Sharia Business Management
Industri kecantikan mengalami perkembangan yang begitu pesat seiring dengan kemajuan teknologi digital dan meningkatnya penggunaan media sosial. Perubahan ini ikut memengaruhi pola pikir konsumsi masyarakat, khususnya Generasi Z, yang menjadikan produk kecantikan tidak hanya sebagai kebutuhan, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup dan sarana untuk mengekspresikan diri. Kehadiran platform digital seperti TikTok dan Instagram semakin memperkuat peran visual dan tren dalam menentukan pendapat konsumen terhadap suatu produk. Menurut Amirullah (2021:90) perilaku konsumen merupakan studi tentang tindakan dalam proses mencari, membeli, menggunakan, serta mengevaluasi suatu produk dan layanan yang diharapkan dapat memuaskan kebutuhan.
Produk kecantikan sendiri dapat diartikan sebagai segala produk yang digunakan untuk merawat, melindungi, menghidrasi, serta meningkatkan penampilan tubuh, terutama pada wajah dan kulit. Produk ini terdiri dari skincare dan makeup yang terbagi menjadi beberapa jenis. Seiring dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan diri, permintaan terhadap produk kecantikan pun terus meningkat. Hal ini sejalan dengan pendapat Schiffman dan Kanuk (2010) yang menyatakan bahwa keputusan pembelian konsumen dipengaruhi oleh persepsi terhadap manfaat produk serta kebutuhan yang ingin dipenuhi.
Salah satu brand yang berhasil menarik perhatian pasar, khususnya Generasi Z adalah “Glad2Glow”. Glad2Glow merupakan merek produk kecantikan yang hadir sejak tahun 2022 di bawah naungan PT Suntone Wisdom Indonesia. Meskipun tergolong baru, merek ini dengan cepat memperoleh pengakuan melalui kehadiran online strategisnya. Glad2Glow memperkenalkan produk-produk unggulan yang telah terbukti efektif dalam penggunaan bahan-bahan alami dan formulasi yang disesuaikan untuk kulit sensitif. Brand ini juga dikenal dengan produk-produknya yang memiliki harga terjangkau, kemasan menarik, dan strategi pemasaran yang mengikuti tren digital.
Di sisi lain, munculnya influencer dari kalangan Generasi Z juga menjadi fenomena yang menarik dalam dunia pemasaran modern. Influencer memiliki kemampuan untuk memengaruhi opini dan perilaku konsumen melalui berbagai konten kreatif, seperti ulasan produk, tutorial, maupun tren viral yang sering muncul di halaman “For You Page” (FYP). Dalam teori komunikasi pemasaran, David A. Aaker menjelaskan bahwa kredibilitas sumber informasi sangat memengaruhi efektivitas pesan yang disampaikan kepada audiens. Kedekatan emosional dan kesamaan karakter antara influencer dan pengikutnya membuat rekomendasi yang diberikan terasa lebih autentik dan dipercaya, sehingga mampu mendorong keputusan pembelian secara signifikan. Fenomena ini juga menunjukkan bahwa influencer tidak hanya berperan sebagai media promosi, tetapi juga mampu membentuk pola konsumsi yang cenderung impulsif di kalangan Generasi Z. Paparan konten yang terus-menerus di media sosial dapat menciptakan dorongan psikologis berupa Fear of Missing Out (FOMO), sehingga konsumen terdorong untuk membeli produk tanpa pertimbangan rasional yang matang.
Berdasarkan fenomena tersebut, menarik untuk dikaji lebih lanjut mengenai bagaimana pengaruh influencer Generasi Z terhadap peningkatan penjualan produk Glad2Glow. Untuk memahami konteks tersebut, perlu diketahui terlebih dahulu mengenai profil produk dan strategi pemasaran yang dilakukan oleh brand terkait. Penjelasan lebih lanjut, brand Glad2Glow memasarkan produk berupa moisturizer (centella, blueberry, peach retinol), serum (pomegranate, yuja), cleanser (milk amino, blueberry), clay stick mask, dan cushion. Dalam upaya memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya tarik produknya, G2G mengajak kolaborasi Generasi Z, khususnya pemain sinetron Asmara Gen Z. Sinetron Asmara Gen Z sendiri perdana tayang pada akhir tahun 2024 yang memiliki banyak penggemar hingga saat ini.
| Gambar 1. Tabel Peningkatan Penjualan Produk Glad2Glow Tahun 2023-2025. Sumber: Data diolah dari FastMoss TikTok Shop |
Berdasarkan tabel pada gambar 1, terlihat bahwa penjualan produk Glad2Glow mengalami fluktuasi yang signifikan dari tahun 2023 hingga 2025, dengan pola pertumbuhan yang tidak stabil namun cenderung meningkat dalam jangka panjang. Lonjakan terbesar terjadi di tahun 2024 yakni pada triwulan 3 dan triwulan 4, dengan penjualan mencapai 1.110.000 dan 4.290.000. Kenaikan ini menunjukkan adanya strategi pemasaran yang semakin matang dan efektif. Dari data tersebut, dapat terlihat bahwa promosi melalui influencer di media sosial memiliki peran signifikan dalam meningkatkan penjualan, sejalan dengan teori Aaker mengenai kredibilitas sumber informasi yang mampu memengaruhi keputusan konsumen. Pada tahun 2025, penjualan mencapai angka yang lebih tinggi lagi. Triwulan 1 mencatat 5.160.000, meskipun terjadi penurunan di triwulan 2 dan 3. Namun, pada triwulan 4 kembali terjadi peningkatan signifikan hingga 6.310.000 (naik 101%). Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi fluktuasi, tren secara keseluruhan tetap mengarah pada pertumbuhan yang positif.
| Gambar 2. Rincian Toko Glad2Glow Sumber: Data diolah dari FastMoss TikTok Shop |
Berdasarkan gambar 2, terlihat bahwa toko Glad2Glow mendapatkan rating bintang 5/5 dengan peringkat 1 dalam negara dan peringkat 1 dalam kategori perawatan & kecantikan pada waktu pembaruan data yakni tanggal 25 Maret 2026. Toko brand ini sudah memiliki jumlah penggemar sebesar 3,30 juta dan 1,22 juta video terkait. Hal ini membuktikan bahwa tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk sudah sangat tinggi dengan didukung oleh video konten dan pengaruh influencer, khususnya Generasi Z.
Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa influencer Generasi Z memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan penjualan produk Glad2Glow. Melalui konten kreatif dan kedekatan emosional dengan audiens, influencer mampu membangun kepercayaan serta memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Selain itu, paparan media sosial yang intens juga mendorong terbentuknya perilaku konsumsi yang cenderung impulsif, terutama melalui fenomena Fear of Missing Out (FOMO). Hal ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran berbasis influencer tidak hanya efektif dalam meningkatkan penjualan, tetapi juga berperan dalam membentuk pola konsumsi Generasi Z di era digital. Dengan demikian, meskipun strategi ini efektif secara bisnis, terdapat potensi dampak negatif berupa perilaku konsumsi berlebihan yang perlu menjadi perhatian.
Sumber referensi:
Amirullah. (2021). Prinsip-prinsip manajemen pemasaran. Indomedia Pustaka.
Aaker, D. A. (1997). Building strong brands. Free Press.
Bangun, S., Andayani, S., & Pujianto, A. (2025). Pengaruh influencer marketing dan brand image terhadap keputusan pembelian skincare Glad2Glow. Jurnal Rumpun Manajemen dan Ekonomi, 2(4), 35–47.
Glad2Glow. (n.d.). Perusahaan Glad2Glow. LinkedIn. https://share.google/qe2dbH5l5z6JMMPWx
Glad2GlowIndo. (2026, March 25). Analisis toko TikTok Shop Glad2Glow: Penjualan, GMV, dan strategi promo. FastMoss TikTok Shop. https://m.fastmoss.com/detail?type=shop&id=7494807241590606114&lang=id
Saragih, R. B., Sigiro, T. E., & Sianturi, A. (2025). Analisis dampak iklan produk G2G terhadap konsumen di kalangan Gen-Z. Jurnal Inovasi Pendidikan Kreatif, 6(3), 12–21.
Schiffman, L. G., & Kanuk, L. L. (2010). Consumer behavior (10th ed.). Pearson Prentice Hall.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar