By Ananda Avita Cahyo (245211130)
Bisnis merupakan salah satu mata pencaharian atau sumber pendapatan yang mengalami perkembangan pesat. Awalnya, bisnis dilakukan dengan cara bertemu langsung antara penjual dan pembeli, sekarang dapat dilakukan melalui media digital tanpa harus bertemu secara langsung dan kemudian disebut sebagai bisnis digital. Bisnis zaman dahulu bergantung pada kualitas produknya, sedangkan bisnis digital tidak hanya bergantung pada produknya namun juga bergantung pada kekuatan jaringan. Jaringan ini berperan penting sebagai penghubung untuk memperlancar jalannya bisnis digital serta upaya untuk meningkatkan hasil penjualan yang lebih tinggi dan luas. Saat ini, hampir semua bisnis dapat bertahan menggunakan infrastruktur jaringan mengikuti perkembangan teknologi. Oleh karena itu, infrastruktur jaringan disebut sebagai tulang punggung. Tanpa infrastruktur jaringan yang kuat, bisnis digital tidak akan berjalan stabil dan keberlanjutan.
Dalam revolusi industri 4.0 mengutamakan pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi khususnya internet. Infrastruktur jaringan adalah sistem yang menghubungkan antar perangkat, sistem ini sangat menunjang kegiatan bisnis secara online. Sebagai contoh, terdapat internet 4G dan yang terbaru adalah internet 5G sebagai pembaharuan dari 4G. Tentu saja internet 5G memiliki kecepatan jaringan yang lebih tinggi, mungkin hampir tanpa lag atau kendala. Sangat disarankan bagi pelaku bisnis digital menggunakan internet 5G agar jangkauan pasar lebih luas, pertukaran informasi lebih cepat, serta menghindari risiko lag saat transaksi bisnis online terjadi. Gangguan jaringan dapat mengakibatkan kerugian karena terhambat melayani pembeli online. Sementara itu antara pembeli online dan pembeli langsung lebih banyak pembeli online karena sudah banyak masyarakat yang menggunakan internet dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.
Peran infrastruktur jaringan sangat penting bagi bisnis digital. Kestabilan bisnis ditentukan oleh jaringan, bayangkan jika pelaku bisnis tidak mengikuti perkembangan teknologi, pembelinya hanya daerah terdekat dan masyarakat pendatang saja. Dengan adanya jaringan yang kuat pelaku bisnis dapat menjangkau pembeli sampai luar daerah bahkan luar negeri. walaupun hanya berlaku bagi pelaku bisnis yang produknya tahan lama (pakaian, sepatu, aksesoris, dll), namun hal tersebut dapat diatasi dengan cara yang sederhana seperti mendaftarkan tempat bisnis di aplikasi Google Maps. Saat ini mayoritas masyarakat menilai kualitas suatu tempat atau produk dilihat dari rating Google Maps. Terlihat sederhana namun Google Maps sangat mempengaruhi cara pandang seseorang sebelum membeli. Google Maps bukan termasuk infrastruktur jaringan, namun aplikasi ini perlu adanya infrastruktur jaringan untuk mendapatkan fitur tertentu (peta, rute perjalanan, dll) agar dapat berjalan secara maksimal.
Dalam konteks bisnis digital, semua aplikasi yang digunakan sangat membutuhkan infrastruktur jaringan internet untuk mengelola bisnis. Pemasarannya menggunakan pendekatan strategis omnichannel. Omnichannel yang dimaksud yaitu melalui berbagai platform yang saling terintegrasi satu sama lain, misalnya username akun dibuat sama agar mudah ditemukan oleh pengguna atau pembeli. Platform yang biasanya digunakan meliputi Tiktok, Instagram, Facebook, Shopee, dll. Kemudian karena konsepnya serba digital metode pembayaran biasanya menggunakan E-wallet (aplikasi keuangan) seperti Gopay, OVO, Dana, dll. Selain itu, infrastruktur jaringan mampu mendapatkan data atau tren yang sedang berkembang secara langsung (real time) untuk keperluan bisnis. Misalnya, melakukan inovasi produk sesuai tren, prediksi target pasar sebuah produk, apakah lebih disukai kalangan atas, menengah, bawah, atau berdasarkan spesifikasi umur.
Infrastruktur jaringan dapat menimbulkan peluang bisnis baru yang menguntungkan. Misalnya memberikan layanan Wi-Fi dengan jaringan kuat dan harga terjangkau kepada yang membutuhkan, biasanya disebut dengan Wi-Fi koin. Pengguna dapat memasukkan koin Rp500 atau Rp1.000 ke dalam mesin, kemudian pengguna dapat mengakses internet sesuai durasi yang sudah diatur oleh pemilik mesin. Bisnis ini tidak perlu memiliki produk fisik yang harus diproduksi dengan bahan-bahan tertentu, hanya memiliki mesin dan jaringan yang kuat serta bisnis ini sangat fleksibel karena selain dijadikan bisnis dapat digunakan sendiri oleh pemilik. Kemudian adanya layanan internet yang dapat menjangkau sampai wilayah terpencil yaitu Starlink milik Elon Musk menjadi bukti bahwa perkembangan teknologi infrastruktur jaringan sangat mendorong kemajuan UMKM. Infrastruktur jaringan memiliki banyak manfaat namun terdapat tantangan yang harus diperhatikan oleh pelaku bisnis digital. Umumnya yaitu keamanan data dan privasi pengguna jaringan, maka perlu pengetahuan yang luas tentang bisnis digital.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa infrastruktur jaringan berkembang dan berperan penting untuk menjalankan berbagai aplikasi yang saling terhubung dalam bisnis digital agar dapat dikelola secara maksimal. Infrastruktur jaringan dapat dimanfaatkan untuk menciptakan peluang bisnis baru dan mencari keuntungan lebih tinggi. Perkembangan infrastruktur jaringan mendorong kemajuan UMKM. Jaringan yang kuat dan pengelolaan yang benar menjadi kunci utama keberhasilan bisnis digital.
Referensi:
Astuti, K. R. (2019). Infrastruktur dan Teknologi Dorong Kemajuan UMKM. Forum Manajemen. Volume 17 (Nomor 2). Hal 71-86.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar