IMPLEMENTASI FUNGSI MANAJEMENT (POAC) PADA MAHASISWA BARU GUNA MENGOPTIMALKAN BONUS DEMOGRAFI INDONESIA EMAS TAHUN 2045

Oleh Aulia Aisyah Putri Widya Dara_MAZAWA_252141016

 Bayangkan jika setiap mahasiswa mampu menerapkan fungsi manajemen POAC dalam masa perkuliahannya, berapa banyak peluang negara kita mampu mengoptimalkan bonus demografi, berapa banyak peluang lulusan sarjana yang bekerja disektor formal? serta seberapa menurunnya sarjana kertas di negara kita? Meski tidak semua mahasiswa mempelajari ilmu manajemen, namun penerapan fungsi manajemen terbukti efektif dan efesien dalam berbagai perencanaan. Tidak hanya perencanaan organisasi maupun perusahaan, penerapan fungsi manajemen POAC pun terbilang efektif dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pengorganisasian manajemen POAC, kehidupan sehari-hari akan lebih terarah dan memudahkan kita untuk mencapai tujuan dengan proses yang efektif dan efisien. 

Ketegangan geopolitik di berbagai belahan dunia, perubahan iklim yang ekstrem, perlambatan ekonomi, serta tren suku bunga tinggi di amerika serikat menciptakan tekanan berat bagi ekonomi global, tidak terkecuali dengan negara kita, Indonesia. Menurut guru besar UIN syarif hidayatullah Jakarta, Muhammad nur rianto al arif pada artikelnya yg berjudul “meninjau kondisi ekonomi Indonesia di tengah kekacauan global”, Saat ini badan pusat statistic mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuarta 1 2025 sebesar 4,87 persen, menunjukan ketahanan ekonomi nasional. Di sisi lain pemerintah menghadapi tekanan dari sisi pendapatan dan belanja negara. Deficit APBN 2025 diproyeksikan melebar dari target awal Rp616,2 triliun (2,53 persen dari PDB) menjadi Rp662 triliun (2,78 persen dari PDB). Sehingga hal ini dapat menyebabakan resiko yang akan mengintai perekonomian Indonesia. salah satu resikonya ialah kualitas SDM dan pengangguran terselubung. Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu upaya yang dapat kita lakukan adalah dengan mengubah batas pendidikan minimal saat ini menjadi strata satu. Hal ini penting karena kemajuan teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan yang sangat pesat menjadi daya saing utama dan pemicu penganguran terselubung di Indonesia. 

Meski telah banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya tingkat pendidikan tinggi saat ini, data sakernas (survei angkatan kerja nasional) menyebutkan bahwa tingkat pengangguran terbuka tamatan perguruan tinggi pada februari 2025 mencapai 13,89 persen. Salah satu pemicu terjadinya Hal ini ialah karna kualitas sarjana yang belum memenuhi standar dan Lapangan kerja disektor formal yang berkurang, juga hasil pendidikan yang tidak cocok dengan kebutuhan industry saat ini. Padahal, saat ini Indonesia sedang mengalami bonus demografi sekitar tahun 2030-2045, sehingga membuat jumlah angkatan kerja meningkat. Bonus demografi terjadi ketika jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibandingka usia non produktif. Artinya para pekerja atau pencari nafkah lebih banyak dari pada tanggungan. Maka sepatutnya banyak muncul inovasi baru yang dapat mendukung naiknya produktifitas hingga kemudian akan mempengaruhi volume GDP menjadi lebih besar dari pada jumlah penduduk yang akan menumbuhkan ekonomi negara sehingga dapat menaikan pendapatan perkapita agar dapat mengubah status negara berpendapatan menengah atas Indonesia menjadi negara maju.

Dalam konsep ekonomi kependudukan, bonus demografi juga dimaknai sebagai keuntungan ekonomis karena dengan semakin besarnya jumlah penduduk usia produktif maka akan semakin besar pula jumlah tabungan dari penduduk produktif sehingga dapat memacu investasi dan pertumbuhan ekonomi. kondisi tersebut juga dikenal sebagai jendela kesempatan (windows of oppprtunity) bagi suatu negara untuk melakukan percepatan ekonomi dengan mendorong kembali industri manufaktur, infrastruktur, maupun UKM. Banyak Negara menjadi maju karena berhasil memanfaatkan jendela peluang bonus demografinya untuk memacu pendapatan perkapita sehingga kesejahteraan masyarakat tercapai; seperti yang terjadi di Cina, Korea Selatan,dan Singapura. Namun akan ada dampak negatif setelah bonus demografi yang harus diperhatikan, yaitu terjadinya peningkatan penduduk lansia sementara transisi usia muda menjadi usia produktif belum sempurna. Hal itulah yang kemudian menyebabkan bencana demografi sehingga akan mendorong terjadinya stagnasi dalam perekonomian nasional. Untuk itu penting bagi penyongsong golden era memiliki kualitas dan keterampilan yang mumpuni. Setelah mengetahui range tahun bonus demografi, dapat diprediksi bahwa penyongsong golden era yang akan datang merupakan gen Z saat ini. untuk itu dibutuhkan focus khusus untuk menunjang kualitas mereka. Dalam hal ini tentu saja focus utama adalah untuk melatih dan membekali para gen Z agar siap dan tetap produktif pada usia lansia agar tetap dapat mengatasi bencana demografi pasca bonus demografi, tidak luput juga dengan pendidikan. Sebagian besar gen z saat ini merupakan mahasiswa perguruan tinggi yang bertekad untuk meningkatkan kualitas SDM dan merubah nasib bangsa indonesia. Namun, tentu saja akan ada cukup tantangan yang akan dihadapi oleh para mahasiswa dlm mencapai cita-citanya tersebut, tidak luput juga dengan para mahasiswa baru yang masih terbawa arus deras peralihan masa sekolah menengah atas yang sangat berbeda dengan diperguruan tinggi. Ditambah lagi dengan kebebasan pengawasan orang tua hingga menyebabkan krisi identitas yang tentunya akan berdampak pada kualitas para penyelamat Indonesia emas 2045. Untuk itu dibutuhkan strategi khusus untuk menjaga kualitas penyelamat Indonesia in golden era. Dalam hal ini ilmu manajement dapat diterapkan, menggunakan fungsi dari manajemen, yakni POAC. 

Dalam proses pelaksanaannya, manajemen mempunyai tugas khusus yang harus dilaksanakan. Tugas-tugas itulah yang biasa disebut sebagai fungsi-fungsi manajemen. Menurut George R. Terry terdapat 4 fungsi manajemen, yang dikenal sebagai POAC; POAC, merupakan fungsi utama dari ilmu manajemen yang terdiri atas: PLANING (perencanaan), ORGANIZING (pengorganisasian), ACTUATING (penggerakan/ pengarahan), dan CONTROLIN (pengendalian/pengawasan). Lalu bagaimna penerapan fungsi manajemen POAC dalam membangun kualitas gen Z?

1) Planning (perencanaan) 

Perencanaan adalah fungsi manajemen yang paling dasar, tujuan dari perencanaan meliputi:

a) Mengurangi atau mengimbangi ketidakpastian dan perubahan yang akan datang. 

b) Memusatkan perhatian kepada sasaran. 

c) Menjamin atau mendapatkan proses pencapaian tujuan terlaksana secara efisien dan efektif.

 d) Memudahkan pengendalian. 

Dalam hal ini penerapan fungsi manajemen pada mahasiswa dapat berupa perencanaan pilihan program studi sebelum memulai perkuliahan dan study plan yang matang. Pada perencanaan pemilihan proram study sebelum perkuliahan harus dilakukan secara sadar dan matang. Hal ini dapat meliputi mengetahui lebih dalam mengenai seluk-beluk jurusan, mata kuliah yang akan dipelajari, ketersediaan lapangan pekerjaan, profil-profil orang sukses yang relefan dengan jurusan tersebut dan beasiswa yang tersedia. Dengan tujuan yang jelas maka akan memepermudah kita untuk yakin dan terus memiliki ambisi untuk mencapainya. Sehingga, pada masa perkulihan perencanaan study plan akan jauh lebih memudahkan. Dalam perencanaan study plan semua hal harus jelas dan merinci sebab hal inilah yang akan menjadi acuan kita untuk melanjutkan perkuliahan. Berikut contoh dari perencanaan pemilihan program study dan study plan:

PERENCANAAN PEMILIHAN PROGRAM STUDY

MANAJEMEN ZAKAT DAN WAKAF

praktik pengelolaan dana sosial syariah yang bertujuan untuk profesionalisme, efisiensi, dan pemberdayaan umat melalui pengelolaan zakat dan wakaf yang efektif dari sisi pengumpulan, pendistribusian, dan pengembangan aset untuk mencapai tujuan kesejahteraan sosial. Program studi ini menciptakan sumber daya manusia yang kompeten untuk mengelola lembaga zakat dan wakaf, serta mengembangkan potensi filantropi Islam untuk kemajuan masyarakat. Selain itu, program study manajemen zakat dan wakaf bertujuan menghasilkan sarjana ahli dalam mengelola zakat dan wakaf secara profesional, transparan, dan akuntabel sesuai prinsip syariah dan hukum yang berlaku di Indonesia. Lulusan prodi ini dipersiapkan untuk menjadi manajer, konsultan, atau pengusaha di lembaga zakat, wakaf, dan filantropi, serta mampu mengembangkan dan memberdayakan masyarakat melalui pengelolaan dana sosial Islam. 

MATA KULIAH

• Manajemen investasi syariah

•Metodologi penelitian kualitatif

•Akuntansi ziswaf

•Manajemen pemasaran

•Regulasi zifwaf

•Manajemen Keuangan Ziswaf

•Manajemen Pemberdayaan Ziswaf

•Teknik Penyusunan Proposal Statistic

•Zakat dan Wakaf Produktif

•Metodologi Penelitian Kuantitatif

•Manajemen Nonprofit

•Corporate Social Responsibility

•Manajemen Ziswaf Internasional

•Sustainability Management

•Sistem Informasi Manajemen

•Manajemen Strategik

•Manajemen Distribusi Ziswaf

•Manajemen Fundrising Ziswaf

PROFIL LULUSAN

•Praktisi Lembaga Zakat Dan Wakaf

•Asisten Peneliti Zakat Dan Wakaf

•Sociopreneur Muda

•Csr Officer

MENGAPA DIBUTUHKAN

•Kesenjangan sosial dan ekonomi masih tinggi

•Potensi dana ZISWAF di Indonesia sangat besar 

•Perlu strategi agar ZISWAF lebih berdampak


PERENCANAAN STUDY PLAN 

TAHUN PERTAMA

• Memahami Materi Dasar perkuliahan dengan menghadiri semua kelas, membuat catatan yang baik, dan bertanya jika ada hal yang tidak saya mengerti.

• mencapai nilai yang tinggi di setiap mata pelajaran. Dengan mengikuti ujian dan mengerjakan tugas secara tepat waktu

• terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti organisasi mahasiswa atau klub sesuai minat untuk mengembangkan soft skills dan jaringan pertemanan.

TAHUN KEDUA

• Meningkatkan nilai rata-rata.

• Berpartisipasi aktif dalam dua kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan komunikasi.

• Menyelesaikan proyek penelitian atau tugas akhir yang dapat dipublikasikan.

• Menguasai keterampilan baru.

• Membangun jaringan profesional melalui seminar, organisasi mahasiswa, atau magang.

TAHUN KETIGA 

• Menyelesaikan dan mempresentasikan proyek penelitian di konferensi serta menerbitkannya di jurnal ilmiah.

• Meningkatkan IPK

• Mengikuti Magang

• Berpartisipasi dalam Kompetisi Akademik

• Meningkatkan Keterampilan Non-akademis

TAHUN KEEMPAT

• Menyelesaikan skripsi

• Mengikuti program magang.

• Berpartisipasi dalam kompetisi akademik.

• Aktif dalam organisasi kemahasiswaan.

• Meningkatkan kemampuan bahasa asing

2) Organizing (pengorganisasian) 

Istilah organizing yakni bagaimana pekerjaan diatur dan dialokasikan di antara para anggota, sehingga tujuan organisasi itu dapat tercapai secara efektif. Sedangkan organisasi itu sendiri diartikan sebagai kumpulan orang dengan sistem kerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Dalam sistem kerjasama secara jelas diatur siapa menjalankan apa, siapa bertanggung jawab atas siapa, arus komunikasi, dan memfokuskan sumber daya pada tujuan. Pengorganisasian sebagai proses membagi kerja ke dalam tugas-tugas yang lebih kecil, membebankan tugas-tugas itu kepada orang yang sesuai dengan kemampuannya, dan mengalokasikan sumber daya, serta mengkoordinasikannya dalam rangka efektivitas pencapaian tujuan organisasi. Jadi setelah melaksanakan perencanaan langkah selanjutnya adalah pengorganisasian, dalam hal ini harus jelas siapa yang menjalankan dan apa yang dijalankan, agar semuanya berjalan dengan lancar. Namun pada implementasi pada mahasiswa hal utama yang memerlukan proses pengorganisasian ialah waktu, energy, uang, dan lain sebagainya. Sehingga yang menjadi pemegang kendali sepenuhnya adalah diri kita sendiri.

3) Actuating (penggerakan/pengarahan) 

Penggerakan/pengarahan adalah fungsi manajemen yang terpenting dan paling dominan dalam proses manajemen. Jika fungsi ini diterapkan maka proses manajemen dalam merealisasi tujuan dimulai. Penerapan fungsi ini cukup rumit, dan kompleks, karena bagian-bagian dari diri kita terkadang tidak dapat diatur sepenuhnya. Hal ini disebabkan adanya dorongan-dorongan keinginan yang tidak sesuai atau melenceng daari rencana mula. Fungsi pengarahan ini adalah ibarat starter mobil, artinya mobil baru dapat berjalan jika kunci starternya telah melaksanakan fungsinya. Demikian juga proses manajemen, baru terlaksana setelah fungsi pengarahan diterapkan. Pada saat inilah skillmahasiswa benar-benar diuji kesabaran dan ketekunannya. Jika fondasi perencanaan (planing) tidak kokoh maka akan mudah bagi mahasiswa untuk menyerah. 

4) Controlling (pengendalian/pengawasan) 

Setelah melaksanakan perencanaan, pengorganisasian, dan pengarahan, langkah selanjutnya adalah pengawasan. Pengawasan adalah peninjauan kemajuan terhadap pencapaian hasil akhir dan pengambilan tindakan pembetulan ketika kemajuan tersebut tidak terwujud. Pada hal ini mahasisawa dapat melkukan refleksi atau pengawasan setiap semester sekali atau setahun sekali agar dapat melihat secara jelas perkembangan yang terjadi. Pengawasan yang efektif membantu kita untuk memastikan bahwa pelaksanaan study plan tersebut berlangsung sesuai dengan rencana. Maka inti dari pengawasan adalah untuk mengatur dan memastikan bahwa pelaksanaan study plan ini berlangsung sesuai rencana atau tidak. Kalau tidak sesuai dengan rencana maka perlu adanya perbaikan. 

Maka dari itu Implementasi Fungsi Manajement (Poac) Pada Mahasiswa Baru cukup penting untuk Mengoptimalkan Bonus Demografi Indonesia Emas Tahun 2045. Dengan penerapan fungsi-fungsi inilah kegiatan perkulihan mahasiswa dapat lebih tersusun dan sistematis, sehingga dapat memungkinkan mahasiswa memiliki kualitas yang mumpuni hingga siap pada dunia kerja dan dapat menyongsong pertumbuhan ekonomi serta turut serta mengoptimalkan bonus demografi Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bisnis Plan

Manajemen Investasi Teknologi Informasi

MANAGEMENT INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI            Oleh: AlFattah Candra S.R - Prodi MAZAWA   1. Management Investasi IT A. Konsep Manageme...