PERJALANAN MENENTUKAN USAHA "PISANG COKLAT GEMOY"

PERJALANAN MENENTUKAN USAHA

"PISANG COKLAT GEMOY"

Oleh : Nani Nurul Hanifah (225221022)

          Penggabungan ide, tenaga, dan juga pemahaman untuk membentuk sebuah kerja sama yang profesional dapat dirasakan ketika sebuah kelompok mempertemukan beberapa orang dalam satu ruang untuk tujuan yang sama. Awal mulanya, sebuah kelompok dengan beranggotakan Nani Nurul Hanifah, Wahyu Siti Fatimah, dan juga Nana Diyah Astuti, kami merupakan seorang mahasiswi semester 5 UIN Raden Mas Said Surakarta yang sedang diberikan tugas oleh dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan Islam untuk membuat business plan.

          Ada berbagai proses dalam membentuk business plan ini, dari mulai pembekalan materi, mencari ide produk yang akan di ambil, membuat logo produk, pembagian tanggung jawab, teknik pemasaran, hingga tahap menulis paper. Selain itu, kami juga harus mengimplementasikan dari Business plan tersebut menjadi sebuah usaha dengan menjualkan produk yang telah dirancang menjadi sebuah produk jadi.

===========

ASAL MULA TERBENTUKNYA PRODUK

==========

          Awalnya, kami berdiskusi mengenai produk apa yang akan diambil untuk tugas mata kuliah Kewirausahaan Islam ini, mengingat juga harus mempertimbangkan minat beli dari konsumen dan juga cemilan atau makanan yang sifatnya kekinian dalam arti produk yang akan kami ambil tidaklah produk yang bukan diminati di kalangan remaja. Dari hal tersebut, kami memutuskan untuk mencari di media sosial agar mendapatkan inspirasi ide produk jualan yang menarik minat konsumen terutama di kalangan remaja.

         Sampai kami ketemu dengan sebuah vidio pisang kembung dan kita memberikan nama untuk produk tersebut PISCOY (Pisang Coklat Gemoy). Produk ini terbuat dari tepung terigu, tepung beras, gula pasir, ragi instan, baking powder, dan juga air. Proses pembuatannya mudah dan praktis dan cocok untuk cemilan saat bersantai atau menjadi teman saat membaca.

==========

MEMULAI PERJALANAN AWAL

==========

PERSIAPAN

        Setelah mendapatkan ide yang sesuai untuk memulai usaha, yaitu Pisang Coklat Gemoy yang memiliki potensi besar sebagai peluang dalam bisnis kuliner. Dengan memanfaatkan tren viral dan popularitas media social, produsen dapat meningkatkan eksposur produk dan mencapai pasar yang lebih luas. Sebagai contoh, berbagai resep pisang coklat yang beredar di internet dan saluran You Tube telah menunjukkan minat yang signifikan dari masyarakat. 

Adapun tujuan dari usaha produk tersebut untuk :

  1. Menciptakan produk dengan kualitas yang baik dan cita rasa yang beragam dan lezat.
  2. Mempromosikan dan memperluas jangkauan pasar melalui media social seperti TikTok, Instagram, atau WhatsApp.
  3. Menawarkan harga yang terjangkau di kalangan remaja.


      kami juga mempersiapkan ciri khas untuk produk yang dari pisang coklat gemoy tersebut, yaitu logo, dengan adanya logo menambah kesan yang lebih baik.

PISOY : nama produk usaha ini yaitu PISOY atau bisa juga disebut pisang coklat gemoy. 

Emoji senyum : Saat menikmati hidangan PISOY ini diharapkan dapat mengembalikan mood dengan senyuman.

Warna Coklat : menggambarkan topping coklat yang banyak digemari oleh berbagai kalangan masyarakat.


PENJUALAN

             Pada penjualan pertama kami mendapatkan 30 pesanan dengan berbagai varian rasa dari greantea, tiramisu, coklat, dan ada juga yang request mix varian. Dari adanya request tersebut kami memutuskan untuk menambah toping dengan mix varian.

      Di penjualan kedua kami mendapatkan 38 pesanan, meningkat 8 pesanan dari hari pertama, pada saat penjualan kedua ini ada juga yang request menu baru, yaitu pisang crispy. Yang mana pisang crispy ini hanya menggunakan bahan tepung terigu, juga tepung panir dan di tambah juga dengan toping yang sama sesuai request dari pembeli.

      Untuk penjualan ketiga, kami mendapat 18 pesanan, dari sini kami mengalami penurunan penjualan. 

EVALUASI

             Dari pengalaman yang kami lalui banyak sekali pelajaran dan juga pembelajaran untuk menjadi lebih baik lagi. Kami masih tahap mencoba, mencoba, dan belajar kembali, dan masih ada beberapa yang kurang dan sedikit banyak evaluasi, diantaranya, yaitu : Kurang menambah target penjualan ke berbagai kalangan untuk menarik minat pembeli; Hanya dilakukan dengan promosi online saja, belum ada penjualan secara offline; Masih menggunakan sistem just in time (membeli bahan saat ada order/pesanan saja).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bisnis Plan

Manajemen Investasi Teknologi Informasi

MANAGEMENT INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI            Oleh: AlFattah Candra S.R - Prodi MAZAWA   1. Management Investasi IT A. Konsep Manageme...