TWISTS AND TURNS KEWIRAUSAHAAN ISLAMI

TWISTS AND TURNS KEWIRAUSAHAAN ISLAMI

“PISANG COKLAT GEMOY”

Oleh: Wahyu Siti Fatimah (225221025)

**********

“It’s a process, only one in a thousand can succeed in one try. But at least, we have tried to make small changes every day, while hoping that one day a miracle can happen without us expecting it.”

*

*

*

           Pada semester lima ini kami mengikuti mata kuliah Kewirausahaan Islam dengan dosen pengampu Ibu Sri Haryanti, S.E., M.M. Hari Jum’at, seperti biasanya, selalu hadir dengan rutinitas yang tidak pernah berubah, di mana langkah kaki kami harus melangkah menuju kampus meskipun tubuh terasa lelah dan pikiran sudah ingin beristirahat. Pagi itu, langit tampak masih biru cerah, dengan sinar matahari yang hangat namun tidak terlalu terik, menyapa kami seolah ingin memberi semangat untuk memulai hari. Setelah menjalani persiapan yang hamper serupa setiap pagi nya, tepat pukul 06.30 kami berangkat menuju kampus, menyusuri jalan-jalan yang telah kami kenal setiap detailnya, hingga akhirnya tiba di gedung dengan warna abu-abu yang mendominasi pemandangan. Kami berjalan menuju ruang kualiah yang sudah familiar, ruang F.205 di Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, kampus yang selalu memberi kesan nyaman bagi kami semua. Seperti biasanya, kami duduk di kursi yang sudah kami pilih sendiri, mempersiapkan diri untuk mengikuti mata kuliah yang terkadang penuh dengan tantangan, namun juga memberikan pengalaman yang sangat berharga dalam perjalanan menuntut ilmu. 

     Kami pun menunggu dengan sabar, tidak terlalu lama hanya beberapa menit setelah kami mengambil tempat duduk dan menata tas selempang di samping meja, Wanita yang selalu tampak ramah dengan senyum lembutnya memasuki ruangan, menyapa kami dengan sangat hangat. Beliau adalah dosen yang akan mengisi kelas kami pada hari itu, dan dengan suara yang tegas namun penuh kehangatan, beliau mulai memanggil satu per satu nama lengkap mahasiswa yang seharusnya hadir pada pertemuan kali ini, memastikan tidak ada yang tertinggal. Setelah proses absensi selesai, waktu pun berlalu dengan cepat saat kami mulai menyimak penjelasan materi yang beliau paparkan dengan rinci serta mendalam, meskipun beberapa di antara kami sempat merasa sedikit kelelahan dan kebingungan karena kompleksitas topik yang disampaikan. Namun, ada satu momen yang membuat Sebagian besar mahasiswa terkejut dan sedikit merasa cemas, yaitu ketika beliau memberikan tugas. Tentu saja, kami semua mahasiswa bahwa memberikan tugas adalah bagian dari kewajiban sebagai pengajar,namun kali ini tugas yang beliau berikan terasa cukup menantang dan memutar otak. Kami diminta untuk membuat sebuah rencana bisnis lengkap, merancang produk dari nol, kemudian memasarkannya dan menjualnya, yang mana tentunya membutuhkan kreativitas dan usaha lebih dari sekadar teori yang kami pelajari selama ini. Sebagian besar dari kami menghela napas panjang, merasa sedikit terbebani, namun juga merasa tertantang untuk bisa menyelesaikan tugas yang cukup menguras waktu dan energi itu.

***************************************************************************

PROSES PERUMUSAN IDE BISNIS

        Awal mula berdirinya usaha “PISCOY” ini berawal dari sebuah tugas yang diberikan dalam perkuliahan Kewirausahaan Islam pada semester lima ini, yang diampu oleh dosen kami yang sangat berpengalaman yaitu, Ibu Sri Haryanti, S.E., M.M. pada saat itu, beliau memberikan tugas yang cukup menantang bagi kami sebagai mahasiswa, yakni untuk Menyusun sebuah business plan yang dikerjakan secara berkelompok, di mana setiap kelompok diharuskan untuk merancang sebuah ide bisnis yang memiliki potensi untuk berkembang. Kami mendapat giliran sebagai kelompok 2, yang terdiri dari tiga orang anggota, yaitu saya, Wahyu Siti Fatimah, Bersama dua teman sekelompok saya yang juga tak kalah semangatnya, Nani Nurul Hanifah, dan Nana Dyah Astuti. Tugas ini tidak hanya menjadi tantangan akademik bagi kami, tetapi juga menjadi kesempatan emas untuk mewujudkan ide bisnis yang selama ini hanya ada dalam imajinasi kami. Setelah beberapa diskusi dan brainstorming yang intens, akhirnya kami sepakat untuk memulai usaha yang kami ber nama “PISCOY”, sebuah bisnis yang berfokus pada produk makanan inovatif, yaitu piscoy (pisang coklat gemoy), yang memiliki cita rasa unik dan berbeda dari yang ada di pasaran. 

       Proses pengembangan business plan kami dimulai dengan Langkah awal yang sangat penting, yaitu membuat sebuah grup What’sApp sebagai media komunikasi dan koordinasi utama antara kami bertiga, agar segala ide, informasi, dan pembagian tugas terkait bisnis yang akan kami jalankan dapat tersampaikan dengan mudah dan cepat. Melalui grup ini, kami bisa berdiskusi secara intens, saling bertukar pendapat, serta merencanakan setiap detail dari usaha yang akan kami bangun. Setelah melalui serangkaian diskusi Panjang, riset pasar, serta pertimbangan matang mengenai produk yang akan kami tawarkan, akhirnya pilihan kami jatuh pada produk yang kami rasa memiliki potensi besar dan cukup unik, yaitu Pisang Coklat Gemoy. Produksi ini kami pilih karena selain harganya yang terjangkau dan bahan bakunya yang mudah didapat, pisang coklat gemoy juga memiliki daya Tarik yang kuat bagi berbagai kalangan, terutama anak muda, karena paduan antara pisang yang manis dan coklat yang lezat mampu memberikan rasa yang menggugah selera. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, kami merasa yakin bahwa produk Pisang Coklat Gemoy bisa menjadi pilihan yang tepat dan bisa diterima dengan baik di pasar yang kami tuju, sehingga kami mulai merancang lebih lanjut tentang konsep, pemasaran, dan strategi untuk menjadikan produk ini sukses di pasaran

***************************************************************************

TAHAP UJI COBA

     Setelah kami sepakat untuk memilih produk Pisang Coklat Gemoy sebagai bisnis utama kami, kami pun melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu melakukan serangkaian uji coba untuk memastikan bahwa cita rasa produk yang kami buat bisa sesuai dengan selera konsumen yang kami targetkan. Beberapa hari setelah keputusan tersebut, kami mulai mencari bahan baku yang diperlukan untuk membuat Pisang Coklat Gemoy, yaitu pisang yang berkualitas, coklat, tiramisu dan greentea. Kami memulai pencarian bahan-bahan di sekitar wilayah Kartasura, mengunjungi beberapa toko bahan makanan dan pasar-pasar local untuk memastikan bahwa bahan yang kami pilih benar-benar segar dan berkualitas. Begitu semua bahan siap, kami langsung memulai proses pembuatan Pisang Coklat Gemoy dengan semangat tinggi.

***************************************************************************

PEMANTAPAN IDE DAN STRATEGI BISNIS

         Pemantapan ide dan strategi bisnis Pisang Coklat Gemoy merupakan suatu Langkah penting yang kami ambil setelah melalui serangkaian uji coba dan evaluasi terhadap produk yang kami rancang. Kami mulai dengan memastikan bahwa produk Pisang Coklat Gemoy memiliki keunikan dan daya tarik yang kuat bagi pasar, terutama bagi konsumen muda yang menyukai camilan manis dengan sentuhan inovasi. Dalam pemantapan ide ini, kami menyadari bahwa kualitas bahan baku, rasa dan penyajian yang menarik menjadi kunci utama untuk menarik perhatian pelanggan.

     Selain itu, kami mulai menyusun strategi bisnis yang matang untuk memastikan kesuksesan jangka Panjang. Kami Menyusun rencana pemasaran yang melibatkan media sosial sebagai platform utama untuk memperkenalkan produk kepada target pasar kami. Strategi harga pun kami pertimbangkan dengan cermat, menetapkan harga yang terjangkau namun tetap memberikan margin keuntungan yang cukup untuk mendukung kelangsungan usaha.

***************************************************************************

EVALUASI DAN TANTANGAN

        Dalam menjalankan usaha bisnis Pisang Coklat Gemoy, kami menghadapi berbagai tantangan yang cukup menguji kesabaran dan kreativitas kami. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan waktu, mengingat kesibukan kami yang harus tetap focus pada perkuliahan. Hal ini membuat kami harus pintar-pintar membagi waktu antara kuliah, tugas dan pengembangan bisnis. Tantangan lainnya adalah produk yang kami buat tidak tahan lama, terutama karena kandungan bahan segar seperti pisang yang cepat rusak jika tidak segera dikonsumsi. Kami pun harus menemukan solusi untuk menjaga kualitas produk agar tetap optimal dalam waktu yang lebih lama.

       Pada produksi pertama, meskipun kami telah melakukan berbagai persiapan dan perencanaan, terdapat beberapa kekurangan yang menyebabkan produk kami kurang sesuai dengan yang diharapkan. Kami menyadari bahwa beberapa elemen dari produk tersebut perlu diperbaiki agar bisa memenuhi standar kualitas yang kami inginkan. Salah satunya adalah dalam penggunaan coklat tiramisu dan greentea. Pada percobaan pertama, kami mendapati bahwa coklat tiramisu dan greentea yang kami gunakan tidak dapat memberikan hasil yang maksimal jika hanya dicairkan atau diserut. Kami menyadari bahwa coklat tersebut lebih baik jika dilelehkan atau bahkan diserut terlebih dahulu sebelum digunakan, agar tekstur dan rasa yang dihasilkan lebih optimal dan lebih mudah menempel pada pisang.

        Hal ini menjadi evaluasi penting bagi kami dalam mengembangkan usaha ini lebih lanjut, karena perubahan pada cara pengolahan bahan baku tersebut berdampak langsung pada rasa, tekstur dan tampilan dari Pisang Coklat Gemoy (PISCOY) itu sendiri. Dengan evaluasi tersebut, kami berharap dapat memperbaiki produk kami pada produksi berikutnya dan memastikan bahwa setiap Langkah dalam proses pembuatan, mulai dari pemilihan bahan baku hingga pengolahan dan penyajian, dilakukan dengan sebaik-baiknya. Meskipun tantangan terus bermunculan, kami semakin termotivasi untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi agar bisnis ini dapat berkembang dengan baik dan produk kami dapat diterima dengan baik oleh konsumen.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bisnis Plan

Manajemen Investasi Teknologi Informasi

MANAGEMENT INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI            Oleh: AlFattah Candra S.R - Prodi MAZAWA   1. Management Investasi IT A. Konsep Manageme...