Dimsum Mentai: Makanan Kekinian yang Menguntungkan

Dimsum Mentai: Makanan Kekinian yang Menguntungkan

by: Melisa Anasta

Haiiii saya Melisa Anasta disini saya akan menceritakan sedikit pengalaman mendapatkan tugas Mata kuliah kewirausahaan islam untuk berjualan di cfd. Saya akan menceritakan perjalanan usaha kuliner yang tidak hanya menawarkan cita rasa lezat tetapi juga memberikan pelajaran berharga dalam dunia kewirausahaan. Dimsum Mentai, dengan inovasi bahan dasar ayam yang dipadukan dengan saus mentai creamy, telah menjadi favorit di kalangan masyarakat Indonesia. Dengan harga terjangkau dan kualitas bahan yang terjamin, produk ini berhasil menarik perhatian berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Nah… didalam era kuliner yang terus berkembang, Dimsum Mentai muncul sebagai salah satu makanan kekinian yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menjanjikan keuntungan yang menjanjikan bagi para pelaku usaha. Dalam antologi ini, aku akan berbagi pengalaman berjualan Dimsum Mentai di acara Car Free Day (CFD) Colomadu, di mana meskipun cuaca sedikit gerimis, semangat untuk berjualan tetap membara. Selain itu, aku disini juga akan mengaitkan pengalaman ini dengan prinsip-prinsip kewirausahaan dalam konteks bisnis Islam.

Proses pembuatan dimsum mentai juga memiliki cerita tersendiri. Setiap langkah dalam pembuatan dimsum dilakukan dengan penuh ketelitian. Dari menghaluskan bawang putih hingga mencampurkan semua bahan menjadi satu adonan, kami memastikan setiap elemen berkontribusi pada cita rasa akhir. Kami juga sangat memperhatikan kebersihan dan higienitas dalam setiap proses, karena kami percaya bahwa kualitas adalah kunci utama dalam bisnis makanan. Setelah adonan siap, kami mengisinya ke dalam kulit lumpia dan mengukusnya hingga matang sempurna. Proses ini tidak hanya menghasilkan makanan lezat tetapi juga memperkuat ikatan tim kami saat bekerja Bersama. Dalam proses pembuatan dimsum ini kami juga dibantu oleh teman dari tim kami.

Pagi itu, langit di Colomadu tampak mendung, dan gerimis mulai turun perlahan. Meskipun cuaca tidak bersahabat, aku dan tim tetap mempersiapkan stand Dimsum Mentai dengan penuh semangat. Kami percaya bahwa setiap tantangan adalah peluang, dan hari itu adalah kesempatan untuk memperkenalkan produk kami kepada lebih banyak orang. Dengan tenda yang sudah kami siapkan, kami mulai menata meja dan memajang Dimsum Mentai yang berwarna-warni dan menggoda selera, yaa… walaupun kami waktu itu tidak mempersiapkan payung, kami tetap semangat untuk menjual dimsum mentai.

Saat CFD dimulai, pengunjung mulai berdatangan meskipun hujan tetapi setelah itu hujan reda dan akhirnya banyak banget yang berdatangan di cfd. Di tengah kami berjualan, kami menghadapi tantangan lain: menjaga kualitas produk agar tetap segar dan lezat. Kami harus memastikan bahwa Dimsum Mentai yang kami sajikan tetap dalam kondisi terbaik meskipun kita tidak membawa peralatan untuk menghangatkan dimsum itu. Kami belajar untuk lebih kreatif dalam menyajikan produk, seperti menggunakan kemasan yang menarik dan praktis. Pengalaman ini mengajarkan kami pentingnya adaptasi dan inovasi dalam berbisnis, terutama di tengah situasi yang tidak terduga. Di cfd Colomadu aku dan teman teman satu tim sudah berusaha menjual dimsum mentai, yaa… walaupun kita hanya bisa menjual 5 pack yang isinya ada 6 dimsum. Setelah cfd sudah selesai karena tim kami membuat banyak dimsumnya, sisa dari yang belum terjual tersebut kami promosiin ke teman teman dengan sistem Pre-Order, dan ternyata… banyak yang mau beli dimsum lewat pre-order tersebut. Dari berjualan Dimsum Mentai tersebut tim kami lumayan mendapatkan keuntungan.

Dalam menjalankan bisnis Dimsum Mentai, saya berusaha untuk menerapkan prinsip-prinsip kewirausahaan yang sesuai dengan ajaran Islam. Salah satu prinsip yang saya pegang teguh adalah kejujuran. Kami selalu memberikan informasi yang jelas tentang bahan-bahan yang digunakan, memastikan semuanya halal dan berkualitas. Selain itu, kami juga berusaha untuk memberikan harga yang adil, sehingga pelanggan merasa puas dan tidak merasa dirugikan. Prinsip ini sejalan dengan ajaran Islam yang mendorong kita untuk berbuat baik dan tidak menipu dalam berbisnis.

Bisnis Dimsum Mentai tidak hanya memberikan keuntungan finansial, tetapi juga banyak manfaat lainnya. Bisnis Dimsum Mentai juga memberikan banyak manfaat dari sudut pandang kewirausahaan Islam. Pertama, keberadaan usaha ini menciptakan peluang kerja bagi masyarakat sekitar, membantu mereka meningkatkan taraf hidup. Kedua, dengan menyediakan makanan yang sehat dan bergizi, kami turut serta dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan sehat. Ketiga, prinsip keadilan dalam penetapan harga memastikan bahwa produk kami dapat diakses oleh semua kalangan tanpa mengorbankan kualitas.

Melalui pengalaman berjualan Dimsum Mentai di CFD Colomadu, saya belajar banyak tentang pentingnya semangat, adaptasi, dan penerapan prinsip-prinsip kewirausahaan yang sesuai dengan ajaran Islam. Setiap tantangan yang dihadapi menjadi pelajaran berharga yang membentuk karakter dan etika bisnis kami. Dengan semangat inovasi dan komitmen untuk memberikan yang terbaik, saya yakin Dimsum Mentai akan terus menjadi pilihan favorit di kalangan pecinta kuliner. Semoga antologi ini dapat menginspirasi para pembaca untuk berani berwirausaha dengan cara yang baik dan sesuai dengan ajaran Islam.


Nama: Melisa Anasta

NIM: 225221072

Kelas: AKS 5B

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bisnis Plan

Manajemen Investasi Teknologi Informasi

MANAGEMENT INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI            Oleh: AlFattah Candra S.R - Prodi MAZAWA   1. Management Investasi IT A. Konsep Manageme...