Kisah Persahabatan dan Thrifting

 Kisah Persahabatan dan Thrifting


Anggota Kelompok 3 :

1. Lya Husna Maulida (225231123)

2. ⁠Fida Aulia Nisrina (22523126)

3. ⁠Risma Nada Insyiroh (225231139)

4. ⁠Ardita Putri Anggraini (225231140)



Menemukan Harta Karun di Balik Tumpukan Pakaian

 

Bab 1: Lahirnya Ide

 

Di tengah hiruk pikuk kampus UIN Raden Mas said Surakarta, empat mahasiswi jurusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Risma, Fida, Dita, dan Lya, sedang berdiskusi menemukan inspirasi tentang ide bisnis untuk tugas mata kuliah "Kewirausahaan”. Sambil meminum es teh jujugan dan menyantap risol mayo Dita pun terbangun dari lamunannya

Guys!!! Gimana kalo kita bisnis thrif ajapasti banyak peminatnya, kan lumayan untungnya banyak banget tau bisnis thrif itu”. Kami pun berdiam sejenak sambil memikirkan perkataan yang diucapkan Dita barusan. Tak lama, Lya yang sedang memakan nasi cokot menimbali

“bncjdhfyiendndkekdmkdolfcnjk” “uhuk uhuk” “uhuk uhuk”.

sukurinsalah siapa lagi makan kok ngomong, di telen dulu makanan e baru ngomong!!” Celotehan Risma pun keluarsembari menyodori Lya dengan sebotol minuman le minerale, 

ahahahahaha gabole gitu maaa kasian Lya ahahahahah” dengan wajah wajah tak berdosanya Fida menertawakan Lya yang sedang dimarahi oleh Risma. 

Jam menunjukkan pukul satu siang, waktunya kelas kami akansegera dimulai. Saat di dalam kelas yang sangat ramai karena dosennya belum datangkelompok kita sedang membahas masalah bisnis yang tadi belum terpecahkan, karena si lya yang sedang tersedak. 

“woiii gimanaa tadii? Pada setuju gaa sama idekuu?” sahut Dita sedikit badmood karena tidak ada yang menganggapi idenya.

Sambil mengelus-ngelus kepala si Dita, Fida menimbali dengan nada mengejek “sabaaar Ditaaa, orang sabar di sayang tuhaan”

“alaah embo pid” Dita yang badmood dan langsung membelakangi kami bertiga.

“Setuju akuu, thrif ajaa, lagian aku uda punya channel thrif yang terpercaya, jadi lebih gampang buat pesennya”. Sahut Risma yang kemudian di timpali dengan lirikan maut Dita, lirikan yang seolah olah ingin memakan hidup hidup si Risma, karena kelemotannya yang tidak bisa ditoleransi

“Yasudaaa thrif aja yaa, udah pusing aku tugas nya banyak banget! sahut Lya langsung mencairkan suasana yang mencekam, disertai dengan dorongan pintu kelas dan muncullah dosen yang akan mengajar kelas kami.

 

Bab 2: Lahirnya Thrifting

 

Disebuah kos hijau nyentrik, didepan lapangan gumuk yang menjadi tempat kami untuk mengerjakan rancangan tugas bisnis thrif, yang tak lain adalah kos kharisma dengan penghuninya sendiri adalah teman kami Fida.

“Triiiiiiiiiiiiing Triiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing” terdengar bunyi telepon berdering, menandakan Dita, Lya, dan Risma sudah datang ke kost kharisma, dengan kendaraan yang mereka bawa sehari hari.

Sesampainya dikamar kami berempat makan siang terlebih dahulu sebelum berperang otak dan fikiran agar lebih cemerlang, kami bertiga sering membeli makan siang nasi padang di sebelah indomart dekat kampus.

Lya dengan semangatnya mengawali membuka laptop untuk mengerjakam ramcangan bisnis disaat kami bertiga masih asik makan dan mengobrol tentang liaka liku kehidupan.

rajin banget sih lyyy” ucap Risma sambil melirik si Lya dengan rasa keheranan

emang dari lahi aku udah rajiiin” timbal Lya dengan rasa puas membalas ucapan si Risma yang terlihat meremehkan.

yauda lyy nyari desain PPT nya dulu di Slidesgo” ucap Ditamenengahi mereka berdua yang langsung dituruti oleh Lyadengan membuka web dengan tulisan “slides-go”

Kami berempat selalu mencari desain PPT yang bagus dan menarik dari web tersebut, karena memudahkan kami dalam mengerjakam tugas tugas kuliah mencari PPT

Ketika Lya sedang mencari desain PPT, Fida yang disebelah Lya melirik laptop dan melihat sebuah desain hologram dengan warna abstrak, yang berhasil mencuri perhatian Fida dari makanan dihadapannya

“ihh ini lo baguuss PPT nyaa” dengan excited nya Fida melihat desain PPT yang langsung membuat Dita dan Risma melihat kearah laptop tersebut, dengan rada kekepoannya. Dengan kompak mereka langsung mengacungkan jempol kedepan muka Lya sebagai simbol tanda bahwa mereka menyetujui desain tersebut.

Barulah kita mengerjakan rancangan bisnis dengan bertukar ide tentang bagaimana kita dapat mewujudkan mimpi menjadi owner bisnis thrif.

Dapat sejam berjalan kita mengerjakan bisnis tersebut, kitaterdapat kendala tentang bagaimana harus membuat desain logo,mencari modal awal, mengumpulkan pakaian bekas berkualitas tinggi, dan menemukan lokasi yang strategis untuk berjualan. Mereka juga harus memastikan bahwa mereka dapat menyediakan pakaian dengan harga yang terjangkau dan menarik minat para pelanggan.

Fida menggunakan keahlian desainnya untuk membuat logo dan branding yang menarik, Risma menghubungi saudaranya yang menjadi owner dari bisnis thrif, sementara Lya memanfaatkan jaringan pertemanannya untuk mencari ball pakaian bekas dan menjajaki tempat berjualan, Lalu Dita yang sibuk dengan pembuatan PPT yang akan dipresentasikan pada minggu depan.

Bab 3 : Pemasaran 

 

Setelah melewati lika liku mencari ball thrif dari sekian distributor, akhirnya kita menemukan barang yang murah dan kualitasnya sangat sangat bisa diacungkan jempol. Mulailah kita memasarkannya secara online terlebih dahulu yang dimana sebagian besar objeknya adalah remaja.

Lya yang sebelumnya mempunyai kebiasaan memposting barang jualannya di aplikasi facebook, dan banyak diminati orang, kini thrif kami yang sudah mulai diposting laku terjual 10 pcs baju di aplikasi facebook dengan kisaran harga 35-50rb an.

Karena media yang kita gunakan adalah via media social yaitu Facebook maka customer nya juga berasal dari berbagai daerah dan kabupaten. Untuk pengiriman yang dari luar kabupaten kami melakukan pengiriman melalui jasa paket jnt, akan tetapi untuk daerah daerah yang masih bisa dijangkau maka kami menggunakan system COD yaitu Cash On Delivery. 

***

Waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang, dimana kebiasaan kita setiap selesai kuliah adalah makan siang berempat. Hari ini kita sepakat akan makan siang soto gumuk dekat kampus. 

Dari awal makanan datang, sampai telah habis semua, Lya yang sangat asik dengan dunianya sendiri (hp-an) kini tiba-tiba menoleh kearah kami bertiga dengan tatapan serius.

Guys!! Ini ada yang mau COD, enaknya ketemu dimanaa yaa?dia dari solo square?” ucap Lya dengan wajah berkerut halnya seperti orang kebingungan.

“COD UMS ae biar sama-sama tengah” jawab Fida sambil memperbaiki lipstik yang sudah hampir menghilang dari bibirnya. Belum selesai Fida memperbaiki lipstik dengan membawa cermin, tiba-tiba dari samping kanan Dita mengambil cermin itu dengan wajah menyeringai dan merasa puas.

“Dasar” pekik Fida dengan wajah kesal, yang dibalas senyumadari Dita, yang tau Fida akan terlihat kesal ketika ia mengambil cermin yang dipegangnya.

“ayoo pulangg, aku pengen tidur ngantuk banget” sahut Risma yang sudah tidak tahan ingin segera pulang dan beristirahat. 

Setelah selesai tacap make up yang amat sangat riweuh, kami berempat membayar makan dan bergegas ke parkiran motor untuk betemu customer yang akan melakukan COD di sekitar UMS15 menit waktu yang kita tempuh menuju lokasi.

Agenda COD untuk orderan pertama pun telah sukses dilakukan. Tapi tidak hanya berhenti disitu, ternyata sebagian besar customer memilih bertransaksi dengan metode COD.

 

 

COD demi COD telah kita lalui, kami berempat pun memutuskan untuk pulang dan beristirahat ke rumah masing-masing.

***

Keesokan harinya, kita sepakat berkumpul kembali untuk menghitung hasil penjualan yang kita dapatkan dari COD yang kita lakukan dari beberapa hari yang lalu.

“yaampuuun, ga nyangka yaa, kita dapat uang sebanyak ini” ucap Dita dengan penuh kegirangan sambil mengkibas kibaskan uang yang telah didapatkan.

“ihh iyayaa, padahal kan ini Cuma tugas, tapi ternyata kita bisa dapat uang dari tugas ini” sahut Lya dengan rasa senang.

Sambil menata uang Fida nyeletuk “kira-kira kita dapat untung berapa ya, dari hasil penjualan ini?”

“ehh kemarin modal awal berapasi?” tanya Risma 

“lima ratus ribu maa” sahut Lya 

Lya mengambil kertas dan bolpoin untuk menghitug laba bersih dari penjualan yang kami dapatkan. Setelah kurang lebih 10 menit kita menghitung, kita mendapatkan hasil :

Modal awal : 500.000

HPP : 25.000

Harga Jual : Rp. 35.000-50.000

Keuntungan : Rp. 10.000-20.000

Terjual : 20 Pcs baju

Laba Bersih : 350.000

Kita berempat saling menatap satu sama lain dan memberikan applause ke diri masing-masing, karena bisnis thrif kami berhasil melebihi target awal penjualan.

wahh ga nyangka ya ,baru pertama kali jualan udah dapet untung segini, kirain ga akan balik modal” celetuk dita.

“iya ya, kalau kita telaten menekuni jualan ini mungkin bisa jadi bisnis gede, peluang bisnis nih” sahut Risma disusul dengan suara tertawa nya yang nyaring.

Ga kerasa sudah 2 jam waktu berlalu, dan sekarang jammenunjukkan pukul 12 siang. Pantas saja, kita berempat sudah mulai kelaparan dan akan mencari makan siang. Ketika diperjalanan kita sepakat berhenti di salah satu rumah makan padang, di samping indomart kampus. 

 

 

Bab 4 : presentasi

 

Sinar matahari yang mulai bangun dari tidurnya. Membuat pagi ini menjadi sempurna. Suasana pagi yang hangat disambut dengan kicauan burung yang sangat merdu.

Hari ini adalah hari selasa, hari dimana presentasi tugas kewirausahaan akan dilaksanakan, suasana kampus pagi masih belum ramai, terlihat dari parkiran motor yang belum penuhdan ruang kelas yang masih kosong dan terbuka lebarkita berempat berjalan melewati lorong kampus yang masih sepi mungkin karena mahasiswa dan mahasiswi disini sudah pada balik ke kampung halaman. 

Kami membuka pintu kelas dan segera mencari tempat duduk yang masih kosong belum ditempatikarena bangku depan sudah penuh, akhirnya kita memilih duduk dibelakang

“disitu ajaa pas buat kita berempat tempat duduknya” ucap Lya sambil menunjuk ke arah bangku yang ada di belakang sana. Dengan kompak kita melihat ke arah bangku yang ada di belakang dan langsung menuju kesana

presentasi dimulai dari kelompok pertama, mereka mulai menyampaikan poin- poin penting dari materinya. Kamiberempat yang duduk dibelakang mendengarkan dengan seksama sembari menyiapkan materi dari kelompok kami.

“Lya nanti kamu baca yang ini yaa, Risma slide ke tiga, Dita slide terkahir” ucap Fida mengkoordinasi sebelum melakukan presentasi.

“oke fid, siap” sahut Lya, Risma dan Dita tanda setuju.

selang beberapa menit kemudian,kini giliran kelompok kami yang akan melalukan presentasi, presentasi dimulai dari Fida yang mengucapkan salam dan mulai menyampaikan materi disusul dengan Lya, Risma dan juga Dita.

***

selesai melakukan presentasi, tibalah saatnya melalukan sesi tanya jawab, beberapa teman kami memberikan beberapa pertanyaanpertanyaan yang diberikan sebagian besar mengenai peluang usaha dan juga keuntungan yang diperoleh. Dengan cepat dan lugas kami menjawab pertanyaan yang diberikan.

“sekian dari kelompok kami, jika ada salah kata atau kekurangan mohon dimaafkan, terimakasih, wassalamualaikum wr.wb.” penutup dari kelompok kami yang diwakilkan oleh Lya.

“waalaikumsalam wr.wb.” sahut teman sekelas dengan kompak dan memberikan applause kepada kelompok kami.

Lalu kami ber empat kembali duduk ke belakang dan presentasi dilanjutkan oleh kelompok selanjutnya, yaitu kelompok ke empat.

 

“akhirnya selesai jugaa yaa” Fida menghela nafas panjang seperti orang yang merasa puas akan hal yang baru saja diselesaikannya. 

Dengan rasa lega akhirnya kita selesai melakukan presentasiyang sedikit menegangkan, tapi dari situ kita bisa mengambil hikmah apa artinya sabar dalam berjualan, dalam menghadapi customer yang agak rewel, dan sabar dalam menghadapi kendala dan rintangan. dan dari situ juga kita bangga, karena telah melewati kendala dan rintangan itu secara bersama-sama sampai hasil akhir.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab 5 : Pembuatan novel dan arti persahabatan yang kuat

 

Berawal dari Ibu Sri, dosen kewirausahaan yang memberi tantangan kepada kelas kami untuk membuat tugas noveltentang bisnis plandengan iming-iming akan memberikan nilai A langsung terhadap IPK kami. Kami ber empat pun merasa tertantang dan tertarik untuk membuat novel tugas kewirausahaan agar berbeda dari kelompok lain.

“saya itu pingin ada yang beda gitu dari tugasnya, saya itu tau, semua orang punya bakat beda-beda, makanya saya inisiatif tugas UAS nya selain membuat video, kalian juga bisa menceritakannya lewat novel, ehh tapi ternyata gaada yang mau mengambil tantangan dari saya”

“ga semua orang bisa membuat video, ga semua orang juga bisa public speaking. Ada juga anak yang introvet, dia malu untuk didepan banyak orang, malu untuk berbicara, tapi dia pandai untuk membuat tulisan-tulisan indah di kertas, saya itu tau. Maka dari itu saya mengusulkan ke kalian untuk membuat novel, gampang loh”

“nanti kalo memang banyak peminatnya dari kelas-kelas lain juga, kita bukukan, kan lumayan tu hasilnya, nanti biar dilihat sama adik-adik tingkat kamu biar dibaca sama mereka, tapi kok tetap tidak ada yang mau yaa”.

Ibu Sri terus menawarkan tantangan itu, dengan penuh harapan agar dari kelas kami ada yang mau mengambil tantangan tersebut dalam waktu seminggu. Tapi tetap saja hasilnya nihil.

“Dit, gimanaa? Buat novel aja yuk, kayanya seru deh, aku dulu pernah buat novel di aplikasi wattpad 
tapi ga ku terusin” tanya Fida berbisik-bisik pada Dita yang ada disebelahnya.

“bisa ta? Kalo bisa ya gapapaa” jawab Dita 

“coba ya Dit yaaa?” tanya Fida dengan rasa kurang yakin terhadap dirinya.

Iyaa ntar dibantuin sama aku, Risma, Lya” jawab Dita yang langsung di sahuti oleh Ibu Sri yang berada tepat didepan kami.

“kok kayanya kalian berdua bisa buat novel, daritadi saya liatin bisik-bisik terus” 

Fida dan Dita saling memandang dan hanya tersenyum, menandakan bahwa kita akan merencanakan sesuatu kedepannya. Memang sengaja kita tidak menjawab pertanyaan Ibu Sri, karena kita ingin di hari selasa minggu depan, langsung memberikan hasil novel yang telah kita buat selama seminggu terakhir.

***

Waktu kelas kewirausahaan telah habis, lalu kita berpamitan kepada Ibu Sri dan keluar kelas menuju ke tempat parkir motor. 

 

 

Sesi pembuatan novel dimulai dari hari kamis, Fida memulai merangkai kata-kata yang dibantu oleh Dita, Lya, dan Risma. Hari demi hari dilalui sampai pada akhirnya tepat hari seninkemarin, kita melakukan kerja kelompok untuk membahas alur novel agar tidak rumpang dan berkesinambungan dari awal hingga akhir.

“haduuu susah juga buat kata-kata novel yaa” celetuk Risma dengan wajah badmood seperti sudah tak berselera lagi membuat novel.

“bener banget, sudah buntu otakku guys” sahut Lya yang langsung membaringkan badannya di kasur dan memainkan ponselnya. 

Dita yang sedang sakit karena baru hari pertama menstruasi pun merengek kesakitan, ia sangat ingin membantu membuat novel ini, tapi karena keadaannya yang tidak memungkinkan, akhirnya kita menyuruhnya untuk untuk segera pulang, agar bisa beristirahat.

Beberapa menit kemudian, Lya sudah dijemput dan akan segera pulang, yang disusul Risma dan Dita.

“aku tak pulang yaa fidd, maaf yaa, ntar tak kerjain pas dirumah okey?” ucap Lya berpamitan dengan terburu-buru.

“Aku juga mau pulang yaa fidd” 

 

kita membuka bisnis thrif ini bukan semata mata karna hanya mencari untung gede saja, tapi memang karena kita ber empat sangat suka fashion dan produk produk thrif yang lagi banyak diperbincangkan oleh masyarakat luar. Dan dari mata kuliah “kewirausahaan” inilah kita akhirnya berani membuka kesempatan untuk berjualan thrif.

Bisnis thrifting bukan hanya sebuah toko thrifting biasa. Kita telah menciptakan ruang yang positif dan inklusif bagi orang-orang untuk mengekspresikan diri mereka melalui fashion. Mereka telah membantu pelanggan menemukan gaya unik mereka sendiri, mengurangi limbah tekstil, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.

Dari cerita yang kami buat adalah bukti bahwa persahabatan yang kuat dan tekad yang bulat dapat mengantarkan mereka meraih mimpi mereka. Kita telah menunjukkan bahwa bisnis thrifting bukan hanya tentang mencari penawaran terbaik, tetapi juga tentang keberlanjutan, kreativitas, dan komunitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bisnis Plan

Manajemen Investasi Teknologi Informasi

MANAGEMENT INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI            Oleh: AlFattah Candra S.R - Prodi MAZAWA   1. Management Investasi IT A. Konsep Manageme...