SCROLL JADI CUAN

By Nur Afifah

Era digital saat ini, aktivitas scroll sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. Bangun tidur scroll, istirahat scroll, makan scroll, sebelum tidur pun scroll. Indonesia bahkan tercatat sebagai salah satu negara dengan jumlah pengguna super app dan media sosial terbesar di dunia, sekitar 62,9% dari total populasi di Indonesia yaitu 286,69 juta jiwa. Seperti TikTok, Instagram, Facebook, X, Shoppee dan berbagai marketplace lainnya bukan lagi sekadar platform hiburan, melainkan telah berkembang menjadi ekosistem ekonomi digital yang sangat besar. Sayangnya, peluang ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maksimal oleh sebagian besar penggunanya.

Pada umumnya, pengguna masih menjadikan media sosial hanya sebagai sarana hiburan semata. Waktu berjam-jam kita habiskan untuk menonton video hiburan, tren viral, atau konten ringan tanpa arah yang jelas. Aktivitas scroll tanpa henti ini memang menyenangkan, tetapi sering kali berakhir tanpa hasil apa pun selain rasa lelah dan waktu yang terbuang. Padahal, di balik layar yang sama, terdapat peluang besar untuk sukses dan menghasilkan uang jika dimanfaatkan dengan strategi yang tepat. Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara seseorang mendapatkan penghasilan. Kini, untuk memulai bisnis tidak lagi harus memiliki toko secara offline, modal besar, atau pengalaman bertahun-tahun. Cukup dengan ponsel dan kuota, siapa pun bisa terjun ke dunia bisnis digital seperti Freelance, Affiliator, Dropshopping, Conten Creator dan lain-lain. Dengan adanya perkembangan bisnis digital, pengguna bisa bekerja dimana saja kapan saja.

Sekarang lagi booming-boomingnya bisnis affiliator. Menariknya, dari hanya konten, bisa menghasilkan cuan yang bahkan mencapai miliyaran. Membuat konten berjualan seperti di Tiktok, Instagram, Shoppe video dan lain-lain tidak melulu dengan bahasa ajakan yang biasa kita dengar ketika bertemu penjual dipasar, toko atau mall secara langsung. Bisa juga dengan konten edukasi dan hiburan justru sering kali lebih efektif. Edukasi ringan seperti a day in my life, get ready with me (GRWM), rekomendasi produk, tutorial, story telling atau review jujur ​​mampu membangun kepercayaan audiens. Sementara itu, konten hiburan yang kreatif dan relevan dengan tren yang ada dapat menarik perhatian banyak orang dan meningkatkan jangkauan publik. Ketika hiburan dan edukasi dipadukan dengan strategi pemasaran digital, scroll yang awalnya hanya konsumtif dapat berubah menjadi aktivitas produktif. Para content creator di Indonesia yang sukses menjadi bukti nyata bahwa media sosial bukan sekadar tempat hiburan tapi juga menjadi ladang berbisnis. Banyak individu yang awalnya hanya pengguna biasa kini mampu menjadikan konten sebagai sumber penghasilan utama, bahkan membuka lapangan pekerjaan baru. Mereka tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga memahami konsistensi, dan value yang diberikan kepada audiens. Inilah yang membedakan antara sekedar scroll dan scroll yang menghasilkan

Pada kenyataannya tantangan  terbesar bukan terjadi di sistem, kebijakan atau teknologi yang ada, melainkan dari mindset para penggunanya. Yang mana banyak masyarakat yang memandang sebelah mata media sosial, bukan sebagai peluang ekonomi. Padahal, kalau sebagian waktu scrolling itu dialihkan ke hal yang lebih bermanfaat seperti belajar bikin konten, memahami pemasaran digital, atau mencoba program afiliasi hasilnya bisa terasa banget. Perubahan kecil dalam cara kita menggunakan teknologi ternyata mampu memberi dampak besar, baik untuk meningkatkan produktivitas maupun menunjang kesejahteraan hidup.

Sebagai penutup, “scroll jadi cuan”  bukan sekadar slogan, melainkan sebuah peluang nyata di era digital. Aplikasi media sosial marketplace itu sebagai alat sementara hasilnya bergantung pada bagaimana cara kita menggunakannya. Yakin mau scroll aja?, atau mulai memanfaatkan peluang berkarir dan mendapat penghasilan?. Pilihan ada ditangan kita, mulailah berani, adaptif terhadap perubahan dan mencoba kreatif untuk berinovasi, dan sadar dibalik scroll aja, selalu ada peluang cuan yang menanti kita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bisnis Plan

TRANSFORMASI DIGITAL UMKM DI INDONESIA DALAM PLATFORM EKONOMI: ANALISIS STRATEGI ADAPTASI PADA EKOSISTEM SHOPEE DAN TOKOPEDIA

 By Faisal Lasmana Putra Digitalisasi merupakan salah satu bagian penting dari keadaan ekonomi di Indonesia. Faktor pandemi dan perubahan ga...