The Uniqueness of "Dumpling Bangkok"


Dibuat Oleh
Shella Indah Permatasari (225231046)
Aisyah Wahdaniyah (225231049)
Galih Kumala Dewi (225231068)
Ananda Talitha Ibtisamah (225231069)
Mahdalena (225231076)


PENDAHULUAN

Halo, perkenalkan kami dari kelompok 7. Disini kami akan menceritakan pengalaman yang kami dapatkan selama melaksanakan tugas mata kuliah kewirausahaan yaitu membuat business plan dan praktek dari business plan tersebut. Dengan berbagai perdebatan Panjang dan banyaknya perubahan ide, akhirnya kami memutuskan untuk memilih dumpling sebagai produk yang akan kami jual. Alasan kami melilih dumpling adalah karena jika dilihat dari dari potensi jualnya lebih bagus. Dari segi tampilan menarik dan belum banyak yang menjualnya. Apalagi dengan pilihan saus yang kami pilih berbeda dengan produk dari pesaing yang lain membuatnya menjadi lebih menarik. Biasanya produk dumpling yang dijual kebanyakan menggunakan chili oil sebagai sausnya, sedangkan produk kami menggunakan saus Bangkok dengan irisan cabai rawit sebagai saus dari produk kami.

Dengan berbagai pertimbangan yang kami lihat itulah akhirnya kami berani mengambil dumpling sebagai produk jualan kami di tugas kewirausahaan ini. Ada berbagai hambatan, tantangan, dan hal lucu yang terjadi selama menjalankan tugas business plan ini yang akan kami ceritakan secara rinci dalam paper ini. Sampai akhirnya tugas ini berhasil diselesaikan dengan pendapatan lebih dari yang kami bayangkan diawal. Kami memutuskan mengambil paper sebagai tugas akhir setelah pemikiran Panjang. Kami memiliki alasan mengapa kami memilih paper sebagai tugas akhir kami. Alasan yang menjadi acuan kami adalah karena jika kami memilih video maka kami akan kesulitan dalam pengerjaanya. Alasannya karena pada saat pengerjaan pesanan kami sangat kewalahan sehingga tidak ada satupun anggota yang mempunyai waktu untuk merekam video pembuatan maupun pada saat mengantarkan pesanan kepada pelanggan. Alasan lainnya adalah karena kami mengejar waktu COD yang ditetapkan yaitu pada sore hari. Mengapa begitu? Karena selain ada beberapa custumer yang tidak bisa melakukan COD di malam hari, beberapa dari kami pun ada yang rumahnya jauh. Sehingga kami memilih di sore hari sebagai waktu COD dengan pelanggan. Jadi jika kami tetap memilih video sebagai tugas akhir maka akan memberatkan kami mengingat untuk mencari waktu luang sangat sulit dan kami harus membuka orderan baru untuk membuat video tersebut. Selain karena waktu luang yang sulit, kami pun harus mengeluarkan tenaga ekstra ditengah gempuran tugas yang lain. Oleh karena itu kami akhirnya memutuskan untuk memilih paper. Selain dapat dikerjakan secara bergantian, paper juga dapat dikerjakan sewaktu-waktu ketika kami memiliki waktu luang. Dengan memilih paper kami harap kami dalam lebih dengan mudah dalam mengekspresikan cerita dalam bentuk tulisan.

Berikut akan kami ceritakan bagaimana perjalanan kami selama melaksanakan tugas kewirausahaan ini dengan runtut dan mudah dipahami.

Happy Reading… 

Chapter 1 : Lika-Liku Pencarian Ide

Pada hari senin kelas kita mendapatkan tugas untuk membuat business plan. Akhirnya kelas membentuk kelompok secara random dengan cara spin. Dan terbentuklah kelompok kami yang beranggotakan Mahda sebagai ketua dengan anggota Nanda, Aisyah, Shella dan Galih. Dikelas, kami merupakan satu-satunya kelompok yang berisikan cewek-cewek cantik nan imut tanpa terganggu oleh buaya-buaya PBS 4B. dan dihari itu juga kelompok kami langsung mencari ide. Kami mencari referensi di social media seperti tiktok dan Instagram. Dan drama pun dimulai…

Ide awal yang kami dapatkan dari galih adalah bola-bola coklat. Awalnya kami setuju dengan ide tersebut dan Galih pun membuat tester. Rasanya enak sih, namun setelah kami hitung laba ruginya, ternyata kita tidak mendapatkan untung. Lah rugi dong. Kemudian di hari selanjutnya setelah matkul selesai, kita berkumpul di gazebo untuk memikirkan ide lain. Setelah berfikir panjang akhirnya kita mendapat ide baru dari tiktok yaitu ximilu. Alasan kita memilih ximilu adalah karena tampilannya yang menarik dan saat itu akan mendekati bulan Ramadhan sehingga cocok dijadikan menu berbuka puasa, karena memiliki tampilan yang hampir mirip dengan es buah. Setelah cocok dengan ximilu, dihari itu juga kita langsung membuat list bahan- bahan yang diperlukan beserta perkiraan harga bahan dan modal yang kita keluarkan. Kemudian di minggu ini kita langsung mencicil membuat paper business plan dan kita juga sudah survey harga dari satu toko ke toko lainnya. Namun setelah kami telusuri harga-harga di beberapa toko ternyata harga dari barang yang kita butuhkan jauh dari perkiraan harga yang sudah kita buat sebelumnya, ternyata harga aslinya jauh lebih mahal.

Di hari selanjutnya kami memutuskan untuk kumpul sebentar setelah mata kuliah selesai untuk membahas ide lain. Kami pun kebingungan karena tidak ada ide yang muncul sama sekali. Lalu salah satu teman kita memberi saran untuk membuat wonton yang saat itu juga sedang viral, tapi ternyata kelas lain sudah ada yang membuat wonton. Maka dari itu kami memutuskan untuk ganti produk lagi. Karena hari sudah semakin sore dan kita sudah kehabisan ide, kita memutuskan untuk pulang. Di hari itu pun kita tidak mendapatkan hasil apapun.

Keesokan harinya setelah selesai kelas kita memutuskan untuk kumpul dan bertekad harus mendapatkan ide di hari itu juga karena dari kelompok lain sudah menentukan ide dan sudah ada yang mulai berjualan. Akhirnya kami memutuskan untuk membuat produk xiao long bao. Xiao long bao merupakan makanan yang berasal dari china. Xiao long bao memiliki tampilan seperti dumpling namun memiliki kuah sup dengan sedikit rasa jahe yang khas. 

Chapter 2 : Lika-Liku Pembuatan Tester Produk Dagangan

Karena sudah menemukan ide, akhirnya kita memutuskan untuk mencari bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat xiao long bao. Setelah semua bahan telah didapatkan, selanjutnya  kita pun bergegas menuju rumah galih untuk mencoba membuat xiao long bao untuk tester ibu Sri dan juga teman kelas. Langkah pertama yang kita lakukan adalah membuat kuah sup dari ceker ayam. Pada awal pembuatan berjalan sesuai ekspektasi karena sup yang kita buat rasanya enak. Namun, kita melakukan kesalahan fatal yaitu memasukkan kuah sup kedalam freezer karena kita kira dengan memasukkan kuah sup ke dalam freezer dapat mempercepat kuah sup itu dingin dan mengental. Setelah membuat kuah sup kita bergegas membuat adonan untuk isian dumpling. Yang pertama kita menghaluskan daging ayam dengan menggunakan blender karena dari kita ber 5 tidak ada yang mempunyai chopper. tapi sebelum ayamnya dimasukkan ke dalam blender, kita cincang terlebih dahulu ayamnya sampai agak halus agar mempermudah Ketika diblender nanti. Setelah itu ayam yang sudah dicincang dimasukkan ke dalam blender. Namun ada kendala yang terjadi setelah ayam tersebut mulai diblender. Kendalanya adalah tiba-tiba blender yang kita gunakan mengeluarkan asap dan bau kabel kebakar. Karena panik kita pun memutuskan untuk mematikan dulu sebentar blender yang digunakan agar beristirahat. Sembari menunggu blender, kita pun memutuskan untuk menyiapkan kulit pangsit. Kulit pangsit yang sudah kita beli dari pasar kita keluarkan dari plastik dan kita pisah-pisahkan.

Setelah menunggu lumayan lama, kita pun akhirnya mencoba kembali blender tadi. Dan pada akhirnya bisa digunakan. Setelah ayam halus kita meracik ayam dengan bumbu-bumbu yang sudah disiapkan. Sembari menunggu adonan siap, Mahda dan Aisyah bergegas membeli saus Bangkok karena kita belum mendapatkannya ketika berbelanja. Awalnya mereka mencari saus Bangkok di toko frozen food dan juga toko kelontong. Namun hasilnya nihil. Akhirnya mereka menuju toko yang dikatakan Galih. Namun pas sampai didepan toko itu Mahda dan Aisyah ragu untuk masuk. karena didalam toko itu kasirnya berpakaian seperti kasih Alfamart, sedangkan pada banner bertuliskan toko jasmine. Mahda dan Aisyah pun akhirnya memutuskan untuk mencari saus Bangkok ditempat lain karena takut uang yang mereka bawa tidak cukup jika mereka membelinya di Alfamart. Namun setelah dicari ditempat lain hasilnya tetap nihil. Karena tidak ada pilihan lain, Mahda dan Aisyah pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke Alfamart tadi barangkali disana menjual saus Bangkok. Ternyata pencarian mereka membuahkan hasil. Di Alfamart ada saus Bangkok disalah satu rak bumbu dan saus. Dan setelah mereka cek ternyata harganya masih tergolong murah. Mahda dan Aisyah seakan tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Karena tidak ingin terlalu lama, mereka pun bergegas menuju ke kasir dan membayar belanjaan mereka. Setelah sampai dirumah Galih adonan ayam pun juga sudah siap, akhirnya kita mulai membentuk dumpling. Tetapi kita lagi-lagi mendapatkan kendala yaitu kulit pangsit yang sudah disiapkan tadi mendadak menjadi kering sehingga tidak bisa dibentuk. Lalu kita mencoba berbagai cara agar kulit pangsit itu bisa digunakan kembali. Awalnya kita olesi air dipinggiran kulit pangsitnya namun hasilnya nihil. Karena tidak ada harapan kita pun memutuskan untuk membeli kulit pangsit baru. Nanda dan Shella bergegas untuk membeli kulit pangsit baru. Awalnya shella dan nanda tidak menemukan kulit pangsit dibeberapa toko yang menjual frozen food. Namun akhirnya mereka berhasil menemukan kulit pangsit di took frozen food yang jaraknya lumayan jauh dari rumah Galih. Setelah mereka sampai akhirnya kita mencoba memisahkan kulit pangsit tersebut satu persatu. Namun ternyata kulit pangsit tersebut beku dan akhirnya kita coba untuk mengukus kulit pangsit tersebut agar mempersingkat waktu. Setelah kita menunggu beberapa saat kita pun mencoba kembali untuk memisahkan satu persatu kulit pangsit tersebut. Namun ada beberapa yang tidak bisa dipisahkan karena kulit pangsitnya sudah terlanjur menempel satu sama lain.

Kemudian kulit-kulit pangsit yang menempel tersebut kita rendam didalam air. Namun bukannya terpisah, adonan kulit pangsit tersebut malah menjadi terlalu lembek. Kami pun mulaai frustasi, padahal besok kita harus mempresentasikan produk yang akan kita jual. Saat itu kondisinya sudah sore dan waktu menunjukkan pukul 18.30 WIB. Karena waktu yang tidak memungkinkan kita untuk keluar membeli kulit pangsit baru. Akhirnya kita iseng mencelupkan kulit pangsit awal yang kita beli di pasar kedalam air. Dan ternyata kulit pangsit tersebut bisa lunak kembali dan setelah kita coba membentuk dumpling dengan kulit pangsit tersebut dan ternyata bisa. Kita pun Bahagia karena ternyata masih ada harapan. Setelah percobaan pertama berhasil, akhirnya kita mencoba menambahkan sup yang sudah kita buat namun ternyata tidak bisa. Karena saat baru ditambahkan sup tersebut langsung mencair karena kesalahan kita tadi yang memasukkan kuah sup kedalam freezer. Kaleran gagal akhirnya kita memutuskan untuk membuat dumpling biasa tanpa tambahan kuah sup didalamnya. Setelah itu kita mulai membentuk dumpling yang lain dengan sisa kulit pangsit yang sekiranya bisa digunakan. Setelah selesai akhirnya kita mulai mengukus dumping mentah dengan kukusan yang sudah dipanaskan sebelumnya. Sembari menunggu dumpling matang, kita pun mulai mengerjakan makalah business plan dan PPT untuk presentasi. Setelah dumplingnya dirasa sudah matang, kita pun mencicipi dumpling tersebut. Rasanya enak, namun kurang memuaskan. Karena ini kali pertama kita mencoba membuat dumpling. Walaupun hasilnya masih kurang sempurna, kami tetap bangga karena telah berhasil melewati berbagai tantangan yang menghadang. Setelah selesai membereskan barang-barang akhirnya kita memutuskan untuk pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul 20.30 WIB. Keesokan harinya kita pun mempresentasikan produk jualan kita dan membagikan tester yang sudah kita buat sebelumnya. Dan review dari teman-teman yang mencicipi dumpling buatan kita cukup bagus. Mereka bilang saus yang kita buat enak begitu pula dumplingnya. 

Chapter 3 : Semangat di Preorder Pertama

        Kemudian pada malam harinya kita pun memutuskan untuk open order yang dilakukan melalui whatsapp dan Instagram. Awalnya kita ragu bagaimana jika tidak ada yang tertarik dengan produk yang kita jual. Tetapi kita tidak menyerah. selain melalui story whatsapp dan juga instastory, kita pun juga menawarkan produk kita secara langsung kepada teman, tetangga dan keluarga kita. Selain itu juga kita menawarkan dumpling melalui chat entah di grup whatsapp maupun chat pribadi. Dan akhirnya ada konsumen yang membeli dumpling kita dan bahkan orderan yang kita dapatkan melebihi target yang sudah kita perkirakan sebelumnya. Karena dirasa orderan yang kita dapatkan sudah cukup banyak, akhirnya kita pun memutuskan untuk menutup preorder produk kita dalam semalam.

Keesokan harinya kita memutuskan untuk membuat pesanan dumpling dirumah Galih. Nanda dan Aisyah bertugas ke pasar untuk membeli bahan-bahan yang dibutuhkan. Sedangkan Mahda dan Galih membeli kulit dumpling. Namun ada hal lucu yang terjadi, yaitu Mahda dan Galih tidak menemukan kulit dumpling di beberapa toko frozen food. Yang mereka temukan hanya kulit pangsit yang berbentuk persegi. Karena tidak ada pilihan lain, akhirnya mereka memutuskan untuk membeli kulit pangsit berbentuk kotak tadi. Namun mereka hanya membeli beberapa saja. Setelah sampai dirumah Galih, Shella, Nanda dan Aisyah pun juga sudah ada disana. Galih pun bertanya pada ibunya Dimana tempat untuk membeli kulit dumpling selain di toko yang sudah Mahda dan Galih datangi tadi. Ibunya pun memberikan rekomendasi toko frozen food baru yang tidak jauh dari rumahnya. Mendengar hal itu Mahda dan Galih pun bergegas menuju ke toko tersebut barangkali toko tersebut memang menjual kulit dimsum. Setelah sampai ditoko itu ternyata memang ada kulit dimsum. Tanpa berpikir panjang Mahda dan Galih pun langsung membeli kulit dimsum sesuai dengan jumlah pesanan. Setelah itu mereka langsung kembali menuju rumah Galih untuk membuat dumpling.

Setelah semuanya sampai dirumah Galih, kita pun langsung memulai membuat pesanan para konsumen karena kita mengejar waktu COD di sore hari. Kita pun membagi tugas agar orderan lebih cepat selesai. Seperti Galih yang bertugas mencincang daging ayam, Aisyah dan Shella yang bertugas membuat saus, Nanda yang bertugas membuat adonan untuk isian dumpling dan Mahda yang bertugas memarut wortel untuk campuran isian dumpling. Setelah dirasa adonan yang dibuat sudah pas, kita pun memutuskan untuk mulai membungkusi dumpling sesuai dengan jumlah pesanan yang didapat. Untuk kali ini kita mendapatkan kulit dumpling yang sesuai dengan apa yang kita mau. Nanda, Mahda dan Aisyah bertugas membentuk dumpling, Shella bertugas memisahkan kulit dumpling satu persatu, sedangkan Galih bertugas untuk mengukus dumpling yang sudah dibentuk. Setelah beberapa dumpling yang sudah matang, kita pun mulai memasukkan dumpling kedalam sterofoam yang sebelumnya sudah dilapisi kertas minyak. Setelah semua selesai kita pun mulai berangkat untuk melakukan COD dengan pelanggan. Ada beberapa tempat COD yang jauh, jadilah kita terburu-buru karena waktu sudah sore. Keesokan harinya kita banyak mendapatkan masukan dari pelanggan dumpling kita dan masukan tersebut kita jadikan bahan evaluasi untuk produk dumpling kita. 

Chapter 4 : Hal Lucu di Preorder Kedua

Seminggu kemudian kita sepakat untuk open preorder yang kedua kali setelah preorder pertama yang terlaksana dengan sukses. Untuk PO kali ini kita mengurangi sedikit jumlah orderan karena mengingat jika kita mengambil orderan terlalu banyak, kita akan sangat kewalahan karena selain dikejar waktu COD, kita pun dikejar banyak tugas lain. Seperti di PO awal, kita membuka orderan di jumat malam dan akan tutup orderan ketika sudah memenuhi target jumlah orderan. Seperti pada saat awal, kita close order lebih cepat dari perkiraan. Di hari minggu pagi yang cerah, kita berlima memutuskan untuk membuat orderan kedua ini di rumah Galih kembali. Karena beberapa bahan masih ada jadi kita tidak terlalu banyak mengeluarkan modal daripada saat orderan pertama. Seperti biasa Nanda dan Aisyah bertugas untuk ke pasar membeli bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat pesanan karena letak kost mereka yang dekat dengan pasar. Mahda bertugas untuk membeli kulit dimsum di toko yang sama saat membeli kulit dimsum untuk orderan pertama. Setelah semuanya sampai dirumah Galih, kita pun langsung membuat pesanan dumpling. Seperti biasa Nanda lah yang membuat adonan ayam untuk isian dumpling. Hal pertama yang kita lakukan adalah mencincang daging agar sedikit lebih lembut agar dapat dengan mudah ketika dihaluskan dengan menggunakan blender. Setelah daging ayam selesai dicincang, Galih pun mulai memblender daging ayam yang sudah sedikit halus itu. Namun hal lucu terjadi lagi. Blender yang kita gunakan mengeluarkan asap dan bau seperti kabel kebakar. Kejadian itu terulang kembali sama seperti ketika kita membuat tester untuk ibu Sri dan teman-teman. Karena hal itu sudah pernah terjadi, maka kami tidak panik. Galih pun langsung merehatkan sejenak blendernya sebelum digunakan kembali. Sembari menunggu blender yang sedang ngambek, kita pun memisahkan kulit dimsum agar mempercepat proses pembungkusan adonan dengan kulit dimsum. Setelah beberapa saat akhirnya kita mencoba kembali blender tadi dan akhinya blender tadi bisa digunakan kembali untuk menghaluskan daging ayam. Setelah daging ayam sudah halus, Nanda pun mulai membuat adonan dengan menambahkan wortel, tepung dan bumbu-bumbu yang dibutuhkan. Setelah dirasa semua bahan sudah siap, kita pun mulai membuat dumplingnya. Karena sudah mulai lihai, kita pun menjadi lebih cepat selesai. Saat sedang membuat dumpling, Nanda pun berinisiatif membuat pangsit goreng untuk taburan diatas dumpling. Nanda pun memotong- motong tipis kulit pangsit yang Galih dan Mahda beli saat orderan pertama. Nanda pun menggoreng potongan kulit pangsit tadi kemudian dia kembali kedepan lagi dan meninggalkan kulit pangsit yang sedang digoreng itu. Setelah beberapa saat tidak ada yang menyadari sesuatu, tiba-tiba kulit pangsit itu mengeluarkan bau gosong yang semerbak. Dan Nanda menyadari sesuatu, ia pun langsung berlari kedapur, namun semua sudah terlambat. Potongan kulit pangsit yang Nanda goreng telah berubah menjadi arang…

Setelah kejadian mendebarkan itu, Nanda pun kembali ke depan untuk mengatakan bahwa pangsit yang ia goreng gosong dan menghitam. Kita pun tertawa dan mengabadikan momen langka tersebut. Gagal lah ide Nanda untuk menambahkan potongan pangsit goreng sebagai bonus. Setelah semua dumpling matang, kita pun bergegas untuk memasukkan dumpling kedalam sterofoam yang sudah disiapkan sebelumnya. Tidak lupa dengan saus yang sudah disiapkan oleh Shella dan Aisyah. Setelah semua dumpling dingin, kita pun menutup wadah sterofoam tersebut satu persatu kemudian memasukkannya kedalam plastik untuk diantarkan kepada pelanggan. Setelah semuanya selesai dan bahkan lebih cepat dari orderan pertama, kita pun segera membereskan barang-barang yang dipakai untuk membuat pesanan tadi. Dan setelah semua selesai, kita pun memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing untuk kemudian mengantarkan pesanan pelanggan.

Mungkin sampai disini aja cerita kita, kayak hubungan aku sama dia huhu. Terimakasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca cerita ini. Sekian dari kita see you babaii…

The end…


dibuang sayang...
















 




























































































































Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bisnis Plan

Manajemen Investasi Teknologi Informasi

MANAGEMENT INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI            Oleh: AlFattah Candra S.R - Prodi MAZAWA   1. Management Investasi IT A. Konsep Manageme...