Keunikan dan Popularitas Tahu Goyang Lidah sebagai Kuliner Lokal yang Mendunia

 Keunikan dan Popularitas Tahu Goyang Lidah sebagai Kuliner Lokal yang Mendunia

Disusun Oleh : Nadia Destiana W (225221020)

Proses Penemuan Ide Bisnis

Awal mula berdirinya usaha “Tahu Goyang Lidah” ini pada saat perkuliahan Kewirausahaan Islam di semester 5 dengan dosen pengampu mata kuliah Ibu Sri Haryanti, S.E., M.M. Beliau memberikan tugas kepada mahasiswa untuk membuat business plan, tidak hanya business plan, setelah selesai itu kami ditugaskan untuk mengimplementasikan produk kemudian menjual produk yang dikerjakan secara berkelompok. Kami mendapat kelompok 11 yang beranggotakan 3 orang, yaitu Nadia Destiana Wahyuningsih, Lutfi'ah Miftahul Jannah, dan Sandra Sri Pramono.

Tahu adalah salah satu makanan khas Indonesia yang sudah menjadi bagian dari budaya kuliner Nusantara. Terbuat dari kedelai, tahu dikenal sebagai bahan pangan yang bergizi, murah, dan mudah ditemukan. Dalam perkembangannya, tahu telah diolah menjadi berbagai hidangan kreatif untuk menarik minat masyarakat. Kami berdiskusi mengenai nama produk yang ingin dijual, salah satu inovasi unik yang muncul adalah "Tahu Goyang Lidah," yang menggabungkan cita rasa gurih dan pedas khas Indonesia.

Tahu Goyang Lidah tidak hanya menawarkan kelezatannya, tetapi juga memiliki branding yang menarik, sehingga cepat populer di kalangan masyarakat lokal dan wisatawan. Fenomena ini menunjukkan bagaimana inovasi pada makanan tradisional dapat meningkatkan daya tarik kuliner lokal sekaligus mendukung perekonomian daerah.


Tahap Uji Coba

Setelah kami sepakat untuk mengambil produk tersebut, beberapa hari kemudian kami melakukan uji coba untuk produk Tahu Goyang Lidah guna mencari cita rasa yang sesuai dengan selera konsumen. Kami mulai mencari bahan-bahan yang terdiri dari tahu kempong, tepung terigu, minyak goreng, dsb.

Proses uji coba pembuatan Tahu Goyang Lidah dimulai dengan penuh antusiasme, meskipun penuh tantangan. Kami bereksperimen dengan berbagai kombinasi bahan untuk menciptakan rasa pedas yang tidak hanya membakar lidah, tetapi juga menyenangkan. Setiap percobaan kami lakukan dengan hati-hati, memperhatikan takaran bumbu dan tingkat kepedasan yang pas. Kami mengundang teman-teman untuk mencicipi dan memberikan masukanmulai dari kekuatan rasa pedas hingga tekstur tahu yang harus tetap renyah namun lembut di dalam. Setiap feedback yang diterima sangat berharga, menjadi pijakan untuk menyempurnakan resep. Berulang kali kami menyesuaikan takaran bumbu dan waktu penggorengan, hingga akhirnya kami berhasil menemukan perpaduan yang memuaskan. Uji coba ini menjadi momen penting dalam proses menciptakan produk yang tak hanya enak, tetapi juga memiliki sensasi yang memikat bagi siapa saja yang mencobanya.


Pemantapan Ide dan Strategi Bisnis

Setelah melakukan beberapa tahapan uji coba dan sudah menemukan cita rasa yang tepat untuk produk ini, maka selanjutnya menentukan strategi bisnis. Hal ini dimulai dari latar belakang, visi, misi, dan struktur organisasi. Dimana fungsi struktur organisasi ini nantinya dapat memperlancar proses produksi dan dapat terstruktur dengan baik.

Tahu Goyang Lidah merupakan salah satu camilan pedas yang banyak disukai oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Tahu Goyang Lidah adalah inovasi dari makanan tahu isi sayur yang populer di Indonesia yang sekarang bernovasi menjadi tahu yang diisi dengan Ayam Suwir, Jamur Pedas, Usus Pedas, Ati Pedas, Jamur Pedas, dan Sambel Welut yang sudah dibaluri cabai yang pedas. Berdasarkan analisis tersebut mengenai peluang usaha untuk penjualan maka kami memilih untuk membuka usaha Tahu Goyang Lidah Isi Mercon dengan berbagai varian rasa.

Visi : Menjadi pilihan utama camilan pedas yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga membawa pengalaman unik dan menyenangkan bagi setiap pelanggan, dengan tetap berkomitmen pada kualitas, inovasi, dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Kami berusaha untuk terus mengembangkan produk yang menginspirasi, memperkenalkan sensasi baru dalam dunia kuliner, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Misi :

  • Menyajikan tahu isi mercon dengan kualitas terbaik, yang menawarkan rasa pedas dan sensasi unik yang memikat hati pelanggan.
  • Terus berinovasi untuk menciptakan varian rasa baru yang dapat memenuhi selera beragam kalangan.
  • Membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan melalui pelayanan yang ramah, transparansi, dan kepuasan konsumen yang tinggi.
  • Berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan usaha dengan mendukung produk lokal dan menggunakan bahan-bahan yang berkualitas serta ramah lingkungan.
  • Menjadi inspirasi bagi wirausaha muda untuk berani mengambil langkah dan mewujudkan ide kreatif mereka dalam dunia bisnis kuliner.

Struktur Organisasi Usaha : 

  1. Direktur Usaha : Sandra Sri Pramono
  2. Manajemen Produksi : Nadia Destiana Wahyuningsih 
  3. Manajemen Keuangan : Lutfi'ah Miftahul Jannah
  4. Manajemen Pemasaran : Nadia, Jannah, dan Sandra 

Setelah itu terkait tempat produksi Tahu Goyang Lidah ini, kami membuat produk ini di kost Nadia. Dalam strategi pemasaran kita memanfaatkan platfrom media sosial (WhatsApp dan Instagram). Metode pemasaran yang kita gunakan yaitu dengan Pree-Order dan kita sepakat untuk memproduksi seminggu 2x. Kami menjual dengan harga Rp 2.500 per pcs. Pada pemesanan pertama kami memperoleh 71 pcs pesanan, kemudian kami memperoleh modal dari pembuatan produk tersebut yaitu berasal dari iuran sebesar Rp 50.000 per orang. Membuat diskon opening dengan promosi apabila melakukan pembelian 5 pcs kami akan memberikan bonus 1 pcs, terbukti dengan promosi tersebut dapat menambah minat pelanggan untuk membeli tahu.


Evaluasi dan Tantangan Bisnis

Dalam menjalankan usaha bisnis tentunya kami menghadapi berbagai tantangan seperti waktu yang terbatas. Dengan adanya evaluasi kita dapat mengetahui kekurangan yang ada pada usaha kita yang nantinya dapat diperbaiki dan menjadi pembelajaran untuk kedepannya. Sebagai pemula seperti saya yang belum memiliki pengalaman berbisnis, evaluasi ini sangat penting bagi usaha Tahu Goyang Lidah.

Untuk saat ini respon positif dari konsumen terus berkembang dan kami berhasil menarik perhatian bagi pecinta makanan pedas. Evaluasi yang pertama yaitu kami kesulitan mencari tahu yang sesuai dengan kriteria yang dijual dan harganya pun berbeda-beda. Evaluasi yang kedua yaitu kami kurang fokus pada saat packing pemesanan yang menyebabkan salah memasukkan varian rasa sehingga pelanggan komplain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bisnis Plan

Manajemen Investasi Teknologi Informasi

MANAGEMENT INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI            Oleh: AlFattah Candra S.R - Prodi MAZAWA   1. Management Investasi IT A. Konsep Manageme...