"DUA CITA RASA DALAM SATU PERJALANAN BISNIS: BACOK (BANANA COKLAT) DAN KIMBAB OISHI CHWICHAN.

"DUA CITA RASA DALAM SATU PERJALANAN BISNIS: BACOK (BANANA COKLAT) DAN KIMBAB OISHI CHWICHAN. 

Oleh: Fahmi Sarifatus Sholihah(225221055)


BERAWAL DARI BERBISNIS BACOK(Banana Coklat)

Fahmi adalah seorang  mahasiswa jurusan akuntansi syariah di universitas islam negeri raden mas said Surakarta. Pada semester tiga dulu  Fahmi mulai mencoba berjualan banana coklat atau biasa disebut bacok ,Fahmi memulai usahanya dari nol. Ia mencoba berjualan banana coklat, camilan sederhana yang ia buat sendiri di dapur kosnya.

Setiap pagi sebelum kuliah, Fahmi akan menyiapkan adonan coklat leleh dan memotong pisang menjadi ukuran kecil. Ia menjual banana coklatnya pada teman-temannya dan open pree order di media sosial dan juga Ia mengunggah banana coklatnya di aplikasi Gofood. Awalnya, penjualan lambat karena hanya teman-temannya yang membeli. Namun, setelah beberapa minggu,  pelanggannya mulai bertambah karena rasa banana coklat fahmi yang lezat dan harganya yang terjangkau.

“Banana coklatmu enak banget. Ada varian baru nggak?” tanya salah satu pembeli langganan.

Komentar itu mendorong Fahmi untuk terus berinovasi. Ia menambahkan topping seperti keju dan greentea ke produknya. Perlahan tapi pasti, banana coklat Fahmi mulai dikenal. 

TUGAS YANG MENGINSPIRASI 

Pada semester berikutnya tepatnya pada semester 5, Fahmi mengambil mata kuliah Kewirausahaan. Dalam tugas kelompok, dosen meminta para mahasiswa untuk membuat bisnis makanan atau minuman yang unik dan mempraktikkannya untuk berjualan di Car Free Day . Fahmi yang sudah punya pengalaman berjualan sangat antusias dengan mata kuliah ini. 

“Kita jualan apa? Kalau makanan, persaingan pasti ketat,” kata Zaida saat kumpul berkelompok..

“Setuju. Tapi kalau makanan unik, peluangnya besar,” tambah Difta.

Fahmi, yang terinspirasi dari tren makanan Korea, langsung memberikan ide. “Gimana kalau kita jualan kimbab? Tapi biar beda, kita buat desainnya lucu dan menarik, terus kita beri nama Kimbab Oishi Chwichan.”

Reina menimpali, “Bagus, tapi gimana kalau kita juga pakai sistem open pre-order? Jadi kita bisa tahu berapa banyak yang harus kita buat, dan nggak ada stok yang terbuang.”

Semua sepakat, dan tugas mereka dimulai.

Perjalanan bisnis kimbab "Chwichan" dimulai dari empat mahasiswi yang memiliki semangat untuk memulai usaha. kuliner sebagai bagian dari tugas mata kuliah kewirausahaan. Sebelum memutuskan untuk memilih berbisnis kimbab ini banyak opsi yang akan dipilih, antara lain Kimbab, Cornribs, Donat, Ubi lurner, Tempe mendoan, Jolla jelly, Puding. Dan akhirnya mereka memutuskan untuk memilih berbisnis kimbab, Fahmi, Zaida, Reina, dan Difta, melihat tren makanan Korea yang sedang naik daun di Indonesia sebagai peluang emas. Setelah melakukan riset dan diskusi, mereka memutuskan untuk mengangkat kimbab makanan khas Korea yang sehat dan praktis sebagai produk utama mereka. Narna "Chwichan" dipilih dengan makna personal, menggambarkan semangat dan kebersamaan mereka. Fahmi dan kelompoknya mulai belajar cara membuat kimbab dari video tutorial. Mereka mencoba berbagai kombinasi isia. Setelah beberapa kali percobaan, mereka menemukan resep yang pas. Reina bertugas mendesain logo dan kemasan dengan sentuhan warna-warni ceria. Zaida dan Difta menghitung modal dan menentukan harga jual yang kompetitif. 

Dengan modal yang dikumpulkan dari iuran kelompok, mereka membeli bahan-bahan seperti nasi, nori, telur, sayuran, sosis, dan wijen. Sementara itu, mereka membuat desain promosi untuk diunggah di Instagram dan WhatsApp. Mereka memposting foto kimbab di Sosial dengan caption:

"๐Ÿ™ OPEN PRE-ORDER KIMBAB CHWICHAN! ๐Ÿ™

Kangen dengan cita rasa kimbab autentik ala Korea? Kimbab Chwichan hadir untuk memuaskan selera Anda! Dibuat dengan bahan-bahan segar dan berkualitas, setiap gigitan kimbab kami dijamin bikin ketagihan! ๐Ÿคค

✨ Pre-order dibuka mulai hari ini hingga Sabtu. Siap kirim hari Minggu. Pesan sekarang dan rasakan sensasi kimbab ala Korea di rumah dan menemani weekend andaaaa๐Ÿ˜Š!

Harga mulai dari Rp2.000/potong. Yuk, langsung SWIPE UP untuk pesan Jangan sampai kehabisan! 

Responnya mengejutkan. Dalam dua hari, mereka mendapatkan lebih dari 40 pcs.

“Untuk penjualan pertama, kita coba di Car Free Day Surakarta. Di sana ramai pengunjung, dan kita bisa langsung promosi,” ujar Fahmi sambil menyusun strategi penjualan.

HARI PENJUALAN DI CFD

Minggu pagi, Fahmi dan tim tiba di lokasi CFD di Jalan Slamet Riyadi. Mereka membawa meja kecil bertuliskan:

“Kimbab Oishi Chwichan – Enak, Lezat, dan Sehat!”

Pelanggan yang sudah memesan melalui pre-order mulai berdatangan sejak pukul 08.00 pagi.  dan Zaida mengatur pembagian pesanan, sementara Fahmi,Reina dan Difta melayani pembeli langsung.

“Wah, bentuk kimbabnya lucu banget! Anak saya pasti suka,” ujar seorang ibu sambil membeli dua roll kimbab.

Pembeli lainnya, seorang remaja, berkomentar, “Kimbabnya  enak, Mbak. Rasa lokalnya berasa banget!”

Stand mereka cukup ramai. Dalam waktu dua jam, semua stok kimbab yang dijual langsung habis. Pesanan pre-order pun berhasil dibagikan dengan lancar.

TANTANGAN YANG TERATASI

Namun, tak semuanya berjalan mulus. Di tengah keramaian, Fahmi lupa membawa uang kembalian yang cukup. Beberapa pelanggan terpaksa menunggu lama.

“Duh, gimana nih? Pelanggan udah antre,” ujar Fahmi yang  panik.

Difta segera mengambil alih. “Kita beri promo aja. Kalau nggak ada uang pas, kita kasih bonus mini kimbab gratis.”

Promo dadakan itu ternyata disukai pelanggan. Banyak yang justru memesan lebih banyak karena merasa dihargai.

EVALUASI DAN PELAJARAN BERHARGA 

 Setelah CFD selesai, mereka berkumpul di kos Difta untuk mengevaluasi hasil. Dalam satu hari, mereka berhasil menjual 75 roll kimbab dan mendapat keuntungan bersih yang cukup besar.

“Awalnya aku ragu, tapi ternyata ide pre-order dan inovasi rasa lokal ini sukses banget,” ujar Fahmi bangga.

Reina menambahkan, “Tapi ke depannya, kita harus lebih siap, terutama untuk uang kembalian.”

Mereka sepakat bahwa pengalaman ini bukan hanya tentang mencari keuntungan, tapi juga belajar menghadapi tantangan nyata dalam berbisnis.

MIMPI YANG LEBIH BESAR 

Meski tugas kuliah sudah selesai, Fahmi dan tim merasa sayang untuk menghentikan bisnis Kimbab Oishi Chwichan. Mereka mulai merancang strategi untuk memperluas pasar, seperti membuka pesanan untuk acara-acara kecil dan memasarkan melalui media sosial.

“Kita bisa belajar lebih banyak tentang bisnis, sekaligus mengembangkan ide ini jadi sesuatu yang lebih besar,” kata Fahmi penuh semangat.

Perjalanan Fahmi dan tim dengan Kimbab Oishi Chwichan di CFD Surakarta mengajarkan mereka bahwa keberanian untuk mencoba, inovasi, dan kerja sama tim adalah kunci kesuksesan. Dari sebuah tugas kuliah, mereka menemukan potensi besar untuk meraih mimpi yang lebih tinggi.


 Oleh : Fahmi Sarifatus Sholihah 
Kelas : Akuntansi Syariah-5B
NIM : 225221055

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bisnis Plan

Manajemen Investasi Teknologi Informasi

MANAGEMENT INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI            Oleh: AlFattah Candra S.R - Prodi MAZAWA   1. Management Investasi IT A. Konsep Manageme...