PERJALANAN BISNIS KEWIRAUSAHAAN “MOCHIZ”
Oleh: Harisma Hindra Aminudin (225221024)
Kami
yang terdiri dari Dania Isnaina, Harisma Hindra Amirudin, dan Sofia Eka
Purwanti adalah mahasiswa semester lima di Universitas UIN Raden Mas Said
Surakarta yang sedang disibukkan dengan tugas yang cukup banyak. Di tengah
kesibukan kami, ada tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah Kwirausahaan
Islam untuk menulis proposal bisnis dan memulai usaha kecil-kecilan. Awalnya
kami bingung dan ragu, karena kami belum punya pengalaman menjadi wirausaha.
Bagaimana kami yang masih berstatus mahasiswa bisa memulai bisnis, namun setelah
membicarakannya kami termotivasi untuk mecobanya,
Kami
menghabiskan beberapa pertemuan untuk bertukar ide dan konsep. Setelah beberapa
diskusi, kelompok kami mendapatkan ide untuk memulai sebuah perusahaan di
bidang pangan berbentuk kue mochi bernama MOCHIZ. Ide untuk membuat mochi
sebagai produk bisnis muncul secara kebetulan saat sesi brainstorming dan
setelah melihat video rekomendasi di sosial media. Kue ini berbahan dasar tepung
ketan yang mudah didapat di pasar dan supermarket, sehingga kami yakin proses
pembuatannya tidak memakan banyak waktu dan sangat mudah dalam pembuatannya.
Ada
berbagai tahapan dalam memulai bisnis ini. Berikut langkah-langkah yang kami
ambil untuk membuat produk ini:
PERSIAPAN
Langkah
awal bisnis ini adalah dengan memutuskan produk apa yang akan dijual, dengan
mempertimbangkan tujuan produk. Pada akhirnya kami sepakat dan memutuskan untuk
mengembangkan produk pangan tersebut karena memiliki pasar yang luas dan
diminati oleh semua kalangan usia baik laki-laki maupun perempuan. Awalnya kami
ingin menjual produk makanan yang sederhana dan praktis dan mencari beberapa
produk di media sosial seperti
Instagram, Youtube, dan Tiktok. Setelah mencari beberapa produk, pertama kami
memutuskan ingin salad buah. Produk-produk ini membutuhkan sedikit bahan untuk
pembuatannya dan tidak memerlukan banyak modal, sehingga dapat dijual dengan
keuntungan yang cukup besar. Namun ada juga resiko yang kami pertimbangkan,
yaitu produk tersebut harus dibuat dalam waktu itu juga. Dalam artian produk
tersebut tidak bisa di stock sebelumnya.
Kami
juga mencari beberapa makanan lain untuk mendapatkan produk dengan inovasi baru
terkait produk yang akan kami pilih. Kami mencari produk makanan yang sangat
mudah disiapkan, bahan-bahannya mudah disiapkan, terjangkau dan bisa dinikmati
oleh banyak kalangan. Selanjutnya mengumpulkan atau menyiapkan modal, bahan,
dan alat yang diperlukan untuk pembuatan produk tersebut. Saat menentukan
target pasar, kami mendasarkan keputusan pada kriteria pembeli tertentu. Kami
melakukan ini karena target pasar yang
berbeda memerlukan pendekatan yang sangat berbeda. Kunci keberhasilan pemasaran
adalah mengidentifikasi target pelanggan perusahaan. Selanjutnya pikirkan nama
produk yang ingin digunakan. Kami juga perlu memastikan bahwa tidak ada orang
yang menggunakan nama yang digunakan secara komersial. Setelah mempertimbangkan
nama produk mochi, kami menemukan kata MOCHIZ yang berasal dari singkatan mochi
dan delizious. Harapan kami, mochi tersebut bisa menarik banyak minat konsumen
dari segi rasa, kualitas, dan harga. Berikut adalah logo dari produk kami:
Logo
tersebut mengalami beberapa pertimbangan yang pada akhirnya kami memilih logo
tersebut dengan bahan kertas dengan warna yang cerah.
PERCOBAAN
DAN PRODUKSI
Sebelum
melakukan percobaan pembuatan produk, kami melihat tutorial di youtube atau
tiktok terkait pembuatan mochi agar dapat menghasilkan produk yang enak.
Setelah melihat video, kemudian kami memutuskan untuk mencoba membuat mochi
sesuai dengan tutorial. Pada percobaan pertama mochi yang dihasilkan tidak
sesuai dengan ekspektasi kami. Hal ini dikarenakan adonan yang dibuat terlalu
lembek dan whipped cream yang dibuat terlalu banyak air, sehingga menyebabkan
whipped cream di dalam mochi cepat mencair dan bentuk mochi menjadi tidak
sempurna. Dari percobaan pertama yang gagal tersebut, kemudian kami
merencanakan kembali bagaimana solusi agar mochi yang dibuat memiliki adonan
yang sesuai dan bentuk yang sempurna. Oleh karena itu, kami melakukan orientasi
terhadap metode pembuatan adonan agar menghasilkan produk yang lebih baik dari
percobaan pertama
Di
hari berikutnya kami telah menemukan solusi agar adonan menjadi tidak lembek,
diantaranya yaitu perbandingan antara tepung maizena dengan tepung ketan yang
awalnya 1:6 menjadi 1:4, sebelum membentuk adonan mochi dipastikan adonan sudah
dingin dengan sempurna, dan diperlukan pengulenan adonan yang lebih lama
sehingga adonan menjadi kalis. Sedangkan dalam pembuatan whipped cream kami
mengurangi air agar tidak cepat mencair, Dan akhirnya di percobaan kedua
tersebut adonan tidak lembek lagi dan bentuk mochi menjadi lebih sempurna dari
yang sebelumnya serta whipped cream menjadi lebih padat.
Dalam
pemesanan produk, kami menggunakan sistem pre-order. Kami menyebarkan pamphlet
secara online melalui media sosial WhatsApp dan Instagram agar menjangkau pasar
yang luas. Selain itu, kami juga menawarkan produk secara langsung kepada
teman, tetangga dan kerabat. Dengan sistem pre-order kami bisa membuat produk
sesuai dengan jumlah pesanan yang didapat. Produksi secara masif telah
dilakukan sejak pre-order pertama. Dapat dikatakan bahwa pemasaran produksi
cukup berhasil karena pembelian melebihi target yang kami tentukan.
PEMASARAN
PRODUK
Strategi
pemasaran produk yang kami lakukan yaitu melakukan promosi melalui media sosial
seperi WhatsApp dan Instagram dengan menggunakan pamflet. Kami membuat pamflet
yang menarik agar menarik minat pelanggan untuk membeli produk. Selain itu kami
juga menawarkan produk secara langsung kepada teman, tetangga, atau kerabat
terdekat. Penerimaan pesanan dilakukan selama tiga hari, biasanya kami open pre
order mulai hari kamis sampai sabtu, kemudian pesanan diproduksi pada hari
Sabtu dan akan didistribusikan pada hari senin.
Karena
target pasar penjualan kami kebanyakan anak muda, kami memilih bentuk kemasan
yang menarik agar konsumen tertarik dengan produk yang dijual, selain itu kami
juga menambahkan stiker logo pada kemasan. Terdapat dua bentuk kemasan yang
kami gunakan. Pada produksi pertama kami menggunakan bentuk bulat, tapi karena
menurut kami kemasan tersebut terlalu besar kemudian diganti dengan bentuk
kotak dengan ukuran yang lebih kecil.
Pada
saat pemasaran produk yang kedua kami juga melakukan promo pada hari jum’at
dengan menjual produk yang harganya Rp 4.000 menjadi Rp 3.000. Hal ini juga
menjadi strategi pemasaran yang baik bagi produk kami dan membuat pelanggan
tertarik dengan promo tersebut.
EVALUASI
DAN TANTANGAN
Dalam
menjalankan usaha bisnis kami menghadapi berbagai tantangan seperti waktu yang
terbatas karena kesibukan kuliah dan produk yang tidak tahan lama. Pada
produksi pertama, terdapat beebrapa kekurangan yang menyebabkan produk kurang
sesuai dengan yang kami harapkan dan diperlukannya perubahan untuk produksi
yang kedua. Salah satunya adalah adonan mochi yang kurang kalis dan masih
lengket. Hal ini menjadi evaluasi penting dalam usaha yang kami jalankan,
karena berpengaruh dengan rasa dan bentuk dari mochi itu sendiri.
Usaha
yang kami jalankan masih pada tahap awal, sehingga kami belum menghasilkan
keuntungan yang signifikan. Namun, kami berhasil menutupi biaya operasional.
Dan kami juga telah mengelola biaya produksi dengan cermat. Total modal yang
kami keluarkan selama operasional sebesar Rp105.000. Saat penjualan pertama
kami menjual produk sebanyak 40 pcs dengan harga per produk sebesar Rp 4.000,
dan untuk penjualan kedua kami menjual sebanyak 33 pcs dengan harga promo
sebesar Rp 3.000. Selama penjualan kami berhasil menjual sebanyak 73 pcs.
Pengalaman
memulai usaha ini memberikan banyak Pelajaran bagi kami. Banyak Pelajaran yang
kami dapatkan seperti kerjasama, ketekunan, dan kreativitas dalam berbisnis.
Kami juga belajar tentang bagaimana mengambil keputusan yang tepat dan tidak
merugikan bagi kami. Dengan berwirausaha ini kami menjadi tahu tidak mudah
menjalankan usaha dengan berbagai macam tantangan yang dihadapi dan bagaimana
caranya untuk bisa memecahkan masalah atau tantangan tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar