Nilai dan Prinsip Henry Fayol

 Nilai dan Prinsip Manajemen Menurut Henry Fayol


Dibuat Oleh Izzaty Indi Putri 252141010  


 Seperti yang kita tahu, ilmu manajemen sekarang sudah berkembang sangat pesat. Ilmu ini membantu kita memahami berbagai cara dan langkah penting untuk meneliti, menganalisis, serta menyelesaikan masalah. Namun, sebelum berkembang pesat seperti sekarang, ilmu manajemen juga pernah mengalami masa kemunduran. Penyebabnya adalah munculnya berbagai teori manajemen baru. Teori-teori tersebut lahir karena adanya kelemahan dari teori-teori sebelumnya, serta dari kekurangan yang ada dalam ilmu manajemen itu sendiri.. 

Sesuai dengan judul yang saya ambil mengenai 14 prinsip dari Henry Fayol. sebelum kita masuk ke pembahasn yuk kenalan terlebih dahulu oleh tokoh yang telah melahir kan 14 prinsip nya. Jadi sebenarnya siapa si tokoh Henry Fayol ini?. Henry Fayol merupakan salah satu tokoh penting dalam ilmu manajemen. Ia dianggap sebagai bapak teori manajemen modern. Henri Fayol juga merupakan seorang industrialis dari Perancis dan juga seorang insinyur pertambangan, merupakan salah satu dari beberapa perintis teori organisasi yang sangat dikenal.

Di esai ini, saya akan mencoba membahas tentang nilai dan prinsip manajemen menurut Henry Fayol. Agar lebih mudah di pahami, saya akan mengurutkan satu-satu prinsipnya, dan saya akan memberi penjelasan singkat pakai contoh yang relate sama kehidupan kita sekarang sebagai berikut;

1. Pembagian kerja (Division of Work)

Pembagian Kerja ini bertujuan untuk membagi tenaga kerja sesuai kemampuan orang atau karyawan. Misalnya, di kelas ada yang jago desain, maka tempat kan lah orang yang jago desin ini di bagian mendesain atau jadikan orang ini sebagai editor. Dengan ini semua orang bisa fokus di bidangnya masing-masing.

2. Wewenang (Authority)

Seorang pemimpin atau manajer, harus punya wewenang alias hak buat ngasih perintah kepada anggota nya, tapi bukan hanya memberi perintah, seorang pemimpin juga di tuntut untuk memiliki tanggung jawab. Jangan sampai cuma mau ngasih perintah doang, tapi kalau ada masalah ia lari dan bahkan tidak tanggung jawab. Contohnya, ketua organisasi kampus boleh ngasih tugas ke anggotanya, tapi dia juga harus bertanggung jawab kalau programnya ada yang tidak terlaksanakan atau bahkan gagal.

3. Disiplin (Discipline)

Disiplin merupakan hal yang sangat penting bagi suatu organisasi atau perusahaan, jangan jauh jauh ke organisasi atau perusahaan kalau kehidupan kita sehari hari saja sebenernya membutuh kan sekali dengan yang namanya disilin, disiplin di sini bukan cuma soal datang tepat waktu, tapi juga soal patuh sama aturan yang berlaku. Kalau di kampus, misalnya, disiplin hadir di kelas, disiplin ngumpulin tugas tepat waktu. dan jika disiplin ini di terapkan secara konsisten maka akan membuat proses pembelajaran lebih lancar.

4. Kesatuan perintah (Unity of Command)

Satuan komando itu maksudnya suatu perusahaan atau organisasi yang dipimpin langsung oleh satu orang manajer, dan semua karyawan di dalamnya harus mengikuti arahan dari manajer tersebut, jangan sampai seorang bawahan dapat perintah dari dua atasan sekaligus. karena ini bikin bingung. Tujuan dari satuan komando ini supaya kerja bisa lebih cepat, dan tidak membingungkan. 

5. Kesatuan pengarahan (Unity Of Direction)

Kesatuan Pengarahan yang ini beda sama kesatuan komando, kalau ini lebih ke soal tujuan. Semua orang di organisasi harus punya arah yang sama. Misal organisasi ini punya satu prinsip yaitu “mensejahterakan masyarakat”, ya semua anggota harus ke prinsip itu. Jangan ada di prinsip yang lain, apalagi kalua tidak ada tujuan yang jelas.

6. Subordinasi (sub ordination)

 Subordinasi yaitu prinsip yang mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi, karena kadang kebanyakan orang dari kita ini lebih mikirin kepentingan diri nya sendiri di bandingkan kepentingan umum, padahal kalau di organisasi sikap ini harus di jauhi, karena kepentingan bersama lebih utama dan memang harus di utamakan, contoh kecilnya, saat membeli makanan yang antrian nya panjang maka mengantri lah dengan tertib walau sedang terburu-buru, agar semua orang merasa dilayani dengan adil.

7. Balas Jasa (Remuneration)

Balas Jasa di sini adalah seorang manajer harus memberi gaji karyawan nya sesuai dengan beban yang karyawan nya ini tanggung atau sesuai sama kinerja karwayan tersebut. Di mana mana orang itu kerja pasti menghrapkan gaji, tapi ternyata gaji juga tidak cukup, lalu apa hal yang bisa kita lakukan selain memberi gaji? penghargaan, ya lewat penghargaan karyawan jadi merasa bahwa dirinya itu di hargai. Gaji yang adil bisa bikin karyawan semangat. Dan penghargaan membuat karyawan dihargai.

8. Sentralisasi (Centralization)

Ini soal apakah semua keputusan di pegang oleh atasan? Atau bisa juga di pegang oleh bawahan, sebenarnya memang lebih baik di pegang oleh atasan, tapi jika ada sesuatu yang lebih merujuk tentang pekerjaan sehari hari mungkin sebaik nya di putus kan oleh bawahan, karna yang yang tau dan yang mengerjakan itu kan bawahan nya. Tapi jika Keputusan itu menyangkut sesuatu yang penting maka lebih baik di pegang oleh atasan. 

9. Rantai skala (Scalar Chain)

Rantai skala itu jika di ibaratkan dalam sebuah organisasi seperti tangga, ada jenjangnya. Dari atasan sampai bawahan. Begitu juga sama dengan komunikasi, harus jelas jalurnya. Tapi kalau ada situasi darurat, boleh langsung komunikasi ke atasan lain asal tetap menghargai rantai komando.

10. Ketertiban (Order)

Ketertiban itu artinya semua orang harus ada di tempat semestinya, mengitkuti aturan yang ada, supaya lingkungan kerja bisa tetap aman dan bebas dari gangguan. Misalnya di rumah, buku-buku kuliah disusun sesuai mata kuliah biar nggak bingung nyari dan bisa lebih memudahkan kita.

11. Keadilan (Equity)

Seorang Pemimpin harus adil sama bawahannya. Jangan pilih kasih atau hanya peduli sama orang dekat sama dia. Misalnya, ada dua orang yang kerja keras, ya dua-duanya harus dikasih apresiasi jangan hanya salah satu nya aja. Dengan begitu, semua orang merasa dihargai.

12. Stabilitas (Stability)

Seorang manajer harus memiliki kebijakan yang stabil, jangan dikit dikit mengubah kebijakan sesuka hati, begitu juga kalau ada karyawan yang sering keluar-masuk, ini membuat Perusahaan jadi kurang stabil. Henry Fayol bilang, bahwa penting untuk mempertahankan karyawan agar tidak sering gonta-ganti. Karena orang baru itu pasti butuh waktu buat adaptasi. Misalnya, kalau di organisasi kampus setiap bulan ganti ketua, pasti programnya nggak jalan.

13. Inisiatif (Initiative)

Pemimpin harus memberi kebebasan kepada bawahan nya untuk berpendapat, mengusulkan ide atau usulan. Dan untuk karyawan pun tidak hanya menunggu perintah dari atasan nya saja. Misalnya, karyawan punya ide mengiklankan Perusahaan tersebut dengan cara yang unik, maka berilah kayrawan ini kesempatan.

14. Semangat kesatuan (Esprit de Corps)

Terakhir ini soal kebersamaan. kalau anggota organisasi saling mendukung, suasana akan jadi nyaman, kerjaan juga lebih ringan dan bawaan nya semangat untuk mnegerjakan tugas. Dengan ini semangat tim itu bisa jadi kekuatan besar. Contohnya, kalau kelompok belajar kompak, ngerjain tugas banyak pun jadi terasa ringan.

Nilai yang Bisa Diambil dari Prinsip Henry Fayol

Pembagian kerja, tujuan organisasi akan mudah tercapai dan efisien.

Wewenang, betanggung jawab dalam menggunakan kekuasaan. 

Disiplin, agar semua tugas jalan dengan lancar.

Kesatuan Perintah, agar focus terhadap tugasnya sendiri. 

Kesatuan Pengarahan, agar kerjaan tidak saling bertabrakan.

Sub Ordinasi, melatih diri untuk tidak egois.

Balas Jasa, menghargai usaha orang lain walau kecil kecilan.

Sentralisasi, kebijakan atasan dalam menimbangkan suatu keputusan.

Rantai Skalar, ada jalur perintah yang harus di ikuti satu persatu.

Ketertiban, Semua harus tertib dan ikut aturan biar suasana kerja tetap aman.

Keadilan, supaya nggak ada yang merasa dirugikan.

Stabilitas, organisasi yang stabil memudahkan suatu tujuan tercapai.

Inisiatif, Menghargai orang lain, baik lewat imbalan maupun kesempatan untuk berinisiatif.

Kerjasama, agar organisasi lebih kuat.

Nilai-nilai ini bukan cuma berlaku di perusahaan, tapi juga bisa dipakai di organisasi, di kehidupan kita sehari-hari. Bahkan di keluarga, sekolah.

Relevansi Prinsip Henry Fayol di Zaman Sekarang

Walaupun Fayol hidup di abad ke-19, prinsipnya masih relevan banget sampai sekarang. Cuma mungkin perlu disesuaikan dengan kondisi modern. 


Kesimpulan

 Manajemen merupakan ilmu soal bagimana kita bisa kerja sama agar tujuan yang kita ingin kan ini bisa tercapai dengan efesien dan efektif. Nilai-nilai dan prinsip Henry Fanyol ini sangat membantu dalam sebuah Organisasi atau Perusahaaan, bahkan untuk kehidupan kita sehari hari.

 Prinsip-prinsip Henry Fayol ini bertujuan menciptakan struktur kerja yang teratur, komunikasi yang jelas, dan kolaborasi yang efektif untuk mencapai tujuan organisasi secara optimal.  walaupun prinsip Henry Fayol sudah lahir di akhir abad ke-19 tapi ternyata sampai sekarang masih di gunakan dan tetap relevan. Selama manusia masih butuh kerja sama buat nyelesaiin sesuatu, prinsip-prinsip ini bakal terus hidup dan berguna di mana pun kita berada.








DAFTAR PUSTAKA

        Supriyadi, Siti Alfina Febriyani, Siti Nur Anisa., (2023)“ Prinsip Teori Organisasi Klasik Menurut Henry Fayol” Jurnal Manajemen Strategis, Vol. 1 No. 1

        Supeno, E. 2012. Evolusi Pemikiran Manajemen: Sebuah Tinjauan Wren dan Bedeian. Jejaring Administrasi Publik, Tahun IV, Nomor

 1, Januari–Juni 2012. Universitas Airlangga, Surabaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bisnis Plan

Manajemen Investasi Teknologi Informasi

MANAGEMENT INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI            Oleh: AlFattah Candra S.R - Prodi MAZAWA   1. Management Investasi IT A. Konsep Manageme...