ES AIR MATA PENGANTIN: CERITA DI BALIK KESEGARAN

(by Lovena Dea Ossella) 




Pagi Mendung yang Menyambut Semangat

Hari Minggu pagi itu, seperti biasa, kami bangun lebih awal. Saat tirai jendela dibuka, langit Kartasura tampak sendu. Awan-awan kelabu menggantung rendah, menandakan hujan mungkin akan turun kapan saja. Meski begitu, semangat kami untuk berjualan di car free day (CFD) Kartasura tetap menyala. Tidak peduli cuaca, momen CFD adalah waktu terbaik untuk memperkenalkan Es Air Mata Pengantin kepada para pengunjung.

Persiapan dimulai. Kami menata perlengkapan jualan di atas motor: meja lipat yang diikat dengan tali, kotak berisi bahan-bahan seperti agar-agar warna-warni yang sudah dipotong, biji selasih yang direndam dalam wadah tertutup, botol sirup merah manis, kantong es batu, dan tumpukan gelas plastik transparan yang disusun agar tidak jatuh selama perjalanan. Tidak lupa, papan sederhana bertuliskan, "Es Air Mata Pengantin: Nikmat Hingga ke Hulu!" menjadi penanda identitas kami.

Gerimis mulai turun saat kami tiba di lokasi. Hujan kecil membasahi trotoar, tetapi tidak menyurutkan niat para pedagang untuk membuka lapak mereka. Kami menata meja lipat di sudut yang strategis, memastikan tempatnya cukup nyaman dan mudah terlihat oleh para pengunjung, dekat jalur yang biasa dilewati orang-orang yang berjalan-jalan santai. Meski udara dingin mulai menusuk, ada kehangatan dalam hati. Kami percaya, setiap usaha yang dijalankan dengan niat baik pasti akan membawa rezeki.

Awal yang Pelan, Tetapi Penuh Harapan

Saat gerimis masih menyapa, suasana CFD terasa lebih sepi dibandingkan biasanya. Orang-orang terlihat lebih memilih berolahraga di bawah payung atau hanya duduk di tepi trotoar sambil menikmati suasana pagi. Pagi itu, pelanggan pertama kami adalah seorang bapak tua yang mengenakan jas hujan sederhana. Ia tersenyum saat melihat tenda kami. “Minuman dingin di pagi hujan, berani juga kalian, ya,” katanya sambil tertawa kecil.

Kami menyambutnya dengan ramah. “Bapak mau mencoba? Dijamin segar, Pak. Es ini cocok untuk segala suasana,” jawab saya sambil menunjukkan warna-warni agar-agar di dalam wadah. Sang bapak mengangguk dan memesan satu porsi. Saat menyeduhnya, ia terdiam sejenak, lalu berkata, “Rasanya manis, dingin, dan menyegarkan. Seperti ada kenangan masa kecil di sini.” Ucapannya membuat kami tersenyum bangga. Satu pelanggan puas, dan kami yakin akan ada lebih banyak lagi yang datang.

Warna-Warni Kehidupan di Dalam Gelas

Es Air Mata Pengantin memiliki daya tarik yang sulit ditolak. Warna-warni agar-agarnya menjadi daya tarik utama, berpadu dengan butiran biji selasih yang terlihat seperti bintang kecil di dalam gelas. Beberapa pelanggan muda bahkan sempat mengambil foto sebelum menikmati minuman mereka. “Ini estetik banget, Mbak. Bisa nggak esnya dibuat lebih banyak agar-agarnya?” tanya seorang pelanggan remaja sambil tertawa.

Kami pun melayani permintaan itu dengan senang hati. Setiap gelas Es Air Mata Pengantin seperti sebuah seni kecil, dirancang untuk menyenangkan mata sebelum menyegarkan tubuh. Kami selalu memastikan bahwa minuman ini tidak hanya nikmat, tetapi juga mampu menciptakan kesan mendalam bagi setiap pelanggan.

Pertanyaan tentang Nama yang Unik

Nama "Es Air Mata Pengantin" sering memicu rasa penasaran. Hari itu, seorang ibu muda bersama anaknya bertanya, “Kenapa sih namanya begitu? Kok seperti sedih?” Saya pun menjelaskan, “Nama ini terinspirasi dari momen bahagia pernikahan. Warna-warni agar-agarnya melambangkan kebahagiaan, sedangkan sirup manisnya melambangkan cinta. ‘Air mata’ di sini adalah air mata haru, bukan kesedihan.”

Sang ibu tersenyum mendengar penjelasan itu. “Unik sekali filosofinya. Jadi minuman ini tidak hanya segar, tapi juga ada cerita di baliknya,” katanya sambil memesan dua porsi. Pertanyaan semacam itu sering kali menjadi cara bagi kami untuk berinteraksi lebih dalam dengan pelanggan. Setiap kali menjelaskan filosofi di balik nama ini, kami merasa semakin terhubung dengan mereka.

Gerimis yang Tak Menyurutkan Semangat

Hari itu, gerimis yang datang silih berganti menjadi ujian bagi kami. Beberapa pedagang memilih menutup lapaknya lebih awal, tetapi kami tetap bertahan. Kami percaya bahwa setiap perjuangan membutuhkan kesabaran. Tidak semua hari akan penuh dengan pelanggan, tetapi setiap kali seseorang datang dan tersenyum puas setelah menikmati minuman kami, rasanya semua lelah terbayar.

Seorang pelanggan tetap kami, seorang mahasiswa, datang membawa teman-temannya. “Masih semangat ya, Mbak? Hujan-hujan tetap buka,” katanya. Saya tertawa kecil, “Semangat, Mas. Kalau tutup, nanti nggak ada yang minum es segar di sini.” Mereka pun memesan beberapa gelas, dan suasana lapak kami menjadi lebih ramai. Gelak tawa mereka menghangatkan pagi yang dingin itu.

Hasil di Balik Segarnya Es Air Mata Pengantin

Di tengah suasana mendung dan gerimis yang tak kunjung reda, semangat berjualan Es Air Mata Pengantin tetap menyala. Dengan modal awal sebesar Rp55.000 per orang untuk tiga orang, kami menginvestasikan total Rp165.000 untuk memulai hari itu, sementara pengeluaran yang tercatat sebesar Rp156.500 mencakup bahan baku dan perlengkapan. Hasilnya, usaha kami membuahkan penjualan sebanyak 40 cup, masing-masing seharga Rp5.000, yang menghasilkan pendapatan kotor sebesar Rp200.000. Dengan menghitung laba, yaitu pendapatan dikurangi total pengeluaran (Rp200.000 - Rp156.500), maka diperoleh keuntungan bersih sebesar Rp43.500. Keuntungan ini menjadi bukti bahwa dengan kerja sama, strategi lokasi yang tepat, dan pelayanan yang baik, usaha kecil dapat memberikan hasil yang menjanjikan, bahkan di tengah tantangan seperti cuaca kurang mendukung di lokasi penjualan. Meski tampaknya sederhana, perjuangan di balik angka-angka ini penuh tantangan. Dari pelanggan pertama yang mengapresiasi rasa hingga para pembeli yang tertarik dengan warna-warni estetis gelas kami, setiap transaksi membawa makna tersendiri. Keuntungan dari hari itu, meskipun tidak besar, menjadi simbol dari kesabaran, kerja keras, dan keyakinan bahwa usaha kecil yang dilakukan dengan jujur dan niat baik akan membawa berkah di masa depan. Kami percaya, Es Air Mata Pengantin bukan hanya sebuah produk, tetapi juga cerita tentang keberanian, kreativitas, dan ketekunan yang tersaji dalam setiap gelas.

Nilai-Nilai Kewirausahaan Islam dalam Bisnis Kecil Ini

Sebagai seorang muslim, kami meyakini bahwa berdagang adalah salah satu pekerjaan yang penuh keberkahan. Rasulullah Muhammad SAW sendiri adalah seorang pedagang yang jujur dan terpercaya. Kami berusaha meneladani prinsip-prinsip beliau dalam berdagang: memberikan kualitas terbaik, melayani pelanggan dengan ramah, dan selalu jujur dalam setiap transaksi.

Kami juga memahami bahwa usaha kecil ini bukan hanya soal mencari nafkah, tetapi juga soal memberikan manfaat kepada orang lain. Dengan menyajikan Es Air Mata Pengantin, kami berharap bisa menyebarkan kebahagiaan kecil di tengah masyarakat. Selain itu, kami selalu berusaha memberdayakan pedagang lokal dengan membeli bahan-bahan dari mereka, sebagai bentuk dukungan terhadap komunitas sekitar.

Pelajaran dari Setiap Tantangan

Menjalankan usaha kecil seperti ini tidak pernah mudah. Cuaca buruk, persaingan, hingga kelelahan fisik adalah hal yang biasa kami hadapi. Namun, setiap tantangan mengajarkan kami tentang arti kesabaran, kerja keras, dan keikhlasan. Dalam Islam, setiap usaha yang dilakukan dengan niat baik dan halal adalah ibadah. Oleh karena itu, kami selalu memulai hari dengan doa, memohon agar usaha ini membawa keberkahan bagi kami dan pelanggan kami.

Harapan dan Impian di Balik Gelas-Gelas Kecil

Saat hari mulai beranjak siang, gerimis pun berhenti. Matahari perlahan muncul, dan suasana CFD kembali hidup. Kami melayani pelanggan dengan senyum, meski tubuh mulai lelah. Setiap gelas Es Air Mata Pengantin yang terjual adalah simbol dari perjuangan kami. Kami percaya bahwa usaha kecil ini adalah langkah awal menuju mimpi yang lebih besar.

Harapan kami, Es Air Mata Pengantin tidak hanya menjadi minuman segar yang digemari, tetapi juga menjadi simbol dari nilai-nilai kebaikan. Kami ingin menunjukkan bahwa usaha kecil dengan niat baik dan prinsip kejujuran dapat memberikan dampak positif bagi banyak orang. Sebab, dalam Islam, bekerja dan berdagang adalah salah satu jalan menuju keberkahan hidup.

Es Air Mata Pengantin: Sebuah cerita, perjuangan, dan doa yang tersaji dalam setiap gelas. Segar di lidah, berkesan di hati, dan penuh keberkahan dalam setiap tegukan.

Nama : Lovena Dea Ossella

NIM: 225221054

Kelas: AKS 5B

Matkul: Kewirausahaan Islam



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bisnis Plan

Manajemen Investasi Teknologi Informasi

MANAGEMENT INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI            Oleh: AlFattah Candra S.R - Prodi MAZAWA   1. Management Investasi IT A. Konsep Manageme...