ASAL- USUL USAHA “WONTON LAND”

ASAL-USUL USAHA “WONTON LAND”

Oleh: Selvi Meiyana (225221015)



PROSES INOVASI IDE BISNIS


Asal usul Usaha “WONTON LAND” ini berawal dari tugas mata kuliah Kewirausahaan Islam yang kami ambil pada semester lima, dengan pengampu Ibu Sri Haryanti, S.E., M.M. Dalam tugas tersebut, kami diminta untuk menyusun sebuah business plan secara berkelompok. Kami tergabung dalam kelompok 5, yang terdiri dari empat mahasiswa, yaitu Laisya Nurlita Fery, Ramadhini Kusuma Dewi, Selvi Meiyana, dan Anisa Ramadhani.


Setelah mendapatkan tugas tersebut kami kemudian melakukan diskusi terkait produk apa yang akan dijual. Kami melakukan beberapa riset melalui media sosial Tiktok untuk mengetahui jenis makanan apa yang sedang tren dan diminati saat ini. Terdapat beberapa opsi produk yang kami pilih diantaranya dimsum, mie jebew, wonton, bakso dan ceker mercon . Setelah beberapa pertimbangan, kami memilih untuk menjual wonton dikarenakan dalam pembuatannya tidak terlalu rumit, produk makanan yang sangat mudah di siapkan, bahan-bahannya mudah didapatkan, terjangkau dan bisa dinikmati oleh berbagai kalangan.


Selanjutnya kami berdiskusi terkait nama produk apa yang akan digunakan untuk usaha wonton ini. Kami juga perlu memastikan bahwa tidak ada orang yang menggunakan nama yang digunakan secara komersial. Setelah mempertimbangkan nama produk wonton, kami menemukan kata WONTON LAND yang berasal dari  Kata "Wonton" merujuk pada makanan khas Tiongkok, yang menekankan fokus utama restoran pada sajian otentik Chinese Food. Ini menunjukkan bahwa hidangan utama restoran ini adalah wonton, dengan kualitas rasa yang menjadi andalan. Sedangkan, “Land” memberikan kesan tempat yang spesifik atau dunia sendiri, di mana pelanggan bisa menikmati pengalaman kuliner unik.


Gambar wonton di tengah, yang sedang diambil menggunakan sumpit, menunjukkan fokus pada makanan tradisional yang disajikan dengan cara yang otentik. Ini juga mencerminkan keterampilan dan seni dalam menikmati makanan Tiongkok. Wonton yang terlihat tersenyum mungkin menyimbolkan keramahan dan kehangatan yang ingin disampaikan oleh restoran kepada para pelanggannya. Adapun slogan yang digunakan untuk produk kami yakni "Sensasi gurih yang bikin ketagihan, hanya di wonton kami" menunjukkan kebanggaan restoran terhadap cita rasa khas yang ditawarkan. Ini juga memberikan janji kepada pelanggan bahwa makanan mereka memiliki kualitas rasa yang akan membuat pelanggan ingin datang lagi.


PERCOBAAN DAN PRODUKSI


Percobaan produk, kami melakukan percobaan atau survei jauh sebelum proses realisasi bisnis diselenggarakan, agar bisa mendapatkan cita rasa yang pas dan enak. Pada awalnya, kami mulai mempersiapkan bahan-bahannya. Seperti kulit wonton, daging ayam, dan bumbu pelengkap di pasar. Setelah itu, kami pulang ke rumah dan mencoba membuat adonan isiannya campuran daging ayam, daun bawang, bawang putih, minyak wijen, dan bumbu lainnya. Kami mencicipinya sedikit dan merasa puas dengan hasilnya.

Setelah itu, proses membungkus wonton menjadi tantangan tersendiri. Awalnya, kami terlalu banyak memasukkan isian hingga kulit wonton sobek. Beberapa wonton bahkan terlalu besar, sehingga terlihat kurang rapi. Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya menemukan cara melipat yang pas dan cukup sederhana tapi tetap terlihat cantik.

Ketika selesai membuat Wontonnya, mulai menggoreng dan merebus Wonton tersebut. Suara minyak mendesis, air rebusan yang mendidih dan aroma harum membuat kita semakin bersemangat. Setelah beberapa saat kemudian wonton yang di goreng dan rebus akhirnya matang lalu kami langsung segera mencicipi wonton yang telah matang tersebut. Saat mencoba hasil gorengan pertama dan rebusan pertama, kita merasa sedikit lega karena wonton nya memiliki rasa yang gurih, renyah diluar, dan lembut di dalam. 

Di hari berikutnya kami memutuskan kami memutuskan untuk menjual wonton ini secara online melalui whatsapp dan instagram. Kami memotret wonton-wonton itu di atas piring cantik, melengkapi dengan chili oil, dan menulis promosi sederhana: "Sensasi gurih yang bikin ketagihan di wonton kami." Dalam hitungan jam, pesanan wonton mulai berdatangan.


Keesokan harinya, kami bangun lebih awal untuk menyiapkan pesanan pertama yang berjumlah 35 porsi. Tidak semuanya berjalan mulus ada kulit wonton yang sobek saat digoreng, dan aku harus belajar mengemas wonton agar tetap renyah sampai ke tangan pembeli. Tapi ketika pembeli mulai memberi feedback positif, kami merasa semua jerih payah kami terbayar. Pengalaman pertama kali membuat wonton untuk berjualan memberiku pelajaran penting seperti kerja keras, ketelitian, dan kesabaran adalah kunci. Dari dapur kecil, kami memulai langkah menuju usaha yang maju. Dan kami tahu, ini baru awal dari perjalanan panjang.


Dalam pemesanan produk, kami menggunakan sistem pre-order. Kami menyebarkan pamflet secara online melalui media sosial WhatsApp dan Instagram supaya menjangkau pasar secara luas. Selain itu, kami juga menawarkan produk secara langsung kepada teman, tetangga dan kerabat. Dengan sistem pre-order kami bisa membuat produk sesuai dengan jumlah pesanan yang didapat. Produksi secara pasif telah dilakukan sejak pre-order pertama. Dapat dikatakan bahwa pemasaran produksi cukup berhasil karena pembelian melebihi target yang kami tentukan.


PEMASARAN PRODUK


Strategi pemasaran produk yang kami lakukan yaitu melakukan promosi melalui media sosial seperti WhatsApp dan Instagram dengan menggunakan pamflet. Kami menciptakan pamflet yang menarik supaya menarik minat pelanggan untuk membeli produk. Selain itu kami juga menawarkan produk secara langsung kepada teman, tetangga, atau kerabat terdekat. Penerimaan pesanan dilakukan selama tiga hari, biasanya kami open pre order mulai hari jumat sampai minggu, kemudian pesanan diproduksi pada hari senin sore juga selasa  dan akan didistribusikan pada hari selasa.


Karena target pasar penjualan kami kebanyakan remaja, kami memilih bentuk kemasan yang menarik supaya konsumen tertarik dengan produk yang dijual, selain itu kami juga menambahkan stiker logo pada kemasan. Terdapat satu bentuk kemasan yang kami gunakan yakni paper bowl.


EVALUASI DAN TANTANGAN


Dalam menjalankan usaha bisnis kami menghadapi berbagai tantangan seperti waktu yang terbatas karena kesibukan kuliah dan produk yang tidak tahan lama. Pada produksi pertama, terdapat beberapa kekurangan yakni rasa chili oil yang kurang memuaskan karena kurang pedas. Hal ini menjadi evaluasi penting dalam usaha yang kami jalankan, karena berpengaruh dengan rasa dari wonton itu sendiri.


Usaha yang kami jalankan masih pada tahap awal, jadi total modal yang kami keluarkan selama operasional sebesar Rp 200.000. Saat penjualan pertama kami menjual produk sebanyak 35 porsi dengan harga per produk sebesar Rp10.000, untuk penjualan kedua kami menjual sebanyak 25 porsi dan untuk penjualan ketiga kami menjual sebanyak 25 porsi. Jadi total produk yang kami jual sebanyak 85 porsi.


Memulai usaha ini memberikan kami banyak pengalaman berharga. Kami belajar pentingnya bekerja sama dalam tim, menjaga ketekunan di tengah tantangan, serta terus berinovasi dalam menjalankan bisnis. Kami juga memperoleh pemahaman tentang pengambilan keputusan yang bijak untuk menghindari kerugian. Melalui proses berwirausaha, kami menyadari bahwa menjalankan bisnis bukanlah hal yang mudah, tetapi dengan kemampuan memecahkan masalah dan menghadapi tantangan, segala kesulitan dapat diatasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bisnis Plan

Manajemen Investasi Teknologi Informasi

MANAGEMENT INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI            Oleh: AlFattah Candra S.R - Prodi MAZAWA   1. Management Investasi IT A. Konsep Manageme...