Dari Ide Hingga Rasa: Lika Liku Perjalanan Coceria
oleh: Siti Wasitoh (225221032)
Coceria, singkatan dari "Cookies Ceria," adalah buah dari
perjalanan kewirausahaan yang kami jalani selama sebulan terakhir. Berawal dari
tugas sederhana di mata kuliah kewirausahaan islam yang mengharuskan kami
menjalani praktik berwirausaha secara nyata, kami kelompok 4 yang beranggotakan
Aku, Rere, Muna dan Deka melakukan mendiskusikan dan menimbang ide dan usulan yang ada, akhirnya kami
sepakat untuk membuat produk manis yang sederhana namun memikat, yaitu cookies
yang dilumuri coklat. Kami menemai produk ini "Coceria" yang mencerminkan
semangat kami untuk menghadirkan keceriaan melalui produk manis ini dengan
harapan produk ini bisa membawa senyum ke setiap pelanggan yang menikmatinya.
Langkah pertama dalam perjalanan ini adalah membuat Business Plan
yang disusun untuk memenuhi tugas UTS mata kuliah kewirausahaan islam kemudian
direalisasikan langsung sebagai tugas UAS. Kegiatan awal yang kami lakukan
adalah membuat branding produk dengan mendesain logo yang sesuai dengan
karakter produk kami dengan menggunakan aplikasi Canva, kami menggambarkan
cookies dalam wadah cup dengan saus coklat yang melumer. Meskipun terdengar
sederhana, proses ini memerlukan banyak revisi agar logo mampu merepresentasikan
kualitas dan karakter Coceria. Desain akhir berhasil mencerminkan esensi produk
kami: manis, sederhana, dan penuh keceriaan. Proses ini tidak hanya
memperkenalkan kami pada pentingnya branding, tetapi juga menjadi awal dari
kesadaran bahwa setiap detail kecil memiliki pengaruh besar terhadap persepsi
pelanggan.
Proses produksi menjadi tantangan utama. Dimulai dari pengadaan
bahan, pembuatan saus coklat, hingga pengemasan. Kami membagi tugas untuk
memastikan efisiensi, Rere sebagai ketua, Deka sebagai tim produksi, Aku
mengurus keuangan dan Muna sebagai tim pemasaran. Dalam pembuatan produk
coceria ini kami bekerjasama selama proses produksi, ada yang fokus membuat
saus coklat, ada yang menempelkan logo pada kemasan, dan ada yang mempersiapkan
pengemasan. Selama proses produksi, kami menghadapi tantangan teknis seperti
mencampur bahan dengan konsistensi yang tepat, memastikan coklat tersebar
merata, dan menjaga kebersihan. Meski sedikit melelahkan, momen ini mempererat
kerja sama kami.
Pemasaran produk menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar dari
kami. Strategi kami mengandalkan platform digital seperti Instagram dan
WhatsApp. Kami mendesain pamflet yang menarik dengan menggunakan warna berbeda
untuk setiap varian produk cookies dan cococrunchy , sehingga pelanggan mudah
mengenali pilihannya. Untuk sesi foto produk, kami memanfaatkan cahaya matahari
sebagai pencahayaan alami agar hasilnya terlihat jernih dan profesional.
Hasilnya, feed Instagram Coceria tampil menarik dan memikat calon pembeli.
Hasilnya tidak mengecewakan. Respons pelanggan sangat positif,
banyak yang memuji rasa manisnya yang pas dan tekstur renyahnya. Hal itu
menjadi dorongan semangat bagi kami. Akan
tetapi perjalanan tidak selalu berjalan mulus. Kami menghadapi kritik terkait rasa
cookies yang terlalu kering, coklatnya kurang merata dan sendok yang tidak
disediakan. Menjaga konsistensi rasa di setiap batch produksi menjadi tantangan
bagi kami. Belum lagi kendala waktu, di mana kami harus menyeimbangkan tugas
kuliah dengan operasional bisnis. Meski begitu, kami terus belajar dan
memperbaiki setiap kelemahan.
Kemudian, saat memasuki Pre Order ketiga kami mulai merasakan
penurunan minat pembeli. Hal ini menjadi tantangan besar bagi kami. Kami
menyadari bahwa dengan harga Rp10.000, produk ini mungkin kurang menarik bagi
sebagian pelanggan yang menginginkan variasi atau harga lebih terjangkau.
Setelah diskusi panjang, kami memutuskan untuk menghadirkan inovasi baru: dua
varian tambahan, yaitu cococrunchy (sereal renyah dengan saus coklat) dan mix
(kombinasi cookies dan cococrunchy). Dengan ukuran cup yang lebih kecil, kami
menurunkan harga menjadi Rp5.000 untuk menarik perhatian pelanggan.
Proses inovasi ini tidaklah mudah. Kami harus menyesuaikan resep
dan presentasi produk agar tetap menarik meskipun ukurannya lebih kecil. Selain
itu, tim juga harus membangun ulang strategi pemasaran, mulai dari desain
pamflet hingga foto produk. Penggunaan cahaya alami untuk foto dan warna
berbeda pada pamflet setiap varian menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya
tarik produk. Strategi ini membuahkan hasil. Minat pembeli mulai meningkat,
terutama untuk varian mix dan cococrunchy yang menjadi favorit karena
teksturnya yang unik dan harga yang lebih ekonomis.
Perjalanan bersama Coceria mengajarkan kami bahwa dunia wirausaha
penuh dengan dinamika. Tidak cukup hanya memiliki ide bagus, kemampuan untuk
beradaptasi dengan kebutuhan pasar adalah kunci keberhasilan. Dari cookies
Rp10.000 hingga inovasi cococrunchy dan mix Rp5.000, setiap keputusan yang kami
ambil adalah hasil dari evaluasi mendalam dan kerja sama tim.
Sebulan penuh tantangan ini telah membuka wawasan kami tentang
dunia bisnis. Coceria bukan sekadar produk, melainkan simbol dari kreativitas,
kegigihan, dan kemampuan kami untuk berinovasi. Kami percaya, pengalaman ini
menjadi awal dari perjalanan yang lebih besar dalam membangun mimpi-mimpi
wirausaha kami di masa depan.
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar