Teori Evolusi Manajemen

Annasywa Marlutfi Basunanda - 252141024


Pendahuluan

Manajemen adalah komponen inti dalam setiap organisasi, baik berdasarkan skala bisnis, pemerintahan, maupun lembaga non-profit. Sejalan dengan kemajuan zaman, pengembangan teori manajemen pun mengalami perubahan yang signifikan, menampilkan pergeseran kebutuhan, nilai, serta keterbatasan di lanskap pekerjaan. Dari pendekatan klasik yang menekankan efisiensi dan struktur organisasi hingga pendekatan kontemporer yang fleksibel dan berfokus pada sumber daya manusia, pengembangan teori manajemen menggambarkan kompleksitas dinamika dalam mengelola organisasi secara efektif.

Pemahaman sejarah perjalanan dan evolusi teori-teori manajemen bukan hanya memberikan gambaran tentang bagaimana praktik-praktik manajerial terbentuk, melainkan juga membantu kita mempersiapkan diri dalam menghadapi isu-isu manajerial masa depan. Oleh karena itu, esai ini akan membahas secara kronologis evolusi teori manajemen dari masa ke masa serta relevansinya dalam konteks organisasi modern.

1. Teori Evolusi Manajemen

Evolusi teori manajemen merupakan proses perkembangan gagasan manajemen dari zaman kuno hingga masa kini. Perkembangan ini meliputi era manajemen klasik seperti Manajemen Ilmiah dan Administrasi Umum yang berfokus pada efisiensi, aliran perilaku yang menekankan aspek manusia, serta pendekatan modern seperti teori sistem dan kontingensi yang mempertimbangkan pengaruh lingkungan dan faktor lainnya.

Tahapan Evolusi Teori Manajemen

  • Manajemen Kuno (Mesir dan Romawi): Manajemen sudah diterapkan melalui catatan tertulis yang mendukung fungsi pemerintahan dan perdagangan.

  • Teori Manajemen Klasik (Abad 19 - Awal Abad 20): Berkembang pesat selama Revolusi Industri dengan tujuan meningkatkan produktivitas.

    • Manajemen Ilmiah (Frederick W. Taylor): Fokus pada penentuan metode kerja terbaik, seleksi dan pelatihan pekerja, serta kerja sama antara manajer dan staf.

    • Administrasi Umum (Henry Fayol): Merumuskan prinsip manajemen seperti pembagian tugas, kewenangan, sentralisasi, dan komunikasi organisasi.

    • Psikologi Industri (Hugo Munsterberg): Menambahkan dimensi psikologi dalam praktik manajemen.

  • Teori Perilaku Organisasi: Dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan teori klasik dalam memahami faktor manusia dan hubungan sosial di organisasi.

    • Elton Mayo: Mengkaji hubungan antarpribadi di tempat kerja.

  • Teori Kuantitatif: Menggunakan pendekatan ilmiah dan matematis untuk menyelesaikan permasalahan manajemen.

  • Manajemen Modern (Kontemporer):

    • Teori Sistem: Melihat organisasi sebagai sistem yang saling terkait dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

    • Pendekatan Kontingensi: Menyatakan bahwa tidak ada satu cara manajemen terbaik; efektivitas tergantung pada kondisi spesifik.

Pentingnya Mempelajari Evolusi Teori Manajemen

  1. Membantu dalam membuat keputusan manajemen yang tepat dan efektif.

  2. Menjelaskan bahwa teori manajemen berkembang sebagai respons terhadap kondisi sosial, ekonomi, politik, dan teknologi pada masa tertentu.

  3. Memungkinkan prediksi dampak dari tindakan sehingga solusi yang tepat dapat diterapkan.

2. Aliran Manajemen Ilmiah

Aliran manajemen ilmiah adalah awal periodisasi manajemen sebagai suatu ilmu. Pada tahun 1870, manajemen mulai diperkenalkan secara ilmiah oleh Frederick W. Taylor. Kaidah-kaidah ilmiah diterapkan dalam memperkenalkan manajemen, seperti pencatatan kejadian penting, logika berpikir sistematis, pemunculan hipotesis, dan pengujian empiris, sehingga manajemen dapat diterima sebagai ilmu.

Taylor merasa tidak puas dengan produktivitas kerja di pabrik yang hanya bergantung pada jumlah tenaga kerja. Ia kemudian menerapkan pembagian kerja menjadi kelompok-kelompok berdasarkan kesamaan tugas, seperti pemotongan kawat, peruncingan, pelengkungan, pemasangan kepala peniti, hingga pengepakan. Hasilnya, produktivitas meningkat berlipat-lipat karena adanya spesialisasi pekerjaan.

Empat Prinsip Dasar Manajemen Ilmiah

  1. Pengembangan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam pelaksanaan setiap pekerjaan.

  2. Seleksi ilmiah terhadap karyawan sesuai dengan kemampuan dan tanggung jawabnya.

  3. Pendidikan dan pengembangan karyawan secara ilmiah.

  4. Kerja sama yang baik antara manajemen dan karyawan.

Keterbatasan Manajemen Ilmiah:

  • Kenaikan produktivitas tidak selalu diikuti kenaikan pendapatan.

  • Pendekatan rasional hanya memenuhi kebutuhan ekonomi dan fisik, bukan sosial.

  • Mengabaikan kepuasan kerja dan keinginan manusia.

3. Aliran Teori Organisasi Klasik

Terinspirasi oleh Taylor, para ahli teori organisasi klasik seperti Henry Fayol menyempurnakan konsep manajemen dengan menekankan struktur dan prinsip organisasi. Fayol mengemukakan 14 prinsip manajemen:

  1. Pembagian kerja.

  2. Wewenang.

  3. Disiplin.

  4. Kesatuan perintah.

  5. Kesatuan pengarahan.

  6. Meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan umum.

  7. Balas jasa.

  8. Sentralisasi.

  9. Rantai skalar.

  10. Order (ketepatan penempatan orang dan sarana).

  11. Keadilan.

  12. Stabilitas staf organisasi.

  13. Inisiatif.

  14. Esprit de Corps (semangat kesatuan dalam organisasi).

4. Aliran Hubungan Manusiawi

Aliran ini muncul karena teori klasik tidak sepenuhnya menghasilkan efisiensi produksi dan keharmonisan kerja. Elton Mayo menekankan pentingnya hubungan antarpribadi dan motivasi dalam meningkatkan moral serta efisiensi kerja. Ia menyimpulkan bahwa hubungan manusiawi yang baik meningkatkan produktivitas, sementara moral yang buruk menurunkan efisiensi.

Kelemahan Aliran Hubungan Manusiawi:

  • Konsep makhluk sosial tidak menjelaskan sepenuhnya perilaku individu di tempat kerja.

  • Peningkatan kondisi kerja tidak selalu meningkatkan produktivitas.

  • Lingkungan sosial hanyalah salah satu faktor yang memengaruhi produktivitas.

  • Upah, struktur organisasi, dan hubungan perburuhan juga berpengaruh besar.

5. Aliran Manajemen Modern

Aliran manajemen modern berkembang seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan globalisasi. Konsep Good Corporate Governance (GCG) menjadi dasar dalam pengelolaan perusahaan untuk mencapai efisiensi dan tanggung jawab sosial. Perusahaan modern, baik nasional maupun multinasional, menerapkan prinsip sistem, pendekatan kontingensi, serta kesadaran akan budaya organisasi dan etika global.

Manajemen modern menekankan bahwa pengelolaan organisasi tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga sistematis, adaptif, dan manusiawi. Pendekatan ini menyoroti pentingnya konsep sistem, analisis keputusan, faktor manusia, dan tanggung jawab sosial.

Tokoh Manajemen Modern

  • Peter Drucker (1909–2005): “Bapak Manajemen Modern”, memperkenalkan konsep knowledge worker.

  • Henry Fayol (1841–1925): Merumuskan 14 prinsip manajemen yang masih relevan.

  • Abraham Maslow (1908–1970): Teori hierarki kebutuhan yang menjelaskan motivasi kerja.

  • Douglas McGregor (1906–1964): Teori X dan Y tentang pandangan manajer terhadap sifat manusia.

  • Frederick Herzberg (1923–2000): Teori dua faktor motivasi (kepuasan dan ketidakpuasan kerja).

  • Robert Blake & Jane Mouton: Mengembangkan kisi-kisi manajerial tentang gaya kepemimpinan.

  • Chris Argyris (1923–2013): Konsep organizational learning (pembelajaran organisasi).

Kesimpulan

Evolusi dan perkembangan manajemen menunjukkan perubahan besar dari masa ke masa. Berawal dari konsep sederhana di zaman kuno, berkembang ke teori klasik yang menekankan efisiensi (Scientific Management dan Administrative Theory), lalu beralih ke fokus pada perilaku manusia dan hubungan sosial, hingga kini menjadi pendekatan yang kompleks dan sistematis pada era modern.

Pemahaman terhadap evolusi teori manajemen membantu pengambilan keputusan yang tepat, menyesuaikan praktik dengan perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi, serta memprediksi hasil untuk menerapkan solusi yang efektif di masa depan.


Daftar Pustaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bisnis Plan

Manajemen Investasi Teknologi Informasi

MANAGEMENT INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI            Oleh: AlFattah Candra S.R - Prodi MAZAWA   1. Management Investasi IT A. Konsep Manageme...