BERDIRINYA USAHA “ TIN KIMBAB”
Oleh : Titis Mawar Ningtyas (225221026)
PROSES PENEMUAN IDE BISNIS
Awal mula berdirinya usaha “ TIN KIMBAB” berawal dari perkuliahan Kewirausahaan Islam di Semester 5 dengan dosen pengampu mata kuliah Ibu Sri Haryanti, S.E.,M.M. Ibu Sri Haryanti, S.E.,M.M memberikan tugas kepada mahasiswa untuk membuat business plan yang dikerjakan secara berkelompok. Kami mendapat kelompok 3 yang beranggotakan Titis Mawar Ningtyas, Fatimah Nurul Fadhillah, dan Nurul Istiqamah. Dengan adanya tugas ini, Ibu Sri Haryanti, S.E.,M.M. berharap mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan keterampilannya dan mengajarkan mahasiswa bagaimana cara berjualan.
Setelah mendapat tugas tersebut kami melakukan diskusi untuk produk apa yang akan kami jual. Kami melihat tren apa yang sedang disukai masyarakat. Lalu kami mencari referensi melalui tiktok dan ig dan menemukan bahwa banyak masyarakat yang sedang menyukai video pembuatan Kimbab. Menu Kimbab sedang disukai karena proses pembuatannya yang mudah dan banyak disukai oleh ibu- ibu untuk bekal anaknya. Oleh karena itu, karena kami memutuskan untuk tugas business plan kami yaitu membuat kimbab.
Setelah mendapat produk apa yang akan kami jual selanjutnya kami memikirkan nama untuk produk jualan kami. Kami berdiskusi lagi nama apa yang cocok untuk produk kami. Setelah berdiskusi akhirnya kami memutuskan untuk memberi nama “ TIN KIMBAB”. Nama TIN berasal dari singkatan nama anggota kelompok kami yaitu Titis, Imah, Nurul. Kami menyetujui menggunakan nama itu karena penyebutannya yang tidak bertele- tele dan gampang diingat oleh para pelanggan.
PRODUKSI
Sebelum membuat produk kami menonton video referensi dari tiktok dan youtube. Lalu kami membeli bahan- bahan untuk membuat kimbab. Bahan yang kami gunakan yaitu telur ayam, sosis, crabstick, wortel, timun, bayam, beras, wijen, minyak wijen, minyak asin, nori kimbab, nori tabur, mayonise, saus, garam, lada, minyak dan air. Lalu alat yang kami gunakan yaitu pan, sotil, pisau, baskom, mika, plastik, staples. Pada percobaan pertama kami kesulitan dalam menemukan nori kimbab karena tidak semua toko menjual dan adanya kehabisan produk. Pada percobaan pertama kimbab yang dihasilkan tidak sesuai dengan ekspektasi kami. Hal ini dikarenakan gulungan kimbab yang tidak padat sehingga mengakibatkan nasi yang digulung pecah. Kemudian kami mencari solusi bagaimana supaya gulungan kimbab padat.
Setelah itu kami melakukan uji coba kimbab yang kedua dan kami menemukan solusi mengapa gulungan kimbab kami pecah saat digulung. Ternyata dalam penggulungan kimbab nasi yang digulung tidak boleh terlalu banyak, sehingga kami mengurangi porsi nasi dalam penggunaan kimbab. Kemudian untuk nori kimbab kami memutuskan untuk membeli secara online mengingat harganya yang jauh lebih murah. Kami melakukan produksi kimbab sebanyak empat kali produksi. Pembuatan TIN Kimbab disesuaikan dengan jadwal perkuliahan kami yang terdapat waktu jeda.
PEMASARAN PRODUK
Dalam melakukan pemasaran kami menggunakan promosi melalui media sosial. Hal yang pertama kali kami lakukan yaitu membuat instagram untuk mempromosikan kimbab yang kami jual dan kami beri nama @tin_kimbab. Selain itu kami juga mempromosikan melalui media sosial kami baik melalui story whatsapp dan instagram pribadi. Lalu kami juga mempromosikan secara verbal kepada teman- teman kami.
Kami menjual produk kami seharga Rp2.000 per potong. Penentuan harga ini kami sepakati setelah kami melakukan observasi. Selain itu kami juga mempertimbangkan dengan biaya bahan baku yang kami gunakan. Dalam pemasarannya produk kami dikemas dalam bentuk mika plastik yang diberi kertas minyak dan kami tempelkan stiker logo. Tujuan dari pembuatan stiker logo ini untuk pemasaran produk, mengenalkan nama produk TIN KIMBAB, dan menambah daya tarik dari pembeli. Selain itu kami juga menambahkan toping saus dan mayonise dalam kimbab yang kami jual.
EVALUASI
Dalam menjalankan bisnis ini kami menghadapi berbagai tantangan seperti waktu yang terbatas, bahan yang sulit dijumpai, dan cara menggulung kimbab. Pada awalnya kami kesulitan dalam menentukan kapan kami akan mulai berjualan karena mengingat jadwal kuliah kami yang padat. Selain itu kami juga kesulitan dalam mencari rumput laut untuk kimbab karena tidak semua toko menjual rumput laut kimbab dan kami akhirnya menemukan solusinya yaitu dengan pembelian online. Lalu kami juga tidak merealisasikan ide pemasaran kami yang ingin berjualan di CFD dikarenakan jarak rumah kami yang saling berpencar dan mengingat produk yang kami produksi harus fresh semua bahannya.
Usaha yang kami jalankan dalam tahap pertama berhasil menjual 60 potong kimbab, pada tahap kedua kami berhasil menjual 23 potong kimbab, pada tahap ketiga kami berhasil menjual 32 potong kimbab, dan pada tahap ke empat kami berhasil menjual 33 potong kimbab. Sehingga total kimbab yang berhasil kami jual yaitu 148 potong kimbab. Tahap pertama kami menghasilkan keuntungan Rp32.800, tahap kedua menghasilkan keuntungan Rp10.150, tahap ketiga menghasilkan keuntungan Rp22.650, tahap ke empat menghasilkan keuntungan Rp22.000 sehingga total keuntungan yang kami dapatkan yaitu Rp87.600.
Dengan adanya mata kuliah Kewirausahaan Islami kami mendapat banyak pelajaran. Pelajaran yang bisa kami dapatkan seperti cara pembuatan ide bisnis, kerja sama tim, cara memasarkan produk, cara mendapat produsen yang murah. Dengan adanya tugas kewirausahaan islami ini juga mengajarkan bahwa dalam mendirikan bisnis tidak semudah yang dibayangkan. Banyak lika- liku yang harus dihadapi seperti penentuan bahan baku dan penentuan harga. Selain itu juga mengajarkan cara bersyukur karena tidak segampang itu mendapatkan uang. Tidak ada usaha yang sukses tanpa adanya perjuangan yang gigih didalamnya.
Pamflet TIN KIMBAB Instagram TIN Kimbab



Tidak ada komentar:
Posting Komentar