Renyahnya UbiTop, Inspirasi untuk Wirausaha Kreatif
-by Rahma Dita Rima Amelia Putri
Hai, perkenalkan nama saya Rahma
Dita Rima Amelia Putri, mahasiswa semester 5 program studi Akuntansi Syariah.
Bersama dengan dua teman saya, Zaza dan Ajrun. Kami berkesempatan untuk
mengembangkan ide usaha kreatif suatu produk. Proses pembuatan produk ini
menjadi bagian dari tugas mata kuliah Kewirausahaan Islam yang kami ambil di semester
ini. Dalam perjalanan ini, kami belajar mengaplikasikan nilai-nilai
kewirausahaan Islami seperti kejujuran, kreativitas, inovasi, serta menjaga
interaksi sosial yang baik, khususnya saat memasarkan produk ini di CFD.
Pengalaman ini tidak hanya memberikan wawasan baru tentang dunia usaha, tetapi
juga pelajaran berharga tentang bagaimana menjalankan bisnis yang tidak hanya
menguntungkan tetapi juga membawa keberkahan.
Nama produk
kami adalah UbiTop, camilan berbahan dasar ubi jalar dan ubi ungu yang
diolah menjadi nugget renyah dengan beragam topping kekinian yang menggugah
selera. Dengan harga terjangkau Rp10.000 per porsi, UbiTop hadir untuk memenuhi
kebutuhan camilan yang lezat, sehat, dan cocok dinikmati oleh semua kalangan.
Kami terlibat langsung dalam setiap tahapan prosesnya, mulai dari pemilihan
bahan berkualitas hasil panen petani lokal, pembuatan yang higienis, hingga
memastikan produk kami tetap segar, nikmat, dan bernilai gizi tinggi. Selain
itu, kami juga mengutamakan prinsip-prinsip Islami dalam setiap langkah,
menjamin kehalalan dan keberkahan setiap produk yang kami tawarkan. UbiTop
bukan hanya sekadar camilan, tetapi juga wujud inovasi kami dalam menciptakan
makanan sehat, halal, dan memuaskan yang dapat dinikmati dengan penuh rasa
percaya diri.
Pagi itu,
meskipun langit mendung dan hujan gerimis mulai turun, kami tetap semangat
berjualan di Car Free Day (CFD) Kartasura. Kami sudah mempersiapkan diri sejak
beberapa hari sebelumnya untuk memperkenalkan UbiTop, produk cemilan ubi nugget
dengan topping kekinian. Meskipun cuaca kurang bersahabat, kami yakin ini
adalah kesempatan emas untuk mempromosikan produk yang telah kami ciptakan.
Sehari sebelum CFD, kami berkumpul di kos salah satu anggota kelompok untuk
memproduksi UbiTop dalam jumlah besar. Namun, masalah muncul ketika adonan dari
ubi ungu yang kami buat hancur saat digoreng. Ternyata, adonan tidak dapat
menyatu dengan baik karena kekurangan tepung untuk mengikatnya. Kejadian ini
mengajarkan kami untuk lebih teliti dalam pengolahan dan pengukuran bahan,
serta teknik pengulenen yang tepat.
Meski sempat
frustrasi, kami tetap bersemangat dan terus mencoba. Setelah beberapa
percobaan, kami menemukan komposisi tepung yang tepat untuk adonan ubi ungu,
sementara adonan ubi jalar lebih mudah dikelola. Proses ini mengajarkan kami
pentingnya inovasi dalam kewirausahaan untuk menghasilkan produk berkualitas.
Kami belajar bahwa riset, eksperimen, dan kesabaran adalah kunci sukses.
Inovasi produk dalam kewirausahaan adalah cara untuk terus berkembang dan
mencari solusi kreatif. Dalam mata kuliah Kewirausahaan Islam, kami diajarkan
bahwa inovasi adalah kunci bisnis modern. Proses pembuatan UbiTop membuktikan
pentingnya inovasi. Kami mengembangkan produk dari ubi jalar dan ubi ungu untuk
menciptakan nilai tambah melalui bentuk, rasa, dan penyajian unik.
Dalam Islam,
inovasi yang memberikan manfaat kepada masyarakat dianggap sebagai bentuk
ibadah. UbiTop tidak hanya menawarkan cemilan yang lezat, tetapi juga
memperkenalkan gaya hidup sehat dengan mengolah bahan lokal, seperti ubi jalar
dan ubi ungu, menjadi produk yang menarik dengan topping kekinian seperti
cokelat, matcha, dan keju. Kami membuktikan bahwa inovasi tidak selalu harus
rumit; hal sederhana seperti pengolahan bahan lokal dengan cara baru dapat
menghasilkan produk yang relevan dan disukai pasar. Kami juga menyadari bahwa
kewirausahaan Islam mengajarkan kami untuk menjalankan bisnis dengan jujur dan
memperhatikan kesejahteraan masyarakat, memastikan bahwa produk kami sehat dan
aman dikonsumsi tanpa bahan tambahan yang berbahaya.
Selain itu,
kami belajar tentang pentingnya keberlanjutan dalam bisnis sesuai dengan
prinsip-prinsip Islam. Dalam Islam, menjaga lingkungan dan menghindari
pemborosan sangat ditekankan. Dengan menggunakan bahan baku lokal dari petani
sekitar, kami berkontribusi pada perekonomian lokal serta mengurangi jejak
karbon yang ditimbulkan oleh distribusi bahan baku. Kami menyadari bahwa
kewirausahaan bukan hanya soal mencari keuntungan, tetapi juga memberikan
manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Inilah yang kami yakini sebagai bentuk
kewirausahaan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, di mana bisnis dapat
berkembang sambil memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Proses panjang
yang saya jalani bersama dengan teman sekelompok dalam membuat UbiTop
mengajarkan saya banyak hal, terutama tentang pentingnya inovasi produk dalam
kewirausahaan. Inovasi tidak hanya tentang menciptakan produk yang baru, tetapi
juga tentang terus belajar dan memperbaiki diri. Dengan nilai-nilai Islam yang
kami terapkan dalam setiap langkah bisnis kami, kami berharap UbiTop tidak
hanya menjadi bisnis yang sukses, tetapi juga bisnis yang membawa manfaat bagi
banyak orang.
-- Thanks buat yang udah nyempetin baca, Guys! --
Semoga ceritanya bikin kalian makin termotivasi dan dapat insight baru. Keep shining!
Nama : Rahma Dita Rima Amelia Putri
NIM : 225221043
Kelas :
Akuntansi Syariah 5B


.jpeg)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar