KESEGARAN DI SETIAP TEGUKAN : CERITA DI BALIK MANIS NYA ES JELLY

by: Aliffa Nirwanas 

  Sebagai seorang mahasiswi semester 5, perjalanan perkuliahan semakin menantang. Bukan hanya sekadar belajar teori di dalam kelas, tetapi juga diharuskan terjun langsung ke lapangan. Tugas mata kuliah Kewirausahaan Islam menjadi titik balik yang mendewasakan. Salah satu tugas besar yang diberikan adalah membuat ide usaha, menjalankannya, serta mempraktikkan prinsip-prinsip wirausaha islami. Setelah melalui banyak diskusi dengan teman kelompok yaitu saya Aliffa, Yosep, dan Aji, akhirnya kami memutuskan untuk berjualan Es Jelly. 

  Mengapa Es Jelly? Minuman ini tidak hanya menyegarkan, tetapi juga mengenyangkan. Kombinasi air dengan aneka rasa, dan potongan jelly yang lembut serta kenyal menciptakan sensasi unik bagi siapa saja yang mencicipinya. Kami yakin es ini memiliki daya tarik tersendiri. Tidak hanya sekadar pelepas dahaga, namun juga memberikan rasa kenyang karena kandungan jelly-nya yang mengandung serat. Dengan harga yang terjangkau cuma Rp. 6.000 saja, minuman ini dapat dinikmati oleh semua kalangan.

  Berbekal semangat kewirausahaan dan ilmu yang kami dapatkan di bangku kuliah, kami memutuskan untuk berjualan di Car Free Day (CFD) Kartasura. CFD adalah momen yang tepat karena banyak masyarakat beraktivitas di pagi hari sambil berolahraga atau sekadar menikmati suasana bebas kendaraan. Dengan target pasar yang luas, kami yakin Es Jelly akan menjadi minuman favorit para pengunjung.

 Sebelum berjualan kami sibuk mempersiapkan segala kebutuhan. Mulai dari membeli bahan-bahan seperti jelly, es batu, serbuk minuman dengan berbagai rasa, botol plastik, plastik, hingga spanduk kecil sebagai penanda lapak kami. Kami juga tidak lupa merancang strategi pemasaran sederhana: memberikan harga promosi untuk diskon kecil jika membeli dalam jumlah banyak. Semua ini kami lakukan dengan harapan usaha kami sukses, meskipun sederhana.

   Pagi itu, langit tampak kelabu saat kami tiba di lokasi CFD Kartasura. Udara dingin menyapa kulit, angin sepoi-sepoi terasa menusuk. Sebagai mahasiswa semester 5 yang bersemangat, kami tidak menghiraukan awan gelap di langit. Dengan tekad yang kuat, kami menata lapak sederhana kami. Spanduk kecil bertuliskan "Es Jelly Segar dan Mengenyangkan!" kami bentangkan di meja. Wadah berisi jelly berwarna-warni mulai menghiasi sudut lapak. Namun tak lama berselang, rintik kecil air hujan mulai jatuh dari langit, di dalam hati ada sedikit rasa khawatir. “bagaimana kalau hujan ini terus berlanjut? Akankah es jelly kami laku?”. Kami tidak menyerah, dalam wirausaha ujian dan tantangan adalah bagian dari proses.

  Dalam menjalankan bisnis ini, kami berpegang pada prinsip-prinsip Kewirausahaan Islam. Kami belajar bahwa dalam Islam, berwirausaha bukan hanya tentang mencari keuntungan materi semata, melainkan juga mengutamakan nilai-nilai moral dan keberkahan. Kami memastikan bahwa setiap bahan yang kami gunakan adalah halal dan baik. Jelly yang kami pilih berasal dari bahan-bahan alami dan bebas bahan kimia berbahaya.

  Tidak hanya bermanfaat bagi kami sebagai mahasiswa, usaha ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat. Pertama, Es Jelly menjadi minuman sehat dan menyegarkan yang bisa dinikmati oleh semua kalangan. Dengan kandungan jelly yang mengenyangkan, minuman ini dapat menjadi solusi praktis bagi mereka yang ingin melepas dahaga tanpa harus mengonsumsi makanan berat.

  Melalui bisnis ini, kami belajar nilai-nilai kewirausahaan islami: kejujuran, keadilan, dan keberkahan. Kami juga merasakan betapa pentingnya kerja keras dan kesabaran dalam menghadapi setiap tantangan. Hujan yang datang di pagi hari menjadi pengingat bahwa tidak semua berjalan sesuai rencana, tetapi dengan keyakinan dan tawakal kepada Allah, rezeki pasti akan datang.

  Di akhir hari, meskipun hujan sempat menjadi hambatan, kami berhasil menjual cukup banyak es jelly. Rasa lelah bercampur bahagia menyelimuti hati kami. Melalui usaha ini, kami belajar banyak hal yaitu, pentingnya kerja sama tim, manajemen waktu, kreativitas, serta bagaimana menjalankan bisnis sesuai dengan ajaran Islam. Kami sadar bahwa kewirausahaan bukan hanya tentang mencari keuntungan, tetapi juga tentang memberi manfaat bagi orang lain dan mendapatkan ridha Allah.

   Perjalanan sebagai mahasiswa semester 5 ini adalah babak baru dalam hidup kami. Es jelly sederhana yang kami jual bukan sekadar minuman, tetapi menjadi simbol semangat, keberanian, dan harapan. Dengan prinsip kewirausahaan Islam, kami percaya bahwa usaha ini akan membawa keberkahan, tidak hanya bagi kami

  Langit mendung pagi itu mungkin adalah ujian, tetapi kami percaya bahwa setelah hujan, akan ada pelangi. Dan di setiap langkah kecil kami, ada harapan besar yang menanti di masa depan. Es jelly kami bukan sekadar minuman, tetapi kisah perjalanan penuh makna.


Oleh : Aliffa Nirwanas

Nim : 225221048

Kelas: Akuntansi Syariah 5B

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bisnis Plan

Manajemen Investasi Teknologi Informasi

MANAGEMENT INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI            Oleh: AlFattah Candra S.R - Prodi MAZAWA   1. Management Investasi IT A. Konsep Manageme...