Mengukir Peluang di Setiap Gigitan : Perjalanan Royal Sandwich

 

Mengukir Peluang di Setiap Gigitan : Perjalanan Royal Sandwich

- by. Apriliya

   Hai, aku Dwi Apriliya, mahasiswa semester 5 program studi akuntansi syariah, UIN Raden Mas Said Surakarta, bersama dua temanku yaitu Alvina, dan Faristya. Kali ini, aku ingin sedikit berbagi pengalamanku  dalam menjalankan usaha kecil di CFD, mengedepankan kejujuran, inovasi, kreativitas dan interaksi sosial yang membawa banyak pelajaran berharga.

Tugas kuliah sering kali menjadi pemicu ide-ide kreatif yang tak terduga, dan itulah yang terjadi sama aku dan kedua rekanku yang memang dari awal satu kelompok. Ketika dosen meminta kami membuat business plan yang mencakup ide, produksi, hingga penjualan produk yang harus kami buat sendiri, awalnya kami hanya berpikir untuk menyelesaikan tugas ini sebaik mungkin. Namun, perlahan kami menyadari bahwa ini adalah peluang besar untuk belajar langsung dari pengalaman nyata dan mencoba dunia bisnis.

Sebelum akhirnya kami memutuskan membuat sandwich, kami sempat mempertimbangkan berbagai produk lain. Kami mendiskusikan berbagai ide, mulai dari makanan ringan, minuman segar, hingga beberapa produk yang sedang tren. Namun, setelah mempertimbangkan faktor kepraktisan, biaya produksi, dan daya tarik pasar, kami akhirnya sepakat untuk membuat sandwich.

Nama produk kami adalah Royal Sandwich. Kami ingin menciptakan sandwich yang lezat, praktis, dan terjangkau, dengan bahan-bahan segar yang dapat diterima oleh berbagai kalangan. Kami menentukan harga per satuan Rp15.000, dengan harapan dapat menjangkau banyak orang. Kami tidak hanya merencanakan produk ini, tetapi juga benar-benar terlibat dalam setiap prosesnya, mulai dari memilih bahan berkualitas, produksi, hingga penjualan.selain itu kami juga  memastikan kebersihan dan kelezatannya, hingga memastikan produk yang kami jual halal sesuai dengan prinsip-prinsip Islami. Prinsip kami adalah menjual makanan yang tidak hanya enak dan sehat, tetapi juga halal, sebagai wujud kepatuhan pada nilai-nilai Islami.

Proses memilih bahan menjadi salah satu langkah penting. Kami memastikan bahan yang kami gunakan segar dan berkualitas, seperti roti tawar lembut, sayuran segar, telur, keju, slice beef, sosis dan saus spesial yang kami racik sendiri. Untuk menambah daya tarik, kami juga membuat logo Royal Sandwich secara mandiri. Desain logo ini kami buat agar terlihat modern dan profesional, sehingga mencerminkan identitas produk kami.


          

Gambar logo produk

   Hari itu, kami memutuskan untuk berjualan di Car Free Day (CFD) Slamet Riyadi, Solo. Dengan membawa kotak berisi sandwich, kami mulai berkeliling menawarkan produk kami secara langsung kepada pengunjung. Untuk menarik perhatian, kami memberikan kipas tangan gratis kepada 12 pembeli pertama. Strategi ini ternyata sangat efektif karena cuaca yang panas di CFD membuat banyak orang membutuhkan kipas. Langkah kecil ini tidak hanya membantu mereka merasa nyaman, tetapi juga meningkatkan daya tarik produk kami.

Tidak hanya itu, saya juga mengalami momen menarik saat bertemu dengan mahasiswa dari universitas lain yang kebetulan juga berjualan di sana. Mereka membeli dua sandwich kami, dan sebagai gantinya, kami membeli dua buket mini yang mereka jual. Pertukaran ini bukan sekadar transaksi jual beli, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun koneksi dan saling mendukung di antara sesama pengusaha muda. Kami juga menawarkan paket "Royal Sandwich + bunga" yang kami beli dari mahasiswa tadi seharga Rp20.000 kepada pasangan muda. Strategi ini memberikan nilai lebih, sehingga mereka merasa senang bertransaksi dengan kami

Di tengah keramaian CFD, saya bertemu dengan mahasiswa lain yang mengadakan kegiatan cap tangan berwarna di kain putih. Mereka mengajak saya dan rekan saya untuk berpartisipasi, dan kami dengan senang hati melakukannya. Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi kami, mereka bersedia membeli sandwich kami. Momen ini mengajarkan saya bahwa membangun hubungan baik dengan orang lain, bahkan melalui hal sederhana, dapat membuka peluang bisnis yang tidak terduga.

Kewirausahaan Islami adalah cara berbisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan duniawi. Pengalaman kami di CFD mengajarkan saya banyak hal tentang pentingnya kejujuran, inovasi, kreativitas, dan yang terpenting, interaksi sosial yang baik. Kami belajar bahwa dalam berbisnis, bukan hanya tentang keuntungan, tetapi juga tentang bagaimana kita menjalankan usaha dengan niat yang tulus dan nilai-nilai Islami.

Saya berharap kisah ini bisa menginspirasi pembaca untuk memulai usaha dengan niat yang lurus dan prinsip yang kuat. Semoga pengalaman yang saya bagikan ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berkarya dan berdagang dengan mengutamakan nilai-nilai Islami.

Dokumentasi

 
 


Oleh    : Dwi Apriliya (225221069)

Kelas    : Akuntansi Syariah 5B




 


 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bisnis Plan

Manajemen Investasi Teknologi Informasi

MANAGEMENT INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI            Oleh: AlFattah Candra S.R - Prodi MAZAWA   1. Management Investasi IT A. Konsep Manageme...