Fahmi Fatahillah Sastrapraja – Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf
Apa yang akan terjadi apabila generasi muda saat ini bersikap malas-malasan? Semakin lajunya perkembangan zaman, tentunya banyak kebutuhan manusia yang harus dipenuhi berdasarkan keinginan. Namun dari kemajuan itu, terdapat dampak serius terhadap lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam secara intensif. Penebangan hutan dan pertambangan sumber daya alam yang tak terkendali mengakibatkan kepunahan keanekaragaman hayati, pencemaran, serta perubahan iklim yang ekstrem. Sebuah studi yang dikaji oleh Yuyu Xiong menunjukan bahwa praktik pertambangan yang tidak terkontrol berdampak langsung air, tanah, dan udara. Pemakaian energi yang tinggi, distribusi pendapatan yang tak merata, dan ketergantungan pada sumber daya alam tanpa pengelolaan yang baik dapat memperburuk keberlanjutan sumber daya alam.
Aktivitas manusia yang mengutamakan manfaat jangka pendek tanpa memperhatikan jangka panjang telah terbukti meningkatkan keseimbangan alam. Dampak ini dirasakan oleh semua negara dan menjadi tantangan sampai saat ini,termasuk Indonesia. Kementerian Kehutanan Republik Indonesia mengumumkan hasil pemantauan tahunan terkait kondisi hutan dan laju deforestasi di Indonesia. Pemantauan disediakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dilakukan secara menyeluruh di seluruh daratan Indonesia yang mencakup 187 juta hektare, baik di dalam maupun di luar kawasan hutan, baik di dalam maupun di luar negeri menggunakan citra satelit Landsat. Dengan meningkatnya isu ini, muncul kebutuhan mendesak untuk menemukan solusi yang ramah lingkungan.
Berdasarkan analisis Badan Pusat Statistik (BPS) data demografis menyebutkan bahwa Indonesia memiliki jumlah penduduk sekitar 284,4 juta jiwa. Pada tahun 2020-2030, Indonesia akan merasakan manfaat dari bonus demografi, dengan total usia produktif sekitar 70%. Dengan rasio ketergantungan yang lebih rendah, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan. Penduduk usia produktif yang besar menyediakan tenaga kerja, pelaku usaha, dan konsumen, yang sangat penting untuk percepatan pertumbuhan. Kebutuhan untuk mengintegrasikan teknologi dan sains guna mengatasi isu lingkungan adalah melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.
Sebagai negara kepulauan yang kaya sumber daya alam, Indonesia memiliki posisi strategis dalam isu lingkungan global. Data yang dikumpulkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan bahwa Indonesia menyumbang emisi karbon yang cukup signifikan secara global akibat eksploitasi energi tak terbarukan. Dalam konteks inilah, peran manajemen hijau yang ramah lingkungan menjadi kebutuhan mendesak dan bukan lagi pilihan. Keberadaan dari manajemen hijau tidak dapat dilepaskan dari adanya kebutuhan yang mendesak terhadap keberlangsungan dan keberlanjutan dari lingkungan.
Apa Itu Green Manajement ?
Manajemen hijau merupakan suatu konsep yang terbilang baru. Konsep manajemen hijau berasal dari kebutuhan untuk menjembatani antara kebutuhan bisnis dan keberlangsungan lingkungan. Bisnis menggunakan berbagai sumber daya dari alam tanpa batasan untuk menjaga keberlangsungan proses produksinya, sementara alam sendiri memiliki keterbatasan. Berbagai bentuk ekplorasi alam tersebut menjadi penyebab berbagai kerusakan alam, banjir, pemanasan global, gempa dan lainnya. Kerusakan ini terus terjadi, bahkan menjadi semakin cepat sejak era revolusi industri pada abad ke 18 dan 19. Akhir abad 19 sampai awal awal 20, mulai muncul pemikiran bahwa manusia merupakan bagian dari alam. Konsep hijau mulai muncul dan menjadi bagian dari bisnis. Kemunculan konsep hijau sendiri tidak berkaitan secara langsung dengan keuntungan dan keberlangsungan bisnis sendiri, melainkan karena adanya permasalahan yang mendesak terkait dengan keberlangsungan lingkungan yang akan mempengaruhi kepada keberlangsungan dan keberlanjutan bisnis.
Konsep dari manajemen hijau terdiri dari tiga komponen yaitu: bangunan hijau, energi hijau, dan limbah hijau. Namun penulis akan berfokus pada permasalahan yang sering dibahas sampai saat ini, yaitu energi hijau. Energi Hijau merujuk pada berbagai energi listrik yang dihasilkan dari sumber energi yang terbarukan seperti matahari, angin, dan panas bumi. Berikut beberapa permasalahan lingkungan yang masih terjadi sampai saat ini..
- Pemanasan Global
Data pada tahun 2024 tercatat sebagai tahun terpanas, dengan suhu rata-rata global mencapai 1,55 °C di atas suhu era pra-industri (1850—1900). Untuk pertama kalinya, kenaikan suhu tahunan global melampaui ambang 1,5 °C yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Paris pada tahun 2015. Sepuluh tahun terakhir (2015—2024) merupakan periode terpanas dalam sejarah pencatatan, menunjukkan tren pemanasan global yang konsisten. Sepanjang tahun 2024, radiasi matahari maksimum terjadi pada bulan Oktober, dengan beberapa lokasi mendapatkan radiasi >6 kWh/m². Intensitas tertinggi terjadi di Sumatera bagian tengah dan selatan, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Maluku.
- Hilangnya keanekaragaman hayati
Habitat laut dan keanekaragaman hayati menurun lebih cepat daripada waktu lainnya dalam sejarah manusia. Sementara keanekaragaman hayati dan penurunan habitat dapat tampak seperti masalah khusus, jauh dari kehidupan sehari-hari kebanyakan orang, ia memiliki hubungan vital dengan kesehatan dan kesejahteraan umat manusia. sekitar satu juta spesies tumbuhan dan hewan (termasuk gabungan spesies laut dan darat) terancam punah, banyak di antaranya dalam beberapa dekade.
- Penggundulan hutan
Penggundulan hutan atau deforestasi adalah proses penghilangan atau pengurangan luas lahan hutan secara signifikan akibat aktivitas manusia. Hutan yang gundul kehilangan banyak pohon dan menjadi lahan kosong yang rusak, mengganggu keseimbangan ekosistem. Apabila hal ini terus terjadi, akan memicu berbagai bencana alam.
- Lapisan es yang mencair di antartika dan meningkatnya permukaan laut
Es Antartika tidak hanya mencair lebih cepat daripada salju baru yang dapat menggantikannya, tetapi laju kehilangan akibat pencairan dan pencairan juga meningkat. Setiap tahun, lapisan es menyusut lebih cepat. Pada tahun 2020, kecepatan hilangnya es di Antartika telah meningkat enam klai lipat selama tiga puluh tahun.
- Kerawanan pangan dan air
Indonesia kini berada di titik kritis dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Perubahan suhu yang semakin tinggi dan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi, seperti banjir dan kekeringan, mempengaruhi berbagai sektor, termasuk ketahanan air dan pangan. “Kenaikan suhu rata-rata yang tercatat pada 2024 sebesar 27,52°C, dengan anomali suhu tahunan mencapai +0,81°C dibandingkan periode normal, menunjukkan adanya tren pemanasan global yang mengkhawatirkan,” kata Dwikorita selaku kepala BMKG.
Tantangan dan Hambatan
Dalam kondisi saat ini, selain terdapat peluang dan kesempatan usaha, tentunya terdapat juga tantangan yang dihadapi terkait dengan penerapan manajemen hijau ini. Membuat bisnis yang berbasis pada penerapan manajemen hijau atau pola pikir hijau, masih harus menghadapi beberapa kendala yang menjadi tantangan.
- Kurangnya kesadaran
Salah satu tantangan utama adalah kurangnya kesadaran terhadap lingkungan dan rasa tanggung jawab di kalangan pelaku industri dan masyarakat secara umum. Banyak pelaku yang belum sepenuhnya memahami dampak aktifitas mereka terhadap lingkungan dan keberlanjutan.
- Kendala biaya riset
Dalam melakukan riset atau penelitian, finansial menjadi tantangan dalam implementasi perancangan lingkungan ramah lingkungan dikarenakan tingginya harga investasi awal. Beberapa perusahaan keberatan dalam pengalokasian dana ekstra untuk inisiasi berkelanjutan.
- Regulasi dan birokrasi yang rumit
Regulasi dan kebijakan pemerintah yang lemah atau kurang mendukung juga menjadi hambatan dalam menerapkan perancangan lingkungan industri.Rumitnya birokrasi dalam perizinan maupun pengembangan, sehingga proses menjadi terlambat.
Pemanfaatan GreenTech
Kebutuhan untuk mengintegrasikan antara teknologi dan sains guna mengatasi isu lingkungan ialah melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan (GreenTech). Teknologi ini dirancang untuk menghasilkan lingkungan yang lebih bersih, menekan polusi, dan meminimalkan dampka negatif terhadap lingkungan.
- Pasokan listrik dari panel surya
Sel surya dapat digunakan untuk mengubah energi cahaya terbarukan matahari menjadi tenaga listrik. Arus searah ( DC ) dihasilkan dari sinar matahari oleh sel surya. Jumlah sinar matahari yang diterima dan luas bidang sel surya yang terpapar sinar matahari menentukan arus yang dihasilkan. Panel surya yang dapat digunakan sebagai panel atap dimungkinkan oleh desain bangunan yang memanfaatkan prinsip sel surya. Metode ini dapat menghemat biaya listrik jangka panjang baik bagi masyarakat umum maupun kalangan bisnis.
- Sistem pengelola sampah ramah lingkungan
Cara ini memerlukan peran digital untuk membantu masyarakat mengelola sampah, yaitu bank sampah digital. Misalnya, setiap penduduk dalam lingkungan RT memiliki satu bank sampah. Masyarakat bisa menyetor semua barang yang terbuat dari plastik seperti botol, kantong plastik, dan mainan. Setiap item yang diterima di bank sampah akan dihitung dan dibayarkan sesuai jumlahnya, untuk meningkatkan antusiasme masyarakat dalam menjalankan program ini. Pembayaran akan secara langsung ditransfer ke rekening pengguna setelah terdaftar di aplikasi. Tidak hanya itu, pemerintah dan swasta dapat mengolah bank sampah menjadi produk baru yang dapat memberikan keuntungan.
- Start up pertanian berbasis IoT yang hemat energi dan air.
Seiring dengan makin maraknya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam industri pertanian , inovasi pertanian telah dibantu oleh konsep revolusi pertanian yaitu Internet of Things(IoT), Artificial Intelligence (AI), Human-Machine Interface (HMI), robotika dan sensor , serta teknologi pencetakan 3D . Pengembangan alat drone dengan mesin yang ringan dan didukung dengan kamera yang dapat memeperlihatkan pengembangan biomassa dan status pemupukan tanaman yang akan memberikan saran atau rekomendasi untuk petani. Drone juga bisa memberikan informasi kepada petani agar mampu membedakan berbagai jenis penyakit tanaman sehingga bisa mengambil penggunaan pestisida yang tepat. Revolusi pertanian tidak hanya menjadi peluang untuk meningkatkan produktivitas pertanian, melainkan dapat menjadi tantangan besar bagi petani yang belum. Dari beberapa inovasi teknologi yang ramah lingkungan diatas, memiliki manfaat yang sangat berpengaruh pada sektor alam maupun sektor ekonomi. Berikut beberapa manfaat GreenTech untuk alam.
• Mengurangi jumlah gas rumah kaca yang tersisa.
Teknologi yang ramah lingkungan seperti energi angin dan matahari memiliki peran krusial dalam mengurangi emisi karbon yang memicu perubahan iklim.
• Mengurangi pencemaran lingkungan termasuk air, udara, dan tanah.
Kendaraan yang memakai bahan bakar fosil sering kali menjadi sumber pencemaran udara. Namun, Kendaraan listrik yang menggunakan teknologi berkelanjutan menghasilkan emisi yang lebih sedikit dan membuat udara kita lebih bersih.
• Konservasi Sumber Daya Alam
Teknologi yang ramah lingkungan juga mengajak pemanfaatan sumber daya secara cermat. Sebagai ilustrasi, pengelolaan limbah yang lebih efektif dan penghematan air memperpanjang penggunaan sumber daya.
Peran Manajemen Hijau Untuk Pengambilan Keputusan Strategis
Pengambilan Keputusan Strategis adalah proses kritis seorang manajer tingkat atas dalam sebuah organisasi menganalisis berbagai pilihan strategis yang tersedia dan memilih tindakan yang akan diambil untuk mencapai tujuan jangka panjang organisasi. Keputusan strategis ini berdampak pada arah dan bentuk organisasi dalam jangka waktu yang panjang, dan biasanya melibatkan risiko yang tinggi dan implikasi jangka panjang yang signifikan. Pengambilan keputusan strategis melibatkan beberapa langkah penting:
Analisis Lingkungan Eksternal: Manajer harus memahami faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi organisasi, seperti pasar, pesaing, peraturan pemerintah, tren sosial, dan teknologi. Analisis lingkungan eksternal membantu mengidentifikasi peluang dan ancaman yang ada di sekitar organisasi.
Analisis Lingkungan Internal: Evaluasi sumber daya, kapabilitas, dan struktur organisasi. Ini melibatkan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan organisasi, serta pemahaman tentang aset intelektual dan aset lainnya yang dapat dimanfaatkan dalam mencapai tujuan strategis.
Penetapan Misi, Visi, dan Tujuan: Misi organisasi menyatakan tujuan utama dan tujuan organisasi. Visi adalah gambaran masa depan yang diinginkan oleh organisasi. Tujuan-tujuan yang spesifik dan terukur kemudian ditetapkan untuk mencapai misi dan visi tersebut.
Pilihan Strategis: Setelah analisis lingkungan eksternal dan internal dilakukan, manajer harus mengidentifikasi berbagai opsi strategis yang dapat diambil. Ini mencakup menentukan apakah organisasi akan berkembang melalui akuisisi, diversifikasi produk, ekspansi global, atau fokus pada keunggulan biaya atau diferensiasi produk.
Evaluasi dan Pemilihan Strategi: Manajer harus mengevaluasi setiap pilihan strategis berdasarkan kriteria tertentu, seperti konsistensi dengan tujuan organisasi, potensi keberhasilan, biaya pelaksanaan, dan dampak jangka panjangnya. Setelah itu, strategi yang paling sesuai dan menguntungkan dipilih.
Implementasi Strategi: Ini melibatkan pelaksanaan strategi yang telah dipilih melalui alokasi sumber daya, pembentukan tim pelaksana, perencanaan taktis, dan pengawasan. Proses ini juga berfokus pada perubahan organisasi yang mungkin diperlukan untuk mencapai tujuan strategis.
Pengawasan dan Pengukuran Kinerja: Setelah strategi diimplementasikan, manajer harus mengawasi dan memantau kinerja organisasi secara teratur. Pengukuran kinerja yang efektif membantu dalam memastikan bahwa organisasi tetap berada pada jalur yang benar untuk mencapai tujuan strategis yang ditetapkan.
Pengambilan keputusan strategis memainkan peran sentral dalam keberhasilan dan kelangsungan hidup suatu organisasi. Dengan analisis yang cermat dan evaluasi yang tepat, manajer dapat membuat keputusan yang bijaksana dan memastikan bahwa organisasi dapat bersaing secara efektif di pasar global yang semakin kompleks dan kompetitif.
Generasi muda Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui inovasi teknologi ramah lingkungan greentech. Di era society5.0, kreativitas dan inovasi teknologi anak muda menjadi kunci untuk menciptakan solusi berkelanjutan yang mampu menjawab tantangan lingkungan dan sosial, serta mewujudkan masa depan Indonesia yang maju, hijau, dan berdaya saing global. Namun perlu juga adanya pihak-pihak dalam mendukung program ini seperti poemerintah dan swasta, untuk memberikan dana riset, dan kesempatan kepada anak muda indonesia. Indonesia memiliki peluamg besar menjadi negara yang tak hanya ramah lingkungan, tetapi juga maju secara ekonomi. Dengan kekayan alam, keberagaman budaya dan bonus demografi yang dimiliki indonesia, jalan menuju kepemimpinan global dalam inovasi hijau akan terbuka lebar.
DAFTAR PUSTAKA
ASOC. Es Antartika dan Naiknya Permukaan Air Laut. (asoc.org). Diakses pada tanggal 1 Oktober 2025 Diakses dari https://www.asoc.org/learn/antartic-ice-and-rising-sea-levels/
BMKG. Krisis Air dan Ketahanan Pangan di Indonesia: BMKG Sebut Restorasi Sungai dan Pemanenan Air Hujan sebagai Solusi Strategis. (bmkg.go.id) (2025). Diakses pada tanggal 1 Oktober 2025 Diakses dari https://www.bmkg.go.id/berita/utama/krisis-air-dan-ketahanan-pangan-di-indonesia-bmkg-sebut-restorasi-sungai-dan-pemanenan-air- hujan-sebagai-solusi-strategis/
BPS. Jumlah Penduduk Pertengahan Tahun (Ribu Jiwa) 2025. (bps.go.id) (2025). Diakses pada tanggal 18 Sep. 25 dari https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTk3NSMy/jumlah-penduduk-pertengahan-tahun--ribu-jiwa-.html
IEC. 10 Manfaat Utama Pembangkit Listrik Tenaga Surya bagi Lingkungan dan Masyarakat. (environment-indonesia.com) (2023). Diakses pada tanggal 15 Sep. 25 dari https://environment-indonesia.com/10-manfaat-utama-pembangkit-listrik-tenaga-surya-bagi-lingkungan-dan-masyarakat/
Karmagati, Mulyani dkk. 2023. Manajemen Hijau: Teori dan Konsep. Jambi: Sonpedia Publishing Indonesia
Kementerian Kehutanan RI. Hutan dan Deforestasi Indonesia Tahun 2024. (kehutanan.go.id) (2025). Diakses pada tanggal 15 Sep. 25 dari https://www.kehutanan.go.id/news/article-10?utm_source
OSS. Hilangnya Habitat dan Keanekaragaman Hayati. (oursharedseas.com). Diakses pada tanggal 1 Oktober 2025 dari https://www.oursharedseas.com/threats/threats-habitat-and-biodiversity/
Rachmawati, Rika Reviza.”Smart Farming 4.0 Untuk Mewujudkan Pertanian Indonesia Maju, Mandiri, dan Modern”. Forum Penelitian Agro Ekonomi. Desember 2020. 38(2), hal. 141.
Siregar, Zufri Hasrudy, dkk. “Pengembangan Dan Potensi Green Technology Sebagai Energy Masa Depan di Masyarakat”. Jurnal Deputi. Agustus 2021. 1(1), hal. 1-2.
Susdarwono, Endro Tri. “PositivePredictionsof International Institutions, DemographicBonusesand Covid-19: Will Indonesia ReallyEnjoytheDemographic Bonus AmidtheRaging Covid-19 Pandemic?”. Jurnal Ekonomi dan Statistik Indonesia Jurnal Ekonomi dan Statistik Indonesia. Agustus 2022. 2(2), hal. 138.
Xiong, Yuyu. “Impactofenergydepletion, human development, andincomedistributionon natural
resourcesustainability”. Resources Policy. Juni 2023;83:103531.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar