Manajemen Ilmu : Landasan Penting di Era Globalisasi

Febri Nur Eka - 252141014

Pendahuluan

Dalam menjalankan suatu usaha atau sebuah organisasi di Perusahaan, tentu perlu adanya manajemen. Sebab manajemen sangat membantu dalam menyelesaikan masalah untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Manajemen selalu berusaha untuk memperoleh tujuan secara efektif dan efisien.

Seiring perkembangan zaman yang semakin cepat, manusia dihadapkan pada berbagai perubahan besar agar mampu beradaptasi serta dapat menciptakan inovasi baru. Di era globalisasi inilah kemajuan teknologi, transportasi, dan sebagainya menjadi perubahan besar dalam kehidupan manusia. Dengan demikian diperlukan adanya perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian agar dapat mencapai tujuan yang tepat sasaran. Di situasi seperti ini, manajemen menjadi dibutuhkan untuk memahami serta menerapkan sesuai dengan kebutuhan mendasar di era globalisasi ini.

Manajemen Sebagai Ilmu

Secara etimologis, istilah manajemen itu berasal dari Bahasa latin manus yang berarti tangan, dan agere yang berarti melakukan. Dari kata ini terbentuk kata managere yang memiliki arti “mengatur” atau “mengelola”. Secara istilah dapat diartikan sebagai suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian sumber daya untuk mencapai tujuan.

Sementara kata ilmu memiliki makna sendiri yaitu kumpulan pengetahuan yang diperoleh berdasarkan fakta, pengalaman, dan logika. Dengan demikian, manajemen ilmu dapat disebut sebagai suatu proses pengelolaan sesuai fakta dan pengetahuan agar dapat digunakan secara efektif dan efisien.

Manajemen disebut sebagai ilmu karena memliki landasan teori yang tersusun secara sistematis serta dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Ilmu manajemen juga membantu seseorang dalam memahami perilaku individu maupun kelompok disebuah organisasi, sehingga proses kerja dapat berjalan sesuai keahlian dan lebih teratur. Manajemen ilmu terus mengalami pembaruan agar mampu membantu sesuai dengan perkembangan zaman saat ini.

Manajemen dikategorikan sebagai suatu ilmu karena memiliki ciri-ciri ilmiah yang menunjukkan bahwa bidang ini tersusun secara teratur dan sistematis, dengan setiap teori serta konsep yang saling berhubungan. Manajemen juga bersifat rasional dan objektif karena berlandaskan pada pemikiran logis serta analisis dalam menyelesaikan permasalahan, bukan sekadar didasari oleh intuisi atau perasaan pribadi. Dalam praktiknya, manajemen menerapkan metode ilmiah melalui proses observasi, pengumpulan dan analisis data, serta pengujian hipotesis sebagaimana dilakukan dalam disiplin ilmu lainnya. Disamping itu, manajemen memiliki prinsip-prinsip pokok seperti efisiensi, efektivitas, koordinasi, dan pembagian kerja yang menjadi landasan dalam pelaksanaannya. Secara keseluruhan, ilmu manajemen tidak hanya berisi teori, tetapi juga bersifat praktis dan dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk bisnis, pemerintahan, maupun organisasi sosial.

Peran Manajemen Ilmu di Era Globalisasi

Era globalisasi banyak menghadirkan berbagai peluang dan tantangan dalam membangun sebuah organisasi atau usaha. Maka dari itu manajemen sebagai ilmu muncul ditengah persaingan yang semakin ketat, untuk membantu dalam mengelola struktur organisasi yang bijak. Manajemen sebagai ilmu memberikan teori, dan metode yang sistematis seperti perencanaan yang matang, mengorganisasikan sumber daya dengan tepat, menempatkan pekerja sesuai dalam bidang keahliannya, serta membantu mengarahkan dan mengendalikan sesuai dengan strategi secara efektif dan efisien. Hal inilah yang bisa menjadi kunci keberhasilan dan kesuksesan dalam menghadapi persaingan global.

Di era globalisasi teknologi dan informasi mengalami perubahan yang sangat cepat. Perubahan ini menuntut sebuah Perusahaan atau organisasi untuk beradaptasi dan berusaha membuat inovasi agar tidak tertinggal. Oleh sebab itu, manajemen berperan penting dalam mengatur strategi yang bijak serta dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kinerja sesuai dengan era sekarang. Selain itu, manajemen juga dapat mendorong terciptanya kerja lintas budaya dan komunikasi yang efektif di tingkat internasional, sebab globalisasi telah menghapus batas-batas geografis dalam dunia kerja.

Manajemen sebagai ilmu tidak hanya menjadi alat untuk mencapai tujuan sebuah organisasi, tetapi juga menjadi fondasi awal dalam menghadapi tantangan globalisasi kedepannya. Melalui struktur organisasi yang baik, strategi yang berkembang, berinovasi, serta tetap bertahan ditengah persaingan yang pesat dan cepat.

Tantangan Penerapan Manajemen sebagai Ilmu

Meskipun memiliki banyak manfaat, penerapan manajemen ilmu di Indonesia masih banyak menghadapi berbagai tantangan. Salah satu hambatan utamanya adalah rendahnya budaya berbagi pengetahuan (knowledge sharing). Banyak individu maupun organisasi yang enggan membagikan ilmunya karena faktor persaingan, sikap egois, atau kurangnya sistem penghargaan yang memadai. Akibatnya, pengetahuan penting sering kali hanya tersimpan pada individu tertentu dan hilang ketika orang tersebut pindah atau keluar dari organisasi.

Selain itu, keterbatasan infrastruktur teknologi juga menjadi masalah dalam penerapan manajemen ilmu, terutama di wilayah terpencil. Akses internet yang belum merata menimbulkan kesenjangan informasi dan pengetahuan antara daerah perkotaan dan pedesaan, sehingga menghambat pemerataan kualitas sumber daya manusia di seluruh Indonesia.

Tantangan lainnya berkaitan dengan budaya organisasi yang belum sepenuhnya mendukung pembelajaran berkelanjutan dan pengelolaan pengetahuan secara sistematis. Dalam banyak kasus, manajemen ilmu masih dianggap sebagai aktivitas tambahan, bukan bagian penting dari strategi organisasi. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan komitmen yang kuat dari para pemimpin organisasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendorong inovasi, kolaborasi, serta semangat belajar berkelanjutan. Di sisi lain, Revolusi industri 4.0 membawa perubahan yang besar dalam mengelola data, sumber daya manusia, dan proses kerja, sebab itu kita harus siap dalam menghadapi tantangan tersebut.

Strategi Pengembangan Manajemen Ilmu di Era Globalisasi

Untuk mengoptimalkan penerapan manajemen sebagai ilmu di Indonesia, perlu adanya strategi yang komprehensif, terstruktur, dan berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya membutuhkan perubahan di tingkat kebijakan, tetapi juga transformasi dengan cara berpikir individu serta budaya organisasi. Manajemen sebagai ilmu hanya dapat berkembang apabila didukung oleh sistem pendidikan, kebijakan pemerintah, dan praktik manajerial yang sejalan dengan tuntutan globalisasi dan perkembangan teknologi modern.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah meningkatkan kualitas Pendidikan, itu merupakan langkah dasar yang sangat penting. Sebab pendidikan menjadi pondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan tanggap terhadap perubahan. Kurikulum di setiap jenjang pendidikan perlu disesuaikan dengan kebutuhan zaman, terutama dengan menekankan penguasaan teknologi, kemampuan meneliti, serta keterampilan menganalisis data. Pembelajaran manajemen juga sebaiknya tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi menitikberatkan pada penerapan nyata di dunia kerja. Metode pembelajaran berbasis proyek, simulasi pengelolaan, dan kerja sama lintas bidang dapat membantu kita memahami kerumitan penerapan manajemen di kehidupan nyata. Selain itu, lembaga pendidikan juga perlu memperkuat hubungan dengan lembaga luar negeri agar dapat saling bertukar ilmu dan pengalaman terbaik.

Kedua, lembaga pemerintah dan organisasi swasta perlu membangun sistem pengelolaan pengetahuan yang teratur dan mudah diakses. Sistem ini berfungsi untuk mengumpulkan, menyimpan, mengolah, serta menyebarkan informasi penting yang berguna bagi pengambilan keputusan. Pemanfaatan teknologi informasi memegang peranan penting dalam hal ini. Penggunaan data digital, penyimpanan awan, pusat informasi daring, dan sarana kerja sama berbasis teknologi dapat mempercepat penyebaran pengetahuan dan meningkatkan efisiensi kerja. Dengan adanya sistem tersebut, organisasi dapat menghindari pekerjaan yang berulang, mempercepat proses inovasi, serta meningkatkan mutu pelayanan dan kebijakan. Contohnya, penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik dapat menjadi bukti bagaimana teknologi dan pengelolaan pengetahuan dapat berpadu untuk menciptakan pelayanan publik yang terbuka dan cepat.

Ketiga, membangun budaya berbagi pengetahuan merupakan hal penting untuk memperkuat penerapan manajemen sebagai ilmu. Budaya ini harus dibentuk sejak dini, baik di lingkungan pendidikan maupun tempat kerja. Organisasi perlu menciptakan suasana yang dapat mendorong kerja sama dan keterbukaan antaranggota. Salah satu caranya adalah dengan memberikan penghargaan kepada mereka yang aktif membagikan pengetahuan, seperti menjadi pembicara dalam pelatihan, menulis hasil penelitian, atau menjadi mentor bagi rekan kerja. Bentuk penghargaan seperti ini akan menumbuhkan semangat untuk terus berbagi ilmu dan pengalaman, sehingga menciptakan proses belajar yang berkelanjutan. Budaya berbagi juga dapat diperkuat melalui kegiatan rutin seperti diskusi bersama, pelatihan internal, serta pendampingan yang melibatkan seluruh anggota organisasi.

Keempat adanya kerja sama antara dunia pendidikan, dunia usaha, dan pemerintah menjadi unsur penting dalam membangun sistem manajemen ilmu yang berkesinambungan. Dunia pendidikan berperan menghasilkan teori dan penelitian, sementara dunia usaha menjadi tempat penerapan ilmu dalam praktik nyata. Pemerintah berfungsi sebagai pengarah, dan pendukung agar kerja sama tersebut berjalan baik. Bentuk kolaborasi ini dapat diwujudkan melalui program magang, penelitian bersama, pelatihan keahlian, atau forum nasional yang mempertemukan akademisi, pelaku usaha, dan pembuat kebijakan. Dengan kerja sama yang kuat, akan tercipta pertukaran pengetahuan yang saling menguntungkan: pendidikan memperoleh masukan dari dunia kerja, dunia usaha mendapat solusi berdasarkan riset, dan pemerintah dapat menyusun kebijakan yang efektif dan kefisien.

Selain langkah-langkah utama di atas, kita juga harus memperkuat etika dan sikap tanggung jawab dalam penerapan ilmu manajemen. Manajemen sebagai ilmu tidak hanya berfokus pada hasil dan efisiensi, tetapi juga pada nilai moral serta tanggung jawab yang memegang tugas. Setiap keputusan dalam pengelolaan harus mempertimbangkan keadilan, keterbukaan, serta melihat dampak terhadap masyarakat dan lingkungan kedepannya. Dengan menjunjung tinggi nilai etika, penerapan ilmu manajemen akan menghasilkan sistem yang berkelanjutan dan dapat dipercaya oleh masyarakat.

Selanjutnya, untuk menjaga keberlanjutan penerapan strategi tersebut perlu adanya evaluasi dan pembaruan kebijakan secara rutin setelah melakukan kegiatan. Evalusi tersebut berfungsi untuk mengetahui apakah yang dilakukan sudah sesuai rencana dan tujuan atau belum serta dapat memperbaiki ketika ada kesalahan.

Penerapan manajemen sebagai ilmu di Indonesia akan berhasil jika ada kerja sama dan komitmen dari seluruh pihak—pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat. Strategi inilah yang menjadi kunci utama menuju keberhasilan yang terstruktur secara efektif dan efisien.  Dalam era globalisasi penerapan strategi tersebut tidak hanya memperkuat daya saing bangsa, tetapi juga membangun dasar pengetahuan yang kokoh untuk menghadapi tantangan masa depan.

Kesimpulan

Dapat kita simpulkan bahwa manajemen sebagai ilmu merupakan landasan penting dalam menghadapi tantangan di era globalisasi saat ini. Ditengah dunia yang terus berkembang dan perubahan menjadi sangat pesat, maka kemampuan untuk mengelola dan memanfaatkan pengetahuan serta strategi yang bijak dapat menjadi kunci utama kita dalam menciptakan daya saing dan kerja sama yang baik serta mendorong kita membuat inovasi baru. Melalui fungsi-fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian agar dapat mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Oleh karena itu, diperlukan komitmen yang kuat dari berbagai pihak yang terlibat dalam sebuah organisasi untuk meningkatkan kualitas dan mengoptimalkan penerapan manajemen agar mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman secara berkelanjutan dengan strategi yang terarah.

DAFTAR PUSTAKA

Suryana, A. (2018). Manajemen sebagai ilmu dan seni dalam konteks organisasi modern. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 20(1), 45-58.

Kusumawardhani, E., & Rahman, F. (2022). Strategi pengembangan manajemen sebagai ilmu di era globalisasi. Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi, 10(1), 78-95.

Sari, D. M., & Nugroho, A. (2020). Tantangan penerapan manajemen ilmu di Indonesia. Jurnal Administrasi Bisnis Indonesia, 15(2), 112-130.

Widodo, S., & Pratiwi, R. (2021). Manajemen sebagai ilmu di era globalisasi. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 23(1), 45-62.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bisnis Plan

Manajemen Investasi Teknologi Informasi

MANAGEMENT INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI            Oleh: AlFattah Candra S.R - Prodi MAZAWA   1. Management Investasi IT A. Konsep Manageme...