CIKAL BAKAL BERDIRINYA USAHA “MOCHIZ”
Oleh: Dania Isnaina (225221004)
PROSES
PENEMUAN IDE BISNIS
Awal
mula berdirinya usaha “MOCHIZ” ini pada saat perkuliahan Kewirausahaan Islam di
semester 5 dengan dosen pengampu mata kuliah Ibu Sri Haryanti, S.E., M.M.
Beliau memberikan tugas kepada mahasiswa untuk membuat business plan yang
dikerjakan secara berkelompok. Kami mendapat kelompok 1 yang beranggotakan 3
orang, yaitu Dania Isnaina, Harisma Hindra Aminudin, dan Sofia Eka Purwanti.
Setelah
mendapatkan tugas tersebut kami kemudian melakukan diskusi terkait produk apa
yang akan dijual. Kami melakukan beberapa riset melalui media sosial Tiktok
untuk mengetahui jenis makanan apa yang sedang tren dan diminati saat ini.
Terdapat beberapa opsi produk yang kami pilih diantaranya salad buah, jelly,
dan mochi. Setelah beberapa pertimbangan, kami memilih untuk menjual mochi dikarenakan
dalam pembuatannya tidak terlalu ribet, produk makanan yang sangat mudah
disiapkan, bahan-bahannya mudah didapatkan, terjangkau dan bisa dinikmati oleh
banyak kalangan.
Selanjutnya
kami berdiskusi terkait nama produk apa yang akan digunakan untuk usaha mochi
ini. Kami juga perlu memastikan bahwa tidak ada orang yang menggunakan nama
yang digunakan secara komersial. Setelah mempertimbangkan nama produk mochi,
kami menemukan kata MOCHIZ yang berasal dari singkatan mochi dan delizious.
Harapan kami, mochi tersebut bisa menarik banyak minat konsumen dari segi rasa,
kualitas, dan harga.
PERCOBAAN
DAN PRODUKSI
Sebelum
melakukan percobaan pembuatan produk, kami melihat tutorial di youtube atau
tiktok terkait pembuatan mochi agar dapat menghasilkan produk yang enak.
Setelah melihat video, kemudian kami memutuskan untuk mencoba membuat mochi
sesuai dengan tutorial. Pada percobaan pertama mochi yang dihasilkan tidak
sesuai dengan ekspektasi kami. Hal ini dikarenakan adonan yang dibuat terlalu
lembek dan whipped cream yang dibuat terlalu banyak air, sehingga menyebabkan
whipped cream di dalam mochi cepat mencair dan bentuk mochi menjadi tidak
sempurna. Dari percobaan pertama yang gagal tersebut, kemudian kami merencanakan
kembali bagaimana solusi agar mochi yang dibuat memiliki adonan yang sesuai dan
bentuk yang sempurna. Oleh karena itu, kami melakukan orientasi terhadap metode
pembuatan adonan agar menghasilkan produk yang lebih baik dari percobaan
pertama
Di
hari berikutnya kami telah menemukan solusi agar adonan menjadi tidak lembek,
diantaranya yaitu perbandingan antara tepung maizena dengan tepung ketan yang
awalnya 1:6 menjadi 1:4, sebelum membentuk adonan mochi dipastikan adonan sudah
dingin dengan sempurna, dan diperlukan pengulenan adonan yang lebih lama sehingga
adonan menjadi kalis. Sedangkan dalam pembuatan whipped cream kami mengurangi
air agar tidak cepat mencair, Dan akhirnya di percobaan kedua tersebut adonan
tidak lembek lagi dan bentuk mochi menjadi lebih sempurna dari yang sebelumnya
serta whipped cream menjadi lebih padat.
Dalam
pemesanan produk, kami menggunakan sistem pre-order. Kami menyebarkan pamflet
secara online melalui media sosial WhatsApp dan Instagram agar menjangkau pasar
yang luas. Selain itu, kami juga menawarkan produk secara langsung kepada teman,
tetangga dan kerabat. Dengan sistem pre-order kami bisa membuat produk sesuai
dengan jumlah pesanan yang didapat. Produksi secara masif telah dilakukan sejak
pre-order pertama. Dapat dikatakan bahwa pemasaran produksi cukup berhasil
karena pembelian melebihi target yang kami tentukan.
PEMASARAN
PRODUK
Strategi
pemasaran produk yang kami lakukan yaitu melakukan promosi melalui media sosial
seperi WhatsApp dan Instagram dengan menggunakan pamflet. Kami membuat pamflet
yang menarik agar menarik minat pelanggan untuk membeli produk. Selain itu kami
juga menawarkan produk secara langsung kepada teman, tetangga, atau kerabat
terdekat. Penerimaan pesanan dilakukan selama tiga hari, biasanya kami open pre
order mulai hari kamis sampai sabtu, kemudian pesanan diproduksi pada hari
Sabtu dan akan didistribusikan pada hari senin.
Karena
target pasar penjualan kami kebanyakan anak muda, kami memilih bentuk kemasan
yang menarik agar konsumen tertarik dengan produk yang dijual, selain itu kami
juga menambahkan stiker logo pada kemasan. Terdapat dua bentuk kemasan yang
kami gunakan. Pada produksi pertama kami menggunakan bentuk bulat, tapi karena
menurut kami kemasan tersebut terlalu besar kemudian diganti dengan bentuk
kotak dengan ukuran yang lebih kecil.
Pada
saat pemasaran produk yang kedua kami juga melakukan promo pada hari jum’at
dengan menjual produk yang harganya Rp 4.000 menjadi Rp 3.000. Hal ini juga
menjadi strategi pemasaran yang baik bagi produk kami dan membuat pelanggan
tertarik dengan promo tersebut.
EVALUASI
DAN TANTANGAN
Dalam
menjalankan usaha bisnis kami menghadapi berbagai tantangan seperti waktu yang
terbatas karena kesibukan kuliah dan produk yang tidak tahan lama. Pada
produksi pertama, terdapat beebrapa kekurangan yang menyebabkan produk kurang
sesuai dengan yang kami harapkan dan diperlukannya perubahan untuk produksi
yang kedua. Salah satunya adalah adonan mochi yang kurang kalis dan masih
lengket. Hal ini menjadi evaluasi penting dalam usaha yang kami jalankan,
karena berpengaruh dengan rasa dan bentuk dari mochi itu sendiri.
Usaha
yang kami jalankan masih pada tahap awal, sehingga kami belum menghasilkan
keuntungan yang signifikan. Namun, kami berhasil menutupi biaya operasional.
Dan kami juga telah mengelola biaya produksi dengan cermat. Total modal yang
kami keluarkan selama operasional sebesar Rp 105.000. Saat penjualan pertama
kami menjual produk sebanyak 40 pcs dengan harga per produk sebesar Rp 4.000,
untuk penjualan kedua kami menjual sebanyak 33 pcsdengan harga promo sebesar Rp
3.000, dan untuk penjualan ketiga kami menjual sebanyak 17 pcs dengan harga
sebesar Rp 3.000. Jadi total produk yang kami jual sebanyak 90 pcs.
Pengalaman
memulai usaha ini memberikan banyak pelajaran bagi kami. Pelajaran yang kami
dapatkan seperti kerjasama, ketekunan, dan kreativitas dalam berbisnis. Kami
juga belajar tentang bagaimana mengambil keputusan yang tepat dan tidak
merugikan bagi kami. Dengan berwirausaha ini kami menjadi tahu tidak mudah
menjalankan usaha dengan berbagai macam tantangan yang dihadapi dan bagaimana
caranya untuk bisa memecahkan masalah atau tantangan tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar