Transaksi Digital : Peluang atau Tantangan?

by Aisyah Zahrina Hakim 

Pada beberapa dekade terakhir Dunia telah mengalami perkembangan pesat dalam berbagai aspek terutama pada bidang transaksi. Transaksi digital merupakan alat tukar atau pembayaran yang dilakukan secara elektronik melalui perangkat digital maupun internet, tanpa adanya bentuk fisik dari alat transaksi itu sendiri. Sebelum era digitalisasi, pembayaran hanya bisa dilakukan melalui uang tunai, namun seiring berkembangnya zaman pembayaran dengan uang tunai telah tergeser dengan metode pembayaran digital seperti qris, m-banking, e-wallet, credit/debit card, e-money, maupun virtual account. Bahkan sekarang di berbagai negara maju sistem pembayaran bisa dilakukan hanya dengan menggunakan autentikasi sidik jari atau scan wajah saja. Sistem pembayaran digital juga telah menjadi bagian terpenting dalam hidup masyarakat modern, karena dapat memberikan kenyamanan dalam transaksi, dan berperan secara efektif dalam mendukung ekonomi digital negara.

Transaksi digital menawarkan kemudahan dalam setiap transaksinya yang tidak terdapat dalam sistem transaksi konvensional. Sistem transaksi konvensional dianggap terlalu kuno dan lebih ribet dibandingkan dengan sistem digital. Pada sistem transaksi digital seseorang dapat melakukan transaksi dimanapun mereka berada tanpa perlu menuju ATM maupun kantor bank yang ada. Transaksi dapat dilakukan hanya dengan menggunakan scan barcode maupun transfer secara langsung. Hal ini dapat mempermudah setiap aktivitas ekonomi, mempercepat, praktis, dan lebih efisien. Hal ini juga sangat bergunauntuk membangun usaha baik skala UMKM maupun skala yang lebih tinggi dengan adanya kemudahan yang ditawarkan dalam setiap transaksi digital. Selama 10 tahun terakhir tercatat dari tahun 2024, fintech telah mengalami evolusi dari trend industri menjadi kekuatan transformatif yang global dan mengalami lonjakan substansial dalam perusahaan yang ber pusat di amerika dan eropa, serta terjadi lonjakan pengguna secara global, khususnya pada transaksi digital yang mencapai lebih dari 3 miliar pada tahun 2024. Hal tersebut, menjadikan transaksi digital turut berperan aktif dalam perkembangan ekonomi negara, serta membuka peluang inovasi bagi wirausahawan dengan adanya marketplace, e-commerce, fintech, subcription dan layanan lainnya, serta memberikan peluang bagi wirausahawan untuk terus berkembang dan menciptakan peluang bisnis baru, sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat luas, dan mendorong perekonomian untuk terus maju.

Dibalik berbagai keunggulan maupun peluang tersebut, terdapat beberapa tantangan maupun hambatan yang dapat terjadi. Salah satu tantangan utama yang dihadapi yaitu risiko sistem keamanan siber yang menyebabkan kebocoran pada data pribadi pengguna, hal tersebut juga dapat dapat membuka peluang bagi para oknum yang tidak bertanggung jawab dengan melakukan penipuan, hal tersebut juga meningkatkan risiko kasus penipuan secara online, peretasan akun, pencurian data pribadi yang dapat disalahgunakan, serta tak sedikit juga yang mengalami penyerangan baik secara verbal maupun fisik. Kebocoran data dapat dicegah dengan menerapkan security audit, enkripsi data, pelatihan keamanan siber, implementasi DLP dan kontrol akses yang kuat, dan penggunaan keamanan sebagain service untuk meminimalisir kebocoran data. Kesenjangan literasi digital juga menjadi tantangan yang sering dihadapi, khususnya orang tua dan lanjut usia yang kurang paham mengenai teknologi, serta masyarakat yang tinggal di daerah-daerah terpencil dan sulit dijangkau oleh akses teknologi yang menyebabkan kurangnya literasi digital. Jaringan juga menjadi masalah yang sering terjadi dalam transaksi secara digital, gangguan jaringan, sistem, serta kesalahan teknis dalam aplikasi, seringkali dapat menghambat yang merugikan pengguna. meski berbagai hambatan tersebut sering terjadi, hal tersebut tidak menghentikan masyarakat untuk terus menggunakan digital aplikasi digital, justru aplikasi pembayaran digital mengalami peningkatan pengguna setiap tahunya, dikutip dari CNBC indonesia, volume pembayaran digital di indonesia juga naik 39,65%, atau mencapai 4,79 miliar pada januari 2026, termasuk qris yang terus tumbuh tinggi mencapai 131,47%, hal tersebut juga didukung oleh peningkatan jumlah pengguna merchant.

Pemerintah, layanan keuangan serta penyedia layanan digital berperan penting dalam menciptakan sistem ekonomi digital yang baik dan aman bagi para penggunanya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan adanya edukasi bagi masyarakat untuk meningkatkan literasi digital, meningkatkan keamanan data dan layanan, serta perbaikan sistem aplikasi yang dilakukan bagi para penyedia layanan untuk meminimalisir terjadinya trouble pada sistem aplikasi. Transaksi digital dapat menjadi peluang yang besar bagi perkembangan ekonomi jika disertai dengan adanya regulasi dan langkah-langkah yang tepat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bisnis Plan

Transaksi Digital : Peluang atau Tantangan?

by Aisyah Zahrina Hakim  Pada beberapa dekade terakhir Dunia telah mengalami perkembangan pesat dalam berbagai aspek terutama pada bidang tr...