Membangun Bisnis Seperti Setiap Lapisan Tasty Sandwich
Oleh : Junia Setya Anzalna (235221125)
PROSES PENEMUAN IDE BISNIS
Tasty Sandwich berawal dari proyek perkuliahan di
semester 5 dalam mata kuliah Kewirausahaan Islam yang diampu oleh Ibu Dr. Sri
Hayanti, S.E, M.M .Beliau memberikan tantangan kepada mahasiswa untuk membuat
bussines plan yang tidak hanya dalam sebuah tulisan tetapi juga direalisasikan
pada setiap kelompok yang sudah dibagi sesuai dengan kesepakatan satu kelas .
Setiap kelomok terdiri dari 3 anggota dan terdapat 11
kelompok, kami adalah urutan kelompok ke 10 yang beranggotakan Junia Setya
Anzalna,Khofifah Nur Khasanah dan Lailatul Karimah. Kami dipertemukan pada mata
kuliah Kewirausahaan Islam 5A, yang pada awalnya kami tidak mengenal satu sama
lain karena kami berbeda kelas pada mata kuliah kakak tingkat ini kami menjadi
kenal dekat dan memutuskan untuk menjadi satu kelompok. Setelahnya kami membuat
grub WhatsAPP untuk mempermudah kami untuk saling bertukar informasi dan
bertukar ide gagasan bisnis.
Pada suatu kesempatan kami dapat berkumpul bersama di
Jujugan Cafe menunggu jeda mata kuliah berikutnya sekalian makan siang dan
membeli makanan di Jujugan salah satunya yaitu kami membeli sadwich yang
seharga enam ribu rupiah. Dari sana kemudian kami mendapatkan ide untuk
menjadikan sandwich sebagai ide produk untuk bussines plan mata kuliah
Kewirausahaan Islam. Karena
sandwich merupakan salah satu produk makanan yang dimana proses pembuatannya tidak menyita banyak
waktu serta bahan-bahan yang muda untuk didapatkan, sandwich yang bisa juga
sebagai pengganjal lapar dan
cocok untuk para mahasiswa yang tidak sempat sarapan ataupun makan siang dengan harga yang ramah dikantong serta semua kalangan
masyarakat dari mulai anak-anak hinga orang dewasa dapat merasakan kelezatan
sandwich
TAHAP UJI COBA
Selang beberapa hari kami mulai melakukan produksi
pertama kali di tempat kos Lala
dikarenakan kos Lala terletak di tengah tengah antara kediaman Junia dan juga
Khofifah,sehingga memudahkan akses bagi ketiga anggota .
Pertama kali kami produksi hanya membuat beberapa dengan membuat sedikit
sebagai langkah awal untuk mengetahui tanggapan orang lain serta
menentukan rasa, takaran, dan biaya bahan yang akan digunakan. Bahan-bahan yang
dipilih untuk percobaan ini meliputi roti , daging patty,mentimun,tomat, daun selada,saus,serta
mayonies . Setelah semua
bahan tersedia, kami segera memulai proses produksi dan mencicipi hasilnya
terlebih dahulu sebelum membagikannya kepada beberapa teman. Dari hasil uji
coba tersebut, kami menyadari bahwa pemanggangan
roti terlalu lama dan juga saos yang kurang banyak.
PEMANTAPAN IDE DAN STRATEGI BISNIS
Dalam menyusun strategi bisnis,
kami telah melalui berbagai tahapan uji coba yang mengarah pada penentuan arah
yang tepat. Langkah pertama yang kami ambil adalah merumuskan latar belakang
usaha, visi, misi, serta struktur organisasi. Struktur organisasi ini
diharapkan dapat memperlancar proses produksi dan memastikan segala aktivitas
berjalan dengan baik dan terstruktur.
Bisnis kami bernama Tasty Sandwich, yang
terinspirasi dari respons positif teman-teman terhadap sandwich yang kami buat.
Karena mereka mengatakan bahwa sandwich kami enak, kami memutuskan untuk
menggunakan kata "Tasty" yang berarti lezat dalam bahasa Inggris.
Visi kami adalah menjadikan
sandwich sebagai makanan sehat dan alternatif yang tepat bagi mahasiswa di
tengah kesibukan perkuliahan, sehingga mereka dapat tetap menjaga pola makan
sehat. Misi kami adalah mengedukasi masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk
menerapkan pola makan yang lebih sehat.
Dalam hal struktur organisasi,
pembagian tugas kami adalah sebagai berikut: Khofifah Nur Khasanah
sebagai Ketua, Lailatul Karimah sebagai bagian Pemasaran, Junia
Setya Anzalna sebagai bagian Keuangan, dan seluruh anggota lainnya
bertanggung jawab sebagai Tim Produksi.
Untuk strategi pemasaran, kami
memanfaatkan platform media sosial serta jaringan relasi teman-teman sebagai
sarana utama. Kami menggunakan metode Pre-Order, di mana kami
membuka pesanan tiga hari sebelum produksi (H-3) dalam platform media sosial kami. Kami sepakat untuk memproduksi
sandwich dua kali seminggu, yaitu pada hari Selasa dan Kamis, dengan
mempertimbangkan jadwal mata kuliah yang kami ambil. Setiap kali produksi, kami
hanya membuat 14 pcs sandwich
untuk menciptakan rasa penasaran dan eksklusivitas di kalangan pembeli sehingga calon pembeli lainnya akan terus
memesan dan bisnis dapat mengalami keberlangsungan. Mengingat
target pasar kami sebagian besar terdiri dari kalangan mahasiswa, kami
menyesuaikan harga agar lebih terjangkau.
Kami membagi tugas dan tanggung jawab, di mana dua orang yang akan bertanggung jawab untuk membeli bahan-bahan sebelum
proses produksi dimulai. Untuk kemasan, kami memutuskan menggunakan kertas
minyak yang didesain ulang dalam bentuk persegi, yang dapat menutupi sandwich
secara menyeluruh. Hal ini bertujuan untuk menjaga kebersihan dan memastikan
makanan tetap higienis hingga sampai ke tangan pelanggan. Kami juga menambahkan
stiker pada kemasan untuk menarik perhatian konsumen dan memperkenalkan produk
kami lebih luas di masyarakat.
REALISASI DAN IDE BISNIS
Setelah memperkuat konsep,
langkah berikutnya adalah merealisasikan ide bisnis tersebut. Junia bertanggung
jawab untuk membuat logo dan stiker, Laila akan membuat poster serta mengelola
akun Instagram yang digunakan untuk memperkenalkan produk kepada konsumen,
sementara Khofifah akan melakukan pemasaran langsung melalui relasi teman. Kami menerapkan sistem
pre-order,
Dalam proses produksi,
bahan-bahan seperti saus, mayones, dan patty dibeli H-1 sebelum hari produksi
untuk memastikan kelancaran pada
saat produksi. Sedangkan untuk sayur, buah, dan roti, kami membelinya
pada hari produksi untuk menjaga
kesegaran tomat,selada dan timun,sehingga sandwich cita rasa sandwich terjaga.
Pembagian tugas dalam produksi adalah sebagai berikut: Laila bertanggung jawab
untuk memanggang roti dan patty, Khofifah menyusun sandwich, dan Junia packing sandwich serta memberikan
label pada setiap kemasan untuk menghindari kekeliruan atau finishing
Untuk pembelian bahan, kami
juga membagi tugas: Junia membeli sayur dan buah, Khofifah membeli roti, dan
Laila membeli patty. Jika stok saus atau mayones habis, kami akan membelinya
bersama-sama.
EVALUASI BISNIS
Menjalankan sebuah bisnis
tentunya menghadirkan banyak tantangan, dan tidak jarang ada hal-hal yang
terlewat atau belum berjalan sebaik yang diharapkan. Evaluasi sangat penting
untuk memperbaiki dan mengoptimalkan jalannya usaha agar dapat berkembang
dengan lebih baik. Apalagi kami yang baru pertama kali terjun dalam dunia
bisnis dan memulai dari awal, keterbatasan pengalaman mengharuskan kami untuk
terus belajar dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan konsumen. Oleh karena itu,
dalam menjalankan bisnis ini, kami merasa perlu untuk memperbaiki berbagai
aspek yang belum maksimal agar dapat mencapai hasil yang lebih baik.
Evaluasi pertama terkait dengan variasi varian
Tasty Sandwich. Kami menyadari bahwa varian lain selain original kurang
diminati oleh konsumen, kemungkinan karena kurangnya keterkenalan masyarakat
terhadap rasa tersebut. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk tetap mempertahankan
hanya varian original tanpa menambah variasi rasa lainnya.
Evaluasi kedua berfokus pada cara pembelian
bahan-bahan seperti saus, mayones, dan patty. Kami menemukan bahwa tidak semua
toko menyediakan merek yang kami gunakan, dan harga yang ditawarkan oleh
toko-toko berbeda dengan harga di agen. Untuk mengurangi biaya dan mendapatkan
harga yang lebih terjangkau, kami memutuskan untuk membeli bahan-bahan langsung
dari agen.
Evaluasi ketiga, untuk produksi selanjutnya, kami
memutuskan untuk menaikkan harga per pcs menjadi Rp 4.000. Keputusan ini
diambil karena dengan harga Rp 3.000 per pcs, keuntungan yang diperoleh sangat
minim, bahkan berisiko menimbulkan kerugian.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar