Lika liku jualan risol mayo

Lika liku jualan risol mayo
Oleh : Nesgi Septian Pramesti (225221008)



Perjalanan awal membangun bisnis ini bermula dari sebuah tugas mata kuliah Kewirausahaan Islam yang diberikan oleh dosen pengampu. Awalnya, kami yang berkelompok 3 orang yaitu Nesgi, Zahra, Adisya diminta untuk menciptakan sebuah ide bisnis sederhana yang bisa diaplikasikan di dunia nyata. Dengan penuh antusias, kami mulai brainstorming ide-ide kreatif yang relevan dengan apa yang sedang trend pada saat ini.

Prosesnya tidak mudah. Kami harus melakukan riset pasar, menyusun rencana bisnis, dan memperhitungkan berbagai aspek seperti modal, target pasar, hingga strategi pemasaran. Dalam proses itu, kami belajar banyak hal baru, mulai dari bagaimana mengenali peluang bisnis hingga menghadapi tantangan dalam mewujudkan ide menjadi kenyataan.

Dari brainstorming ide tersebut, akhirnya muncullah gagasan untuk membuat bisnis risol mayo. Ide ini berawal dari pengamatan sederhana bahwa camilan gurih seperti risol mayo memiliki banyak penggemar, namun seringkali kurang bervariasi dalam cita rasa dan penyajiannya. Kami melihat peluang untuk membuat produk yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki nilai jual yang unik.

Setelah ide bisnis risol mayo dirumuskan, langkah selanjutnya adalah melakukan uji coba resep untuk memastikan produk yang kami tawarkan memiliki cita rasa yang unggul dan konsisten. Uji coba ini menjadi momen penting, karena dari sinilah kami menentukan karakteristik risol mayo yang membedakan produk kami dari yang lain.

Kami memulai dengan mencari bahan-bahan terbaik, seperti kulit risol yang lembut namun tidak mudah robek, isian mayo yang creamy, serta tambahan sosis dan telur. Beberapa kali eksperimen dilakukan, mulai dari menentukan takaran bahan hingga teknik penggorengan yang menghasilkan tekstur renyah di luar namun tetap lembut di dalam.

Uji coba ini juga mengajarkan kami pentingnya kualitas konsistensi. Oleh karena itu, kami membuat standar resep yang jelas dan mencatat setiap detail proses pembuatan, sehingga risol mayo yang dihasilkan selalu memenuhi ekspektasi pelanggan. Dari sini, kami merasa semakin percaya diri untuk meluncurkan produk ke pasar.

Dengan modal awal sebesar Rp 200.000, kami ber 3 mulai bereksperimen di dapur, mencoba berbagai resep hingga menemukan kombinasi rasa yang pas. Kami menjual nya dengan harga Rp 3.000/pcs. Harga ini merupakan harga yang pas untuk kantong pelajar, mahasiswa dan yang lainnya. 

Disini kami bertiga memasarkan produk dengan menggunakan sosial media yaitu WhatsApp dan Instagram, dan sistem penjualannya yaitu pre -order. Untuk PO pertama kami menerima pesanan yaitu 55 pcs risol, yang mana hal tersebut sudah terbilang banyak, dan kelompok kami mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 35.000. Lalu untuk PO kedua kami menerima pesanan yaitu 30 pcs risol, dan kelompok kami mendapatkan keuntungan sebesar Rp 20.000. Jadi total keuntungan yang kita dapat yaitu Rp 55.000 untuk 2 kali Pre-order.

Kendala yang kami hadapi yaitu dari segi waktu, karena pembuatan risol harus dibuat secara mendadak agar masih panas dan enak untuk dimakan, sedangkan kami ber 3 adalah mahasiswa laju yang jarak tempuh nya kurang lebih 1 jam dari rumah, jadi pembuatan risol ini kami buat di pagi hari sebelum perkuliahan dimulai. Biasanya kami membuka open Po pada hari Senin - Kamis, lalu Ready di hari Jumat.

Harapan kami untuk penjualan risol mayo ke depan adalah dapat terus berkembang menjadi bisnis yang lebih besar dan dikenal oleh masyarakat luas. Kami ingin risol mayo tidak hanya menjadi camilan favorit di kalangan teman-teman terdekat, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas melalui berbagai strategi pemasaran yang kreatif dan inovatif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bisnis Plan

Manajemen Investasi Teknologi Informasi

MANAGEMENT INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI            Oleh: AlFattah Candra S.R - Prodi MAZAWA   1. Management Investasi IT A. Konsep Manageme...