Melangkah dengan Manis: Perjalanan Bisnis Oreocheesecake Agrongawi

By: Tria Maulana Putri

Haiiiii~

Disini aku mau cerita sedikit tentang bagiamana serunya jualan CFD

Awal dari sebuah keberanian yaitu dengan modal Rp100.000 yang kusebut "investasi pertama" terasa kecil di dunia bisnis. Aku ditemani dengan dua orang temanku. Keberanian untuk memulai usaha Oreo Cheesecake memberi kami harapan besar. Semua dimulai dari ide sederhana yaitu membuat dessert kekinian dengan rasa yang menggugah, tapi tetap terjangkau oleh banyak orang. Kami melihat tren makanan manis sedang naik daun di media sosial. Dessert seperti cheesecake dalam cup kerap mendapat perhatian, terutama jika dipadukan dengan bahan favorit seperti Oreo. Dari situ, kami memutuskan untuk mencoba membuat versi Oreo Cheesecake dengan sentuhan sederhana. Car Free Day (CFD) menjadi pilihan pertama untuk memulai bisnis ini. Dengan meja sederhana, kami menawarkan Oreo Cheesecake kepada pengunjung Slamet Riyadi Solo. Hari minggu penuh tantangan, tapi antusiasme pelanggan pertama memberiku keyakinan untuk terus melangkah.

Hari-hari sebelum memulai usaha, kami menghabiskan waktu di dapur kecil di rumah. Berkali-kali aku mencoba resep hingga menemukan rasa yang pas, lembutnya krim keju berpadu sempurna dengan manisnya Oreo yang renyah. Setiap cup menjadi hasil kerja keras yang penuh cinta.Pada Sabtu malam, dapurku penuh dengan bahan-bahan seperti krim keju, susu kental manis, dan remahan Oreo. Aku mencetak sekitar 12 cup cheesecake, memastikan setiap lapisan terlihat rapi. Dalam hati, aku bertanya-tanya apakah pengunjung CFD akan menyukainya. Cuaca tak menentu dan persaingan ketat dari pedagang lain di CFD juga menjadi ujian. Namun, aku belajar menjaga kualitas produk untuk memastikan cheesecake tetap segar. Selain itu, aku terus mencari cara kreatif untuk menarik perhatian pengunjung.

Pukul lima pagi, kami sudah menyiapakan meja di pinggir Jalan Slamet Riyadi. Udara pagi yang sejuk dan semangat dari sesama pedagang di sepanjang jalan membuat kami merasa tidak sendiri. Semua orang tampak membawa harapan yang sama: mencari rezeki dari usaha kecil mereka. Kami memilih lokasi strategis di bawah pohon di pinggir trotoar. Diatas meja kami menata Oreo Cheesecake dengan rapi agar terlihat menarik. Harapan besar tumbuh di tengah kesederhanaan lapak kami. Keramaian mulai terasa pukul enam pagi. Orang-orang berolahraga, berjalan santai, atau bersepeda di sepanjang jalan. Di antara kerumunan itu, berbagai suara pedagang saling bersahutan menawarkan dagangan mereka. Kami pun ikut memanggil, “Oreo Cheesecake dingin, manisnya pas, cobain yuk!”

Seorang ibu dengan dua anak kecil menghampiriku. Sang anak menunjuk cup Oreo Cheesecake dengan mata berbinar. “Mau yang itu, Ma!” katanya. Setelah mencicip, sang ibu tersenyum puas dan membeli dua lagi. Kejadian ini memberiku semangat untuk melanjutkan hari. Banyak penjual lain di CFD menawarkan makanan yang tak kalah menarik, seperti kopi kekinian, jajanan tradisional, dan minuman segar. Aku harus bersaing ketat untuk mendapatkan perhatian pengunjung. Aku yakin rasa khas Oreo Cheesecake buatanku bisa menjadi daya tarik tersendiri. Saat matahari mulai terik, tantangan baru muncul. Cheesecake harus tetap dingin agar tidak kehilangan teksturnya. Untungnya, termos es yang kubawa cukup membantu menjaga kesegaran. Aku belajar bahwa menjaga kualitas produk di tengah kondisi seperti ini adalah kunci kepercayaan pelanggan.

Seorang pelanggan remaja mampir dan mencicipi. “Ini enak banget, Kak! Manisnya pas, nggak bikin enek,” katanya sambil memesan dua cup lagi untuk teman-temannya. Testimoni seperti ini menjadi penyemangat terbesar di tengah lelahnya hari. Hari itu, 12 dari 12 cup terjual habis. Meski lelah, aku merasa puas dengan hasilnya.

Saat CFD selesai, aku selalu mengambil waktu sejenak untuk merefleksikan hari. Setiap momen di lapak kecil ini mengajarkan kami bahwa usaha membutuhkan kerja keras, inovasi, dan kemampuan beradaptasi. Meski lelah, aku merasa puas dengan setiap langkah yang kuambil. Dari modal kecil usaha Oreo Cheesecake ini mengajarkanku untuk percaya pada proses. Jalan Slamet Riyadi, dengan hiruk-pikuknya, adalah tempat di mana kami memulai usaha.



Nama : Tria Maulana Putri
Kelas : Akuntansi Syariah/5B 
NIM : 225221061

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bisnis Plan

Manajemen Investasi Teknologi Informasi

MANAGEMENT INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI            Oleh: AlFattah Candra S.R - Prodi MAZAWA   1. Management Investasi IT A. Konsep Manageme...