Keberkahan setiap langkah Risol Mayo Zaud

Keberkahan setiap langkah Risol Mayo Zaud

By : Sri Rahayu



Ayu adalah seorang mahasiswi UIN Raden Mas Said Surakarta Jurusan Akuntansi Syariah yang penuh semangat. Di semester 5 yang cukup tidak mudah ini dengan menatap kedepan melihat tugas-tugas yang berdatangan silih berganti Ayu Mendapat mata kuliah Kewirausahaan Islam yang tampak mudah ternyata cukup sulit dilalui ketika bersamaan dengan tugas-tugas lain, namun begitu Ayu tetap semangat tanpa bayas untuk menyelesaikan satu persatu tugas yang telah diberikan.

….

Sejak pertemuan awal, dosen memberikan tantangan kepada mahasiswanya bahwa setiap mahasiswa harus mempraktikkan teori yang telah diberikan dengan menciptakan suatu ide usaha dan menjalankan usaha tersebut untuk dijual secara langsung di Car Free Day (CFD) ataupun Sistem PO

…..

Ayu bersama kelompoknya yaitu zikri dan wildan tertantang untuk Berjualan di tempat ramai yaitu di CFD, Pada Saat itu Ayu bersama kelompoknya bingung harus menjual produk apa karna menjadi pembisnis pemula bukan hal yang mudah. Namun, dengan tekat dan semangat Ayu bersama kelompoknya berfikir untuk menentukan Ide jualan yang unik dan menarik. Nahh disela-sela kita berbincang untuk menentukan produk jualan kita, Wildan memiliki sebuah ide yaitu untuk berjualan Risol Mayo.

….

Wildan : "Bagaimana kalau kita jualan risol mayo aja gais? Mudah dibuat, enak, dan banyak peminat," saran Wildan saat mereka berdiskusi di kantin kampus.

Ayu dan zikri setuju. “Kita bikin dengan variasi rasa yang unik lebih menarik. Aku bisa coba buat yang pedas ataupun yang pedas manis .”

….

Setelah berbincang cukup lama akhirnya Ayu dan teman kelompoknya sepakat untuk berjualan risol mayo. Produk Risol Mayo yang akan dijual oleh kelompok Ayu di beri nama yaitu Risol Mayo Zaud, nama zaud perpaduan antara Zikri, Ayu, dan Wildan dengan maksud agar 3 orang tersebut mendapatkan keberkahan dan rejeki dari usaha  yang sedang dirintis. Berbekalkan Ilmu, Semangat, niat dan tekat  yang didapat dibangku kuliah  Ayu dan teman-temannya memutuskan berjualan Risol di CFD Slamet Riyadi menjadi obyek berjualan. 

….

Seminggu sebelum hari H, Ayu dan teman-teman mulai merancang semuanya mulai dari resep, kemasan, hingga strategi penjualan. Ayu menghabiskan waktu untuk belajar membuat risol yang enak dengan resep yang digunakan, saat itu kepanikan datang saat proses trial yang terus menerus gagal dan akhirnya Ayu mendapatkan keberhasilan akan perjuangan dalam proses pembuatan risol mayo, sementara Wildan dan zikri sibuk menyiapkan segala keperluan untuk berjualan di cfd dan mendesain kemasan agar lebih menarik bagi customer, dan dengan slogan "Risol Asyik, Mayo Unik" yang dapat menarik perhatian disemua kalangan.

….

Akhirnya tiba saatnya Ayu dan teman-teman berjualan di CFD 

Pagi itu, suasana Jalan Slamet Riyadi di Surakarta tampak sedikit berbeda. Meski biasanya Car Free Day (CFD) selalu cerah dan ramai, kali ini langit tampak kelabu. Awan mendung menggantung berat, dan gerimis kecil mulai turun. Namun, Ayu bersama kelompoknya dan beberapa teman kuliah tetap semangat dengan rencana yang telah dipersiapkan berhari-hari sebelumnya. 

….

Kami tiba lebih awal, berharap mendapatkan tempat strategis. Namun, nasib berkata lain. Stand kami ternyata berada di sudut yang cukup terpencil, jauh dari arus utama pengunjung. Lokasinya kurang menguntungkan, bahkan nyaris tak terlihat oleh orang yang lewat. Wajah kami sempat surut rasa khawatir menyelinap di antara antusiasme pagi itu. saat itu munculah ide untuk berjualan keliling. 

….

“Gimana kalau kita keliling aja, bawa risol ini dan nawarin langsung?” Ujar ayu, mengusulkan. Semua setuju. Dengan membawa kotak-kotak risol hangat, kami mulai berjalan menyusuri kerumunan, menawarkan dagangan kepada pengunjung yang sedang jogging, berjalan-jalan santai, atau duduk menikmati suasana.

….

Kami pun bergantian mengajak orang membeli risol. Ada yang tertawa ramah, ada yang sekadar mengangguk sambil berkata, “Nanti ya,” dan tak sedikit juga yang benar-benar membeli. Meski harus berjuang dengan rasa malu dan rasa canggung pada awalnya, lama-lama suasana menjadi seru. Kami tertawa bersama, saling menyemangati, bahkan belajar menghadapi penolakan dengan santai.

….

Salah satu momen yang paling lucu adalah ketika seorang bapak paruh baya bercanda, “Ini risol apa kue keberanian? Soalnya yang jualan pada semangat banget!” Ucapan itu sukses membuat kami tertawa , sekaligus menguatkan kami untuk terus mencoba tanpa putus asa. Meski gerimis tak kunjung berhenti, suasana hari itu tetap hangat. 

….

Alhamdulillah, ketika waktu berjualan usai, risol sebanyak 50 biji ludes  terjual semua! Dengan wajah puas dan langkah ringan, tiba waktunya Evaluasi hasil jualan di Car Free Day, Ayu bersama kelompok dan teman2 lainnya  segera mempersiapkan presentasi hasil penjualan di depan kelas. Saat giliran kelompok kami tiba, kami mempresentasikan pengalaman berjualan dengan penuh semangat. Mulai dari tantangan lokasi, kreativitas untuk menawarkan produk, hingga strategi kami untuk tetap positif dalam kondisi cuaca kurang bersahabat.

….

Reaksi Ibu Sri Haryanti sebagai Dosen sangat di luar dugaan. Beliau tersenyum lebar dan berkata, “Saya sangat menghargai kerja keras dan kreativitas kalian. Ini contoh bagus bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti mencoba.” Tepuk tangan dari teman-teman kelas pun mengiringi presentasi, membuat rasa bangga menyelimuti hati untuk Kelas AKS 5B

….

Hari itu mengajarkan Ayu banyak hal bukan hanya soal berdagang, tetapi juga tentang kerja tim, keberanian untuk mencoba, dan pentingnya berpikir kreatif. Di tengah mendung dan gerimis, kami menemukan pengalaman yang tak hanya menyenangkan, tetapi juga berharga. Risol yang kami jual mungkin sederhana, tetapi cerita di baliknya akan selalu kami kenang.


Nama : Sri Rahayu

NIM : 225221044

Kelas : AKS 5B

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bisnis Plan

Manajemen Investasi Teknologi Informasi

MANAGEMENT INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI            Oleh: AlFattah Candra S.R - Prodi MAZAWA   1. Management Investasi IT A. Konsep Manageme...