan oleh calon pembaca. Unggahan yang diawali dengan kalimat seperti "saya tahu rasanya..." atau "akhir-akhir ini banyak yang bertanya tentang..." akan langsung menyentuh perasaan karena membuat orang merasa tidak sendirian. Ketika mereka merasa dimengerti, rasa percaya akan tumbuh dengan sendirinya tanpa perlu diminta.

Semua usaha ini tidak akan berarti tanpa konsistensi dalam membangun karakter diri kita ke media sosial. Media sosial bukan ajang sekali tayang langsung viral, melainkan proses panjang membangun kedekatan dan branding. Orang butuh waktu untuk mengenali gaya bicara kita, butuh beberapa kali pertemuan dengan unggahan kita sebelum akhirnya memutuskan untuk percaya. Maka membangun sebuah branding dan menikmati setiap prosesnya menjadi hal yang wajib. Terus- menerus menulis dengan gaya yang sama, hangat dan apa adanya, sampai suatu hari orang-orang akan mengenali tulisan kita bahkan tanpa melihat nama pengirimnya. Pada titik itulah rayuan bekerja dengan sempurna. Mereka membeli bukan karena kita hebat mempromosikan, tapi karena mereka merasa sudah mengenal dan percaya siapa kita. Jadi, daripada sibuk memikirkan strategi jualan yang ribet, mencoba dengan satu langkah sederhana, menulis dan membuat video seolah kita sedang mengobrol dengan satu orang yang paling kita pahami.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bisnis Plan

Scroll, Klik, Untung: Peran Teknologi Informasi dalam Bisnis Modern

 Oleh : Hafidz Ahzar Saputra 245211084 Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia...